Pengambilan Darah (Phlebotomy)

Phlebotomy adalah istilah medis untuk proses pengambilan darahPhlebotomy adalah proses pengambilan darah

Apa itu phlebotomy?

Phlebotomy adalah istilah medis untuk prosedur pengambilan darah dari pembuluh darah vena. Bagian tubuh yang paling sering menjadi lokasi prosedur ini adalah lipatan siku bagian dalam. 
Selain untuk keperluan menentukan penyebab dari keluhan yang dialami oleh pasien dan memastikan diagnosis, phlebotomy dapat dilakukan sebagai terapi pengobatan. Misalnya pada orang yang mengalami kelebihan sel darah merah atau zat besi dalam darah.Sampel darah yang diambil pada prosedur ini akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi klinik.

Kenapa phlebotomy diperlukan?

Tujuan dilakukannya phlebotomy meliputi:

1. Memastikan diagnosis

Prosedur flebotomi dapat dilakukan untuk membantu dokter memastikan diagnosis dari penyakit tertentu. Sebab, pada banyak gangguan kesehatan, pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk memastikan penyakit yang dirasakan oleh pasien. Beberapa penyakit yang dapat dideteksi dengan prosedur ini antara lain: 

2. Sebagai langkah pengobatan

Selain untuk memastikan diagnosis suatu penyakit, pengambilan darah bisa pula dilakukan untuk mengobati suatu peyakit. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang dapat disembuhkan dengan flebotomi:

Seberapa sering seseorang harus menjalani phlebotomy?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai seberapa sering seseorang harus menjalani prosedur ini. Dokter akan menganjurkan frekuensi pengambilan darah sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda alami.

Apa saja persiapan sebelum menjalani phlebotomy?

Pada beberapa kasus, dokter bisa meminta Anda untuk berpuasa selama 8-12 jam sebelum prosedur. Oleh karena itu, pastikan Anda mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Bagaimana prosedur phlebotomy dilakukan?

Secara garis besar, phlebotomy adalah proses yang sederhana dan dapat berlangsung cepat, yaitu selama 2-3 menit. Berikut langkah-langkahnya:
  • Pasien akan diminta duduk atau berbaring.
  • Pasien akan diminta mengepalkan tangan.
  • Petugas medis kemudian mengikat lengan atas Anda dengan tali tourniquet yang lentur. Dengan ini, darah akan terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, petugas akan membersihkan kulit pada area penusukan jarum dengan alkohol atau cairan antiseptik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi.
  • Petugas lalu menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah vena.
  • Begitu darah keluar, tabung khusus akan dipasang di belakang jarum suntik untuk menampung darah pasien.
  • Bila prosedur ini dilakukan untuk tujuan pengobatan, jarum akan dihubungkan dengan kantong khusus sebagai wadah penampungan darah.
  • Setelah jumlah darah dirasa cukup, jarum akan dicabut dan tali tourniquet akan dilepas.
  • Petugas akan menutup lokasi penyuntikan dengan plester steril.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah phlebotomy?

Setelah menjalani phlebotomy, Anda bisa merasakan sedikit rasa nyeri pada area penusukan jarum. Namun Anda tidak perlu khawatir karena biasanya efek ini hanya berlangsung selama beberapa hari dan bisa hilang dengan sendirinya.Dokter mungkin menyarankan Anda untuk minum banyak cairan, menghindari alkohol, dan menjauhi aktivitas berat selama beberapa jam setelah pengambilan darah.

Apa saja efek samping phlebotomy?

Phlebotomy termasuk prosedur yang relatif aman. Namun efek samping ringan dan komplikasi bisa saja terjadi. Beberapa orang, terutama yang punya rasa takut kepada jarum biasanya akan merasa tidak nyaman akibat proses penyuntikkannya, namun hal tersebut adalah hal yang wajar. Pada orang yang rasa takutnya cukup tinggi, mungkin akan terjadi penurunan atau justru kenaikan tekanan darah dan keringat yang mengucur cukup deras selama dan setelah prosedur selesai dilakukan. Hal ini tidaklah berbahaya, namun Anda bisa mempraktikkan beberapa teknik relaksasi untuk mengatasinya.Jika muncul sedikit rasa pusing setelah proses pengambilan darah, Anda bisa terlentang atau duduk sambil memposisikan kepala di antara dua lutut hingga rasa pusing hilang. Satu setelahnya, Anda juga mungkin akan mendapati kemerahan atau memar di area bekas penyuntikkan. Selain itu, rasa nyeri pun dapat muncul. Namun Anda tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang wajar dan dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
medical check updarah
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-phlebotomy#1
Diakses pada 18 Mei 2020
Medicinet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=4875
Diakses pada 18 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email