Tes Kalium

04 Mar 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes kalium bisa dilakukan untuk mendiagnosis tekanan darah tinggi.Tes kalium biasanya termasuk dalam pemeriksaan darah rutin.

Apa itu prosedur tes kalium?

Pemeriksaan elektrolit darah atau tes kalium (potasium) dilakukan untuk mengukur tingkat kalium dalam darah. Kalium merupakan zat elektrolit yang penting untuk fungsi otot dan saraf. Kalium dapat Anda peroleh antara lain dengan mengomsumsi kacang merah, ubi jalar, kentang, bayam, papaya, pisang, kacang pinto, dan kacang lima.

Tingkat kalium dalam darah harus dapat Anda jaga agar selalu pada nilai normal. Sebab jika tidak, Anda dapat mengalami permasalahan medis yang serius. Tes ini sering termasuk dalam serangkaian tes darah rutin yang sering disebut dengan panel elektrolit.

Tes kalium inipun dapat digunakan untuk memantau atau mendiagnosis berbagai jenis gangguan medis yang berkaitan dengan tingkat kalium abnormal seperti penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Mengapa prosedur tes kalium perlu dilakukan?

Tes kalium umumnya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin dari kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau penyakit ginjal. Selain itu, tes kalium juga diperlukan untuk:

  • Memeriksa atau memantau ketidakseimbangan elektrolit
  • Memantau efek obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi kadar kalium dalam tubuh seperti diuretik, obat jantung, dan obat tekanan darah tinggi
  • Mendiagnosis masalah jantung dan tekanan darah tinggi
  • Mendiagnosis penyakit ginjal
  • Memeriksa kondisi asidosis metabolik, yaitu kondisi yang muncul ketika ginjal tidak dapat memproduksi cukup asam dari tubuh, atau ketika tubuh malah memproduksi terlalu banyak asam
  • Mendiagnosis alkalosis atau kondisi yang terjadi ketika cairan tubuh memiliki alkali berlebihan, dan muncul peningkatan pH darah diatas 7,43

Selain itu, Anda mungkin memerlukan tes ini jika kadar elektrolit dalam tubuh terlalu tinggi dengan gejala berupa:

Saat kadar elektrolit dalam tubuh Anda rendah, akan muncul gejala seperti berikut ini:

  • Detak jantung tidak teratur
  • Kram otot
  • Kelelahan
  • Mual
  • Sembelit
  • Kedutan

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur tes kalium?

Sebelum menjalani tes kalium, Anda tidak memerlukan persiapan apapun. Namun jika akan menjalani tes lainnya (bukan hanya pemeriksaan elektrolit) maka Anda mungkin perlu berpuasa selama beberapa jam sebelumnya.

Selain itu, Anda sebaiknya berhenti mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan elektrolit. Jangan lupa sampaikan pada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda. Dokter akan memberi instruksi lebih lanjut kepada Anda.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur tes kalium?

Tes kalium dilakukan dengan mengambil sampel darah melalui vena dan hanya memerlukan waktu kurang lebih 5 menit. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Dokter akan membersihkan area kulit di lengan atau tangan Anda dengan cairan antiseptik.
  2. Dokter akan menekan bagian lengan atas Anda dengan tali elastis khusus yang digunakan untuk membantu mengumpulkan darah di pembuluh darah dan membuat vena lebih terlihat.
  3. Dokter akan menyuntikkan jarum steril ke dalam pembuluh darah melalui lengan dan melakukan pengambilan. Jumlah darah yang diambil tergantung pada jumlah tes yang diperlukan.
  4. Dokter akan membalut atau menutup luka tusukan dengan perban. Pada saat penyuntikan berlangsung, Anda kemungkinan akan merasa sakit dan sedikit nyeri.

Hasil apa yang didapatkan dari tes kalium?

Anda dapat memperoleh hasil tes ini dalam waktu beberapa hari setelah melakukan tes. Kadar kalium normal berkisar pada angka 3,6 sampai 5,2 milimol per meter. Namun, setiap laboratorium memiliki kisaran normal tersendiri. Sehingga, ada baiknya Anda meminta bantuan dokter untuk membacakan hasil tes tersebut.

Jika kadar elektrolit lebih tinggi dari angka normal atau dapat disebut dengan hiperkalemia, maka Anda mungkin mengalami:

  • Penyakit ginjal
  • Peningkatan kalium karena luka bakar
  • Penyakit Addison, yaitu hormon dengan gejala berupa rasa lemah, pusing, dehidrasi dan penurunan berat badan
  • Diabetes tipe 1
  • Efek mengonsumsi obat-obatan seperti antibiotik atau diuretik

Jika kadar elektrolit lebih rendah dari angka normal, maka Anda mungkin mengalami:

  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah
  • Overdosis acetaminophen
  • Hiperaldosteronisme
  • Sindrom Cushing, yang terjadi karena tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan
  • Ketoasidosis diabetik
  • Kekurangan asam folat

Apa saja risiko dari prosedur tes kalium?

Risiko dari tes kalium serupa dengan tes darah lainnya, yaitu perdarahan, infeksi, memar pada sekitar area penyuntikan, pusing, bahkan pingsan. Dalam beberapa kasus, perawat ataupun dokter mungkin kesulitan menemukan vena yang sesuai.

Kapan harus kembali berkonsultasi dengan dokter setelah menjalani tes kalium?

Jika hasil tes menunjukkan adanya penyakit ginjal atau penyakit lainnya, maka Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan elektrolit secara teratur.

tekanan darah tinggikelebihan kaliumkalium

Medline Plus. https://medlineplus.gov/hepatitisb.html
Diakses pada 4 Maret 2020

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2109144-overview
Diakses pada 4 Maret 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-b/
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b?print=true
Diakses pada 4 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email