Pemeriksaan ROP dianjurkan untuk bayi prematur
Pemeriksaan ROP umumnya dilakukan pada bayi prematur

Apa itu pemeriksaan ROP?

Pemeriksaan ROP adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis retinopathy of prematurity (ROP). Retinopati ini terjadi pada bayi yang lahir prematur.

Selama tes ROP, dokter akan mengevaluasi kondisi bagian dalam bola mata. Khususnya, pembuluh darah retina dengan lensa khusus.

Pada bayi yang mengalami ROP, terbentuk pembuluh darah tidak normal pada area pinggir retina. Kondisi ini merupakan gangguan mata yang serius karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan nantinya pada anak. ROP paling sering terjadi pada bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 30 minggu.

Pemeriksaan ROP dilakukan untuk menapis atau screening terjadinya ROP pada bayi yang berisiko tinggi mengalami ROP. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin sampai dokter menilai bahwa pembuluh darah normal telah terbentuk sepenuhnya pada retina bayi. 

Kenapa pemeriksaan ROP diperlukan?

Pemeriksaan ROP dilakukan untuk menapis terjadinya ROP pada bayi yang berisiko tinggi mengalaminya. Risiko ini semakin meningkat pada bayi yang:

  • Prematur dan lahir sebelum usia kehamilan mencapai 30 minggu
  • Mengalami hiperoksia, yakni kadar oksigen yang terlalu tinggi dalam darah
  • Memiliki tekanan oksigen yang berubah-ubah dalam tubuhnya
  • Mengalami gangguan pertumbuhan janin
  • Diberi obat steroid setelah lahir
  • Mengidap sepsis, yaitu infeksi darah yang berat pada bayi
  • Memiliki kadar gula darah yang terlalu tinggi
  • Menjalani transfusi darah
  • Mengalami pertumbuhan setelah lahir yang kurang baik
  • Memiliki berat badan lahir kurang dari 1,5 kg

Seberapa sering pasien harus menjalani pemeriksaan ROP?

Seberapa sering bayi Anda harus menjalani pemeriksaan ROP tergantung dari hasil pemeriksaan awal ROP pada bayi. Berdasarkan hasil pemeriksaan ROP, jarak antara satu sesi pemeriksaan dengan pemeriksaan ROP berikutnya bervariasi antara 1-3 minggu.

Seperti disebutkan sebelumnya, pemeriksaan ROP dilakukan sampai dokter menilai bahwa seluruh pembuluh darah normal sudah terbentuk pada retina bayi. Oleh karena itu seberapa sering bayi Anda harus menjalani pemeriksaan ROP tergantung dari seberapa cepat terbentuknya pembuluh darah normal pada retina dan jarak pemeriksaan antara 1 sesi pemeriksaan dengan pemeriksaan berikutnya.

Apa saja persiapan untuk menjalani pemeriksaan ROP?

Persiapan yang dapat Anda lakukan pada bayi Anda sebelum menjalani pemeriksaan ROP antara lain:

  • Jangan menyusui bayi beberapa saat sebelum pemeriksaan
  • Bila diijinkan oleh dokter, Anda dapat menggunakan empeng untuk menenangkan bayi saat pemeriksaan
  • Dokter akan meneteskan obat tetes mata sebelum pemeriksaan untuk melebarkan pupil mata bayi. Hal ini bertujuan agar dokter lebih mudah menilai keadaan retina bayi.

Bagaimana pemeriksaan ROP dilakukan?

Pemeriksaan ROP biasanya berlangsung sekitar 30-60 menit dengan prosedur sebagai berikut:

  • Petugas medis akan bertugas menggendong dan menenangkan bayi Anda selama pemeriksaan berlangsung.
  • Alat khusus akan dipasang pada kelopak mata bayi Anda untuk memperlebar mata.
  • Dokter akan menggunakan lensa khusus untuk menilai keadaan pembuluh darah dalam retina bayi Anda.

Seperti apa hasil pemeriksaan ROP?

Dokter akan menentukan apakah bayi Anda mengalami ROP atau tidak. Bila iya, dokter akan menentukan lokasi terbentuknya pembuluh darah abnormal pada retina serta tingkat keparahannya. Dengan ini, dokter dapat menentukan jenis penanganan yang tepat.

Bila tidak ada tanda ROP, dokter akan mendeskripsikannya sebagai stadium 0. Namun apabila ditemukan tanda ROP pada pemeriksaan, dokter akan menentukan tingkat keparahannya menjadi 5 stadium:

  • Stadium 1

Terdapat garis putih yang memisahkan antara zona retina di bagian depan retina (yang belum diisi pembuluh darah), dengan zona di bagian belakang retina (yang sudah terisi pembuluh darah normal).

  • Stadium 2

Sebuah struktur seperti jembatan terbentuk dari garis pemisah pada zona seperti di stadium 1. Struktur ini dapat berkembang sampai di bagian atas retina.

  • Stadium 3

Terjadi pembentukan jaringan fibrosa dan pembuluh darah yang tidak normal di luar retina.

  • Stadium 4

Pada stadium ini, sebagian retina mungkin lepas.

  • Stadium 5

Pada stadium ini, seluruh retina lepas dan menemlep di bola mata.

Apa yang harus dilakukan bila hasil pemeriksaan ROP tidak normal?

Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan kepada Anda bagaimana hasil pemeriksaan ROP yang dilakukan. Bila hasil pemeriksaan ROP tidak normal, mungkin diperlukan penanganan untuk mencegah terlepasnya retina (retinal detachment) yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Penanganan yang dimaksud terdiri dari terapi ablasi dengan laser. Terapi ablasi laser dilakukan untuk menghancurkan pembuluh darah tidak normal yang terbentuk pada bagian pinggir retina.

Apa saja risiko pemeriksaan ROP?

Risiko pemeriksaan ROP terutama diakibatkan oleh obat tetes mata yang diberikan sebelum pemeriksaan. Risiko itu meliputi:

  • Rasa nyeri atau perih dan tidak nyaman pada mata
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Pembengkakan kelopak mata
  • Mata merah

Better Safer Care. https://www.bettersafercare.vic.gov.au/resources/clinical-guidance/maternity-and-newborn-clinical-network/retinopathy-of-prematurity-rop#goto-screening-criteria
Diakses pada 22 Juli 2020

Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=588196
Diakses pada 22 Juli 2020

Artikel Terkait

Infeksi pada vagina menjadi salah satu penyebab bayi lahir dalam kondisi prematur

Inilah Penyebab Kelahiran Bayi Prematur yang Mungkin Tidak Anda Sadari!

Bayi prematur yang lahir sebelum minggu ke-23 kehamilan, biasanya tidak dapat bertahan hidup. Sementara itu, bayi prematur yang lahir setelah minggu ke-28 kehamilan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.