Salpingektomi (Pengangkatan Tuba Falopi)

20 Jun 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salpingektomi dilakukan untuk menyembuhkan kanker tuba falopi, kehamilan ektopik, endometriosis, dan kondisi lainnyaSalpingektomi adalah operasi pengangkatan tuba falopi untuk mengatasi penyakit yang menyerang organ tersebut

Apa itu pengangkatan tuba falopi (salpingektomi)?

Salpingektomi adalah operasi pengangkatan salah satu ataupun kedua saluran tuba falopi. Operasi ini bertujuan untuk mengatasi kanker tuba falopi, kehamilan ektopik, endometriosis, penyumbatan tuba falopi, dan beberapa kondisi lainnya.

Tuba falopi merupakan organ reproduksi wanita yang berupa saluran penghubung antara indung telur (ovarium) dan rahim. Sel telur yang dikeluarkan oleh ovarium akan melewati tuba falopi sebelum mencapai rahim.

Ovarium mengeluarkan sel telur setiap bulan, dan sel sperma akan membuahi sel telur di dalam tuba falopi. Ketika terjadi kondisi tertentu pada tuba falopi (seperti kanker dan kehamilan ektopik), salpingektomi dapat menjadi pilihan pengobatan.

Kenapa pengangkatan tuba falopi diperlukan?

Operasi pengangkatan tuba falopi dianjurkan untuk wanita dengan kondisi medis di bawah ini:

  • Kanker

Jenis kanker yang membutuhkan salpingektomi bisa meliputi kanker tuba falopi, kanker ovarium, dan kanker pada organ reproduksi wanita lainnya.

Selain mengangkat tuba falopi, dokter bedah juga mungkin mengangkat rahim, ovarium, serviks, dan kelenjar getah bening di sekitar organ reproduksi untuk mencegah penyebaran kanker.

  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan pengangkatan tuba falopi.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika ada jaringan dinding rahim yang tumbuh di luar rahim. Pada kasus yang berat dan tidak bisa diobati dengan metode penanganan lain, dokter akan menyarankan pengangkatan ovarium dan tuba falopi.

  • Penyumbatan tuba falopi

Tuba falopi bisa tersumbat oleh cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan (infertilitas), sehingga penderita sulit untuk hamil.

Pengangkatan tuba falopi mungkin saja dianjurkan sebagai cara mengatasi gangguan kesuburan tersebut.

Selain itu, salpingektomi dapat dilakukan sebagai metode kontrasepsi permanen atau untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium.

Apa saja persiapan untuk menjalani salpingektomi?

Pertama-tama, dokter menjelaskan manfaat dan risiko operasi pengangkatan tuba falopi. Setelah pasien setuju untuk menjalaninya, beberapa persiapan berikut perlu dilakukan sebelum prosedur:

  • Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah. Pasien juga mungkin diminta untuk mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.
  • Berpuasa (tidak makan dan minum) selama 6-8 jam sebelum operasi.
  • Mandi dengan sabun antiseptik di hari operasi untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Tidak menggunakan parfum, losion, atau bedak di hari

Pada beberapa kondisi (seperti kehamilan ektopik), dokter akan melakukan prosedur salpingektomi sebagai tindakan gawat darurat. Karena itu, pasien tidak akan sempat untuk melakukan langkah persiapan.

Bagaimana operasi pengangkatan tuba falopi dilakukan?

Secara umum, salpingektomi dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum sehingga pasien tidak sadar selama operasi. Dokter bedah dapat melakukan dua jenis operasi di bawah ini:

1. Laparoskopi

Teknik laparoskopi paling umum dilakukan karena termasuk prosedur minimal invasif. Jadi dokter hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil pada perut pasien.

Prosedur laparoskopi untuk salpingektomi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada pusar dan dua lokasi lain di perut pasien.
  • Dokter akan memasukkan laparoskop pada salah satu sayatan, dan alat pengisap di sayatan lain. Laparoskop berbentuk selang dengan kamera dan lampu di ujungnya.
  • Dokter akan mengisi rongga perut dengan gas karbon dioksida agar organ panggul bisa tampak dengan lebih jelas.
  • Laparoskop dapat membantu dokter untuk melihat kondisi organ panggul dan kedua tuba falopi pasien.
  • Dokter akan mengangkat salah satu atau kedua tuba falopi pasien.
  • Gas karbon dioksida akan kembali dialirkan agar dokter bisa memeriksa ada tidaknya perdarahan, serta membuang darah dan cairan berlebih.
  • Setelah prosedur selesai, dokter akan mengeluarkan alat-alat operasi lalu menutup sayatan dengan jahitan.

2. Laparotomi

Bila tuba falopi tidak bisa dicapai lewat laparoskopi, dokter akan melakukan salpingektomi dengan metode laparotomi atau bedah terbuka. Operasi ini melibatkan sayatan besar di perut pasien untuk mengangkat tuba falopi.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah salpingektomi?

Setelah operasi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Selama di ruangan ini, kondisi pasien akan dipantau oleh dokter dan tenaga medis lain. Mulai dari detak jantung, tekanan darah, hingga tingkat kesadaran.

Butuh waktu beberapa saat sampai efek obat bius hilang. Pasien mungkin mengalami mual, serta nyeri dan pegal di lokasi operasi.

Bila kondisi pasien stabil, pasien biasanya akan diizinkan untuk pulang. Namun ingatlah untuk segera menghubungi dokter apabila pasien mengalami:

  • Demam
  • Menggigil
  • Mual
  • Nyeri yang memburuk
  • Luka porasi yang mengeluarkan cairan, tampak kemerahan, atau membengkak
  • Perdarahan hebat dari vagina
  • Tidak bisa buang air kecil

Pasien juga perlu menghindari mengangkat beban dan berolahraga berat dalam seminggu pascaoperasi. Umumnya, durasi pemulihan total salpingektomi memakan waktu sekitar 3-6 minggu untuk laparotomi dan 2-4 minggu untuk laparoskopi.

Apa saja komplikasi pengangkatan tuba falopi?

Seperti operasi lainnya, salpingektomi juga memiliki beberapa risiko komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius.
  • Infeksi. Risiko ini lebih rendah salpingektomi dengan laparoskopi daripada operasi terbuka.
  • Perdarahan di organ dalam.
  • Perdarahan pada lokasi operasi.
  • Hernia atau turun berok.
  • Cedera pada pembuluh darah atau organ di sekitar lokasi operasi.
masalah infertilitasmasalah reproduksi

Healthline. https://www.healthline.com/health/salpingectomy
Diakses pada 20 Juni 2020

WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-fallopian-tube-procedures#1
Diakses pada 20 Juni 2020

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/salpingectomy
Diakses pada 20 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327146
Diakses pada 20 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email