Pemeriksaan HbA1C

26 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pemeriksaan HbA1C bisa mengantisipasi kondisi pradiabetes.Pemeriksaan HbA1C bisa memperlihatkan kadar gula darah rata-rata dalam 2 bulan terakhir.

Apa itu pemeriksaan HbA1C?

Pemeriksaan Hemoglobin a1c (HbA1C ) adalah salah satu jenis tes gula darah yang dapat mengukur kadar glukosa dalam 3 bulan terakhir. 

Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 serta mengevaluasi keberhasilan pengobatan diabetes yang telah diberikan. 

Secara alami, gula (glukosa) akan bertahan di dalam darah dengan menempel pada hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Pemeriksaan HbA1C dilakukan dengan mengukur persentase hemoglobin yang terlapisi oleh glukosa tersebut. 

Mengingat usia sel darah merah di dalam tubuh rata-rata adalah tiga bulan, maka tes ini dapat memberikan gambaran kadar gula darah Anda dalam jangka waktu tersebut.

Mengapa prosedur pemeriksaan HbA1C perlu dilakukan?

Biasanya, dokter akan menginstruksikan tes HbA1c apabila:

  • Perlu mengidentifikasi adanya kondisi prediabetes
  • Mendiagnosis diabetes tipe 1 dan tipe 2 bersamaan dengan tes diabetes lainnya
  • Mengevaluasi efektivitas terapi dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Frekuensi dari pemeriksaan HbA1C bergantung dari tipe diabetes yang Anda miliki, rencana terapi, dan respons tubuh terhadap pengobatan diabetes. Anda akan lebih sering menjalani tes HbA1C bila dokter mengganti rencana terapi atau memberikan obat-obatan untuk diabetes yang baru.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur pemeriksaan HbA1C?

Pemeriksaan HbA1C adalah tes darah sederhana. Tidak ada persiapan khusus yang perlu Anda lakukan. Anda juga tidak perlu berpuasa sebelum menjalani prosedur pemeriksaan HbA1C. 

Berbeda dengan tes gula darah puasa, pemeriksaan HbA1C adalah tidak terpengaruh dengan perubahan kadar gula darah yang hanya terjadi sementara akibat konsumsi makanan atau minuman. 

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur pemeriksaan HbA1C?

Tim medis akan mengambil darah melalui pembuluh darah vena dengan jarum suntik atau melalui pembuluh darah kapiler di jari dengan jarum maupun lancet. Darah yang terambil akan dikirim ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan HbA1C.

Anda dapat beraktivitas kembali seperti semula setelah prosedur pemeriksaan HbA1C dilakukan.

Kadar normal HbA1C

Hasil pemeriksaan HbA1C dilaporkan dalam bentuk persentase. Persentase ini menunjukkan berapa persen hemoglobin yang terlapisi oleh gula di dalam darah. Berikut ini hasil pemeriksaan normal dan tidak normalnya:

  • Normal : < 5.7%
  • Prediabetes : 5.7-6.4%
  • Diabetes : ≥ 6.5%

Jika kadar HbA1C mencapai 8%, Anda perlu berhati-hati karena ini bisa jadi salah satu tanda diabetes tidak terkontrol.

Hasil satu kali pemeriksaan HbA1C tidak mengindikasikan bahwa seseorang menderita diabetes. Dokter juga akan melakukan evaluasi gula darah. Apabila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL, pasien dinyatakan menderita diabetes.

Faktor yang memengaruhi hasil tes HbA1C

Beberapa faktor atau kondisi yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan HbA1C, yaitu:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Gangguan darah seperti anemia sel sabit
  • Baru saja mendapat transfusi atau kehilangan darah
  • Mengidap penyakit gagal ginjal,  kadar kolesterol tinggi, atau gangguan hati
  • Kadar zat besi yang rendah
  • Sakit dan stres
  • Konsumsi alkohol dan obat-obatan atau obat-obatan tertentu (seperti steroid, vitamin C dan E)

Bila Anda memiliki salah satu kondisi di atas, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes gula darah lainnya. 

Saat hasil pemeriksaan HbA1C dan pemeriksaan gula darah mengindikasikan penyakit diabetes tetapi tidak disertai gejala klinis, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan ulang.

Seberapa sering tes HbA1C perlu dilakukan?

Frekuensi tes HbA1C dapat berbeda pada tiap individu, tergantung pada kondisi kesehatan yang dimiliki orang tersebut. 

Umumnya, ukuran seberapa sering tes HbA1C, didasarkan pada hal berikut:

1. Penderita diabetes

  • Pasien diabetes yang bisa mengontrol kadar gula darah secara konsisten dapat melakukan pemeriksaan HbA1c minimal 2 kali setahun (setiap 6 bulan)
  • Pasien diabetes yang tidak bisa mengontrol gula darah secara konsisten perlu melakukan tes kadar HbA1c 4 kali setahun (setiap 3 bulan).
  • Pasien diabetes yang akan menjalani rencana pengobatan baru perlu melakukan tes HbA1c 4 kali setahun (setiap 3 bulan). Hal ini ditujukan untuk membantu dokter menentukan seberapa baik pengobatan baru tersebut bekerja.
  • Pasien diabetes yang sedang hamil perlu memeriksa kadar HbA1c Anda lebih sering. Biasanya dianjurkan setiap bulan untuk menghindari komplikasi pada janin.

2. Pasien prediabetes

  • Secara umum, pemeriksaan HbA1c perlu dilakukan setidaknya setahun sekali jika Anda dinyatakan memiliki kondisi prediabetes. 
  • Cek HbA1C lebih baik dilakukan setiap 2 kali setahun (6 bulan sekali) apabila kondisi prediabetes yang Anda miliki disertai dengan kondisi lain seperti:
    • Penyakit jantung
    • Indeks massa tubuh (IMT) Anda berada dalam kisaran obesitas (IMT 30 atau lebih)
    • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
  • Pengujian HbA1c bisa dilakukan lebih dari dua kali setahun, seperti 4 kali setahun (setiap 3 bulan) bagi pasien prediabetes yang sedang menjalani program penurunan kadar gula darah, seperti diet khusus atau program olahraga. Hal ini berguna untuk memantau kemajuan dari program tersebut.
diabetesgula darah

CDC. https://www.cdc.gov/diabetes/managing/managing-blood-sugar/a1c.html#
Diakses pada 27 Oktober 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/a1c-test/about/pac-20384643?page=0&citems=10
Diakses pada 27 Oktober 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265443
Diakses pada 26 Februari 2020

Everlywell. https://www.everlywell.com/blog/hba1c/high-blood-sugar-heres-how-often-you-should-check-your-hba1c-levels/
Diakses pada 27 Oktober 2021

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/ask-the-doctor-whats-the-difference-between-blood-sugar-and-hemoglobin-a1
Diakses pada 27 Oktober 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email