Pemeriksaan Polisomnografi (Sleep Study)

08 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemeriksaan polisomnografi diperlukan oleh pasien dengan gangguan tidur.Pemeriksaan polisomnografi direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan tidur.

Apa itu pemeriksaan polisomnografi (sleep study)?

Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah tes yang yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan tidur. Selama pemeriksaan berlangsung, dokter akan mengukur gelombang otak, aktivitas otot rangka, kadar oksigen darah, detak jantung, tingkat pernapasan, dan gerakan mata untuk membantu memetakan siklus tidur pasien. Dokter juga akan mengamati pasien saat tidur, mencatat data tentang pola tidur dan mengidentifikasi jika ada gangguan tidur.
Polisomnografi biasanya dilakukan di unit gangguan tidur rumah sakit atau klinik untuk mengatasi gangguan tidur. Prosedur ini akan mencatat pola tidur Anda pada malam hari atau siang hari bagi pekerja shift yang biasanya tidur di siang hari.

Mengapa pemeriksaan polisomnografi diperlukan?

Proses tidur yang normal dimulai dengan tahapan yang disebut non-rapid eye movement (NREM). Selama tahap ini berlangsung, gelombang otak akan melambat secara signifikan. Mata Anda tidak akan bergerak bolak-balik dengan cepat di tahap NREM.Setelah 1-2 jam, tahap NREM beralih ke fase rapid eye movement (REM). Pada fase ini, aktivitas otak kembali pulih dan Anda akan tidur dengan mata yang bergerak cepat. Sebagian besar mimpi terjadi di tahapan tidur REM.Dalam satu sesi tidur malam, Anda akan melewati NREM dan REM dalam waktu sekitar 90 menit. Adanya gangguan tidur dapat menghambat proses tersebut. Gangguan tidur seperti kurangnya waktu tidur, tidur berjalan, atau sulit tidur, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah kesehatan. Pada orang yang kurang tidur, misalnya, risiko diabetes, hipertensi, dan terjadinya peradangan di tubuh akan meningkat.

Siapa saja yang perlu menjalani pemeriksaan polisomnografi?

Dokter dapat merekomendasikan polisomnografi jika mencurigai Anda memiliki kondisi:
  • Sleep apnea atau apnea tidur yang merupakan gangguan pernapasan saat tidur. Pada kondisi ini, pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk. Kondisi ini dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.
  • Periodic limb movement disorder (PLMD) atau gangguan gerakan tungkai periodik, yang ditandai dengan sentakan atau goyangkan kaki dan tangan saat tidur. Kondisi ini kadang-kadang berkaitan dengan sindrom kaki gelisah.
  • Narkolepsi yang ditandai dengan rasa kantuk di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba.
  • REM sleep behavior disorder atau gangguan perilaku tidur REM, dengan munculnya mimpi yang jelas seperti kejadian nyata saat Anda tidur.
  • Perilaku yang tidak biasa saat tidur. Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan polisomnografi jika Anda melakukan aktivitas yang tidak biasa seperti berjalan, banyak bergerak atau gerakan berirama selama tidur.
  • Insomnia kronis yang tidak dapat dijelaskan. Jika Anda secara konsisten kesulitan tidur atau selalu terjaga, dokter Anda dapat merekomendasikan pemeriksaan polisomnografi.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani pemeriksaan polisomnografi?

Sebelum pemeriksaan polisomnografi dimulai, Anda mungkin disarankan untuk menghindari minuman atau makanan yang mengandung alkohol maupun kafein pada siang dan malam hari sebelum prosedur dilaksanakan. Pasalnya, alkohol dan kafein dapat mengubah pola tidur Anda dan dapat memperburuk beberapa gejala gangguan tidur.Anda juga tidak disarankan untuk tidur siang di hari polisomnografi dilakukan. Anda biasanya akan diminta untuk mandi sebelum prosedur dilakukan. Namun jangan memakai lotion, gel, cologne atau makeup. Sebab, semua bahan-bahan tersebut dapat mengganggu penggunaan elektroda pada mesin penguji.

Bagaimana pemeriksaan polisomnografi dilakukan?

Pada hari prosedur dilaksanakan, Anda akan berbaring di fasilitas uji. Anda dapat membawa barang-barang yang biasa digunakan saat tidur seperti mengenakan pakaian tidur sendiri atau membawa bantal dan selimut pribadi.Kamar tempat polisomnografi berbentuk mirip dengan kamar hotel yang gelap dan sunyi. Anda tidak akan berbagi kamar dengan orang lain.Area tidur biasanya dipasang kamera video rendah cahaya, sehingga para teknisi polisomnografi yang memantau Anda dapat melihat yang terjadi di ruangan ketika lampu dipadamkan.Ruangan tersebut juga memiliki sistem audio, sehingga mereka dapat mendengar dan berbicara dengan Anda dari area pemantauan di luar ruangan.Setelah Anda bersiap-siap untuk tidur, salah satu petugas akan menempatkan sensor pada kulit kepala, pelipis, dada dan kaki Anda menggunakan perekat ringan, seperti lem atau selotip. Sensor dihubungkan oleh kabel ke komputer.Kabel tersebut cukup panjang untuk membuat Anda leluasa bergerak di tempat tidur. Klip kecil juga dipasang pada jari atau telinga Anda untuk memantau tingkat oksigen dalam darah.Saat Anda tidur, petugas medis akan memantau:
  • Gelombang otak
  • Gerakan mata
  • Detak jantung
  • Pola pernapasan
  • Tingkat oksigen darah
  • Posisi tubuh
  • Gerakan dada dan perut
  • Gerakan tungkai
  • Dengkuran dan kebisingan lain yang mungkin Anda buat saat tidur
Petugas polisomnografi akan memantau Anda sepanjang malam. Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat berbicara dengan mereka melalui peralatan pemantauan. Petugas bisa masuk ke kamar untuk melepaskan kabel jika Anda harus bangun di malam hari.Selama penelitian, petugas mungkin meminta Anda mencoba mesin positive airway pressure (PAP) untuk sleep apnea. Mesin ini terdiri dari perangkat nosepiece dengan penyegelan ketat yang menyalurkan aliran udara lembut untuk meningkatkan pernapasan Anda.Selain itu, mesin PAP yang lain, yakni, continuous positive airway pressure (CPAP) juga mungkin dipasangkan agar dapat memberikan aliran udara konstan yang membuat saluran udara terbuka saat Anda tidur.Bagi sebagian orang, mesin tekanan bi-level positive airway pressure (biPap atau bPap) mungkin merupakan pilihan yang lebih nyaman. Perangkat ini memberikan lebih banyak tekanan saat Anda menarik napas dan menurunkan tekanan saat mengembuskan napas.Anda mungkin memiliki kesempatan untuk mencoba perangkat PAP sebelum polisomnografi dimulai sehingga Anda tidak kaget jika petugas menyarankan Anda mencoba perangkat tersebut di malam hari. Jika perlu, oksigen juga dapat digunakan selama penelitian untuk meningkatkan pernapasan Anda.Meskipun Anda mungkin tidak akan tertidur dengan mudah atau tidur nyenyak seperti di rumah, tapi hal tersebut biasanya tidak mempengaruhi hasil tes. Tidur semalaman tidak diperlukan untuk mendapatkan hasil polisomnografi yang akurat.

Seperti apa hasil pemeriksaan polisomnografi?

Pengukuran yang direkam selama polisomnografi memberikan banyak informasi tentang pola tidur Anda. Berikut ini contohnya:
  • Gelombang otak dan gerakan mata selama tidur dapat membantu tim medis menilai tahap tidur yang Anda miliki dan mengidentifikasi gangguan tidur sesuai tahapannya seperti narkolepsi dan gangguan perilaku tidur REM.
  • Perubahan detak jantung dan pernapasan serta perubahan oksigen darah yang abnormal selama tidur dapat menandakan terjadinya sleep apnea.
  • Gerakan kaki yang sering mengganggu tidur Anda mungkin mengindikasikan gangguan gerakan ekstremitas berkala.
  • Gerakan atau perilaku yang tidak biasa selama tidur mungkin merupakan tanda-tanda gangguan perilaku tidur REM atau gangguan tidur lainnya.
Informasi yang dikumpulkan selama polisomnografi dievaluasi pertama kali oleh teknisi polisomnografi, dengan data untuk memetakan tahapan dan siklus tidur Anda. Kemudian informasi tersebut akan ditinjau oleh dokter Anda.Pada pertemuan lanjutan, dokter akan meninjau hasilnya bersama Anda. Berdasarkan data yang dikumpulkan, dokter akan mendiskusikan perawatan atau evaluasi lebih lanjut yang mungkin Anda butuhkan.

Apa risiko dari pemeriksaan polisomnografi?

Pemeriksaan polisomnografi adalah tes non-invasif dan tidak menyakitkan. Efek samping yang paling umum adalah iritasi kulit yang disebabkan oleh penggunaan perekat untuk menempelkan sensor uji pada kulit Anda.
gangguan tidurinsomnianarkolepsi
Healthline. https://www.healthline.com/health/polysomnography#aftercare
Diakses pada 2 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/polysomnography/about/pac-20394877
Diakses pada 2 Juni 2020
Healthy Sleep, Harvard Medical School. http://healthysleep.med.harvard.edu/healthy/matters/consequences/sleep-and-disease-risk
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email