Pemeriksaan enzim jantung dilakukan dengan pengambilan darah.
Pemeriksaan enzim jantung juga sekaligus bisa melihat kondisi kadar gula darah.

Apa itu prosedur pemeriksaan enzim jantung?

Prosedur pemeriksaan enzim jantung dilakukan apabila dokter mencurigai Anda mengalami serangan jantung, atau baru saja mengalami serangan jantung. Pemeriksaan enzim jantung bertujuan untuk memeriksa beberapa protein yang bersirkulasi di pembuluh darah Anda, seperti:

  • Troponin T dan Troponin I, yang merupakan protein dari jaringan jantung dan kadarnya meningkat 3-4 jam setelah terjadi kerusakan pada jantung
  • Kreatin kinase (Creatinine kinase atau CK) dan CK-MB, yang merupakan protein dari jaringan jantung dan otot rangka. Protein ini meningkat 3-6 jam setelah kerusakan jantung dan mencapai puncak pada 18-24 jam pada CK dan 12-14 jam pada CKMB
  • Myoglobin, yang merupakan protein dari jaringan jantung dan sel otot lainnya. Myoglobin meningkat 2-3 jam setelah terjadi kerusakan pada jantung, dan mencapai puncak pada 8-12 jam.

Mengapa prosedur pemeriksaan enzim jantung perlu dilakukan?

Prosedur pemeriksaan enzim jantung perlu dilakukan apabila dokter mencurigai Anda terkena serangan jantung atau baru saja mengalami serangan jantung. Enzim-enzim jantung ini dilepaskan pada saat otot-otot jantung mengalami kerusakan. Troponin T merupakan kunci pertanda enzim jantung yang bila jumlahnya meningkat, mengindikasikan jantung sedang dalam kondisi stres atau kekurangan pasokan oksigen.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur pemeriksaan enzim jantung?

Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum menjalani prosedur pemeriksaan enzim jantung. Anda tidak perlu berpuasa atau menghentikan penggunaan beberapa obat-obatan. Beritahukan pada dokter Anda terkait hal-hal di bawah ini:

  • Obat-obatan dan suplemen yang Anda konsumsi
  • Riwayat atau kondisi tekanan darah tinggi
  • Riwayat penyakit jantung atau stroke
  • Riwayat pembedahan atau prosedur lainnya
  • Jangka waktu timbulnya gejala
  • Kondisi alergi terhadap lateks (jika ada)

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur pemeriksaan enzim jantung?

Prosedur pemeriksaan enzim jantung serupa dengan pemeriksaan darah lain. Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan tabung khusus yang dihubungkan dengan jarum. Darah akan diambil melalui pembuluh darah vena di lengan. Anda akan merasakan rasa nyeri kecil pada saat jarum dimasukkan.

Selain mengevaluasi enzim jantung, beberapa parameter lain juga akan diperiksa secara bersamaan seperti:

  • Profil kolesterol darah
  • Kadar gula darah
  • Profil darah lengkap
  • Kadar elektrolit
  • Kadar B-type natriuretic peptide (BNP)

Hasil apa yang didapatkan dari pemeriksaan enzim jantung?

Hasil pemeriksaan enzim jantung dapat mengindikasikan serangan jantung atau tidak. Contohnya, pada orang muda yang sehat, troponin T tidak akan ditemukan di dalam darah. Sementara itu pada orang yang mengalami kerusakan otot jantung akibat serangan jantung, kadar troponin T dapat ditemukan meningkat di dalam darah.

Selain itu ada beberapa yang dapat menyebabkan peningkatan enzim jantung seperti:

  • Hipertensi paru
  • Sepsis
  • Atrial fibrilasi
  • Penyakit katup jantung
  • Jantung berdebar (takikardia)
  • Penyumbatan arteri di paru (emboli paru)
  • Penyakit ginjal
  • Gagal jantung kongestif
  • Cedera atau trauma pada otot jantung akibat kecelakaan atau latihan yang berkepanjangan
  • Pembengkakan otot jantung
  • Operasi jantung terbuka
  • Pemasangan ring jantung
  • Ablasi jantung

Oleh karena itu, dokter akan meng onfirmasi hasil pemeriksaan enzim jantung dengan pemeriksaan elektrokardiografi untuk memastikan ada atau tidak adanya serangan jantung.

Apa saja risiko dari prosedur pemeriksaan enzim jantung?

Pemeriksaan enzim jantung merupakan tindakan yang dilakukan dengan prosedur yang sederhana dan bebas nyeri. Lebam dan perih di tempat pengambilan darah akan menghilang dengan sendirinya.

Lab Tests Online.
https://labtestsonline.org/tests/cardiac-biomarkers
Diakses pada 17 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321684#other-causes
Diakses pada 17 Maret 2020

Artikel Terkait

Baiknya tidak minum kopi lebih dari enam cangkir sehari agar tidak menimbulkan masalah kesehatan

Berapa Batas Maksimal Minum Kopi Sehari yang Baik untuk Tubuh?

Minum kopi dalam satu hari sebaiknya tidak melebihi batas maksimal. Hasil studi terbaru menyarankan untuk tidak meminum kopi lebih dari enam cangkir dalam satu hari. Konsumsi kopi berlebihan dapat memicu penyakit jantung dan gangguan lain.