Pemeriksaan Diabetes

Pemeriksaan diabetes bisa dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari ujung jari.
Salah satu pemeriksaan diabetes adalah pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), dari ujung jari.

Apa itu prosedur pemeriksaan diabetes?

Untuk mengetahui seseorang mengidap diabetes, dilakukan berbagai prosedur pemeriksaan diabetes untuk mengecek kadar gula darah tubuh. Kadar gula darah yang tinggi akibat kurangnya hormon insulin, hormon yang mengatur metabolisme gula darah, bisa memicu diabetes. Penyakit yang identik dengan penyakit orang tua ini, nyatanya dapat menyerang semua kalangan usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

Mengapa prosedur pemeriksaan diabetes perlu dilakukan?

Prosedur pemeriksaan diabetes perlu dilakukan untuk orang-orang yang menunjukkan gejala diabetes, tapi belum pernah terdiagnosis. Gejala khas diabetes meliputi:

  • Poliuria (sering buang air kecil)
  • Polidipsi (mudah haus)
  • Polifagia (mudah lapar)
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Keluhan lain yang perlu dicurigai adalah lemah badan, kesemutan, gatal pada daerah lipatan paha dan kemaluan, penglihatan kabur, disfungsi ereksi pada pria serta pruritus vulvae (gatal dan kemerahan pada vagina) yang diderita para wanita.

Sementara itu untuk pasien yang sudah didiagnosis diabetes, pemeriksaan ini diperlukan untuk memonitoring kadar gula darah, menentukan obat dan dosis yang sesuai, serta program pengendalian diabetes lainnya seperti edukasi, intervensi diet dan olahraga.

Bila Anda tidak menunjukkan gejala khas diabetes, namun termasuk orang risiko tinggi diabetes, pemeriksaan pun perlu dilakukan. Orang dengan kondisi berikut ini, berisiko tinggi terhadap diabetes:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes (first degree relative DM, misalnya ayah, ibu, kakak dan adik). Namun, mempunyai nenek kakek atau paman serta bibi yang mengidap diabetes tidak termasuk kriteria ini.
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal
  • Mengalami obesitas
  • Menjalani gaya hidup tidak sehat (sedentary lifestyle)
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram
  • Wanita dengan sindrom polikistik ovarium (PCOS)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Mengalami hipertensi (tekanan darah >140/90 atau sedang menjalani terapi hipertensi)
  • Memiliki kolesterol tinggi (Trigliserida >250 mg/dl dan atau HDL <35 mg/dl)

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur pemeriksaan diabetes?

Apabila dicurigai mengidap diabetes karena mengalami gejala-gejala khas diabetes atau termasuk orang risiko tinggi diabetes, maka dokter akan menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh untuk kadar gula darah Anda.

Dokter akan meminta Anda beraktivitas dan mengonsumsi karbohidrat yang cukup, 3 hari sebelum pemeriksaan. Berpuasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan gula darah puasa (GDP) dan HbA1C juga diperlukan. Pada saat berpuasa, Anda tetap diperbolehkan minum air putih maupun minuman lain tanpa gula. Namun untuk pemeriksaan gula darah sewaktu, Anda tidak perlu melakukan puasa.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur pemeriksaan diabetes?

Pemeriksaan diabetes meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa (GDP), gula darah 2 jam setelah makan (GD2PP) dan HbA1C. Pemeriksaan gula darah dilakukan melalui pengambilan sampel berupa plasma darah dari pembuluh darah vena. Sementara itu, pemantauan hasil pengobatan dilakukan dengan pemeriksaan gula darah kapiler. Dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai jenis prosedur, seperti berikut ini.

1. Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS)

Anda tidak perlu puasa terlebih dahulu. Dokter akan membersihkan ujung jari Anda dengan bahan antiseptik, dan menyuntikkan jarum kecil. Darah yang keluar akan dicek oleh alat khusus (glukometer) dan hasil dapat diketahui langsung pada saat itu.

2. Pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP)

Anda perlu puasa 8-10 jam sebelum pengambilan darah. Dokter akan membersihkan lipatan siku Anda dengan cairan antiseptik dan mengambil darah menggunakan suntikan. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dibaca hasilnya.

3. Pemeriksaan Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GD2PP)

Setelah melakukan pemeriksaan gula darah puasa (GDP), Anda dipersilahkan makan dan minum, dan setelah 2 jam, darah akan diambil lagi untuk pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial (GD2PP). Prosedurnya sama dengan GDP. Dokter akan membersihkan lipatan siku Anda menggunakan antiseptik dan mengambil darah dengan suntikan. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

4. Pemeriksaan HbA1c

Awalnya pemeriksaan ini dilakukan khusus untuk orang yang sudah didiagnosis diabetes melitus, namun menurut pedoman PERKENI terbaru, HbA1C dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus. Dokter akan melakukan antiseptik pada lipat siku Anda dan mengambil darah dengan suntikan.

Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dibaca hasilnya. Namun, pad kondisi tertentu seperti anemia, riwayat transfusi darah 2-3 bulan terakhir, atau gangguan ginjal dan hemoglobinopati (kondisi yang mempengaruhi umur sel darah merah), HbA1C tidak dapat dipakai sebagai alat diagnosis maupun evaluasi.

5. Pemeriksaan Penyaring berupa Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Pemeriksaan ini dilakukan pada orang-orang dengan hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi kriteria normal ataupun kriteria DM. Golongan ini adalah kelompok prediabetes yang harus menjalani pemeriksaan TTGO. Sebelum pemeriksaan ini, diperlukan puasa 8 jam sebelum pemeriksaan. Selanjutnya, sampel darah diambil untuk pemeriksaan GDP.

Setelah itu, tim medis akan menginstruksikan untuk minum larutan glukosa 75 gram (orang dewasa) atau 1.75 gr/kgBB (untuk anak-anak) yang dilarutkan pada 250 ml dan harus diminum dalam waktu 5 menit. Setelah itu, Anda berpuasa kembali dan setelah 2 jam Anda akan kembali menjalani pengambilan darah kembali sebagai sampel kedua. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Selama pemeriksaan, Anda harus tetap istirahat dan tidak merokok.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur pemeriksaan diabetes?

Anda dinyatakan mengidap diabetes melitus bila hasil pemeriksaan menunjukkan:

  • Gejala klasik + GDS ≥ 200 mg/dl
  • Gejala klasik ≥ 126 mg/dl
  • Gejala khas + GD 2 jam TTGO ≥ 200 mg/dl
  • Tanpa gejala khas + 2 kali pemeriksaan GDP ≥ 126 mg/dl
  • Tanpa gejala khas + 2 kali pemeriksaan GDS ≥ 200 mg/dl
  • Tanpa gejala khas + 2 kali pemeriksaan GD 2 jam TTGO ≥ 200 mg/dl
  • HbA1C ≥ 6.5 % tanpa ada penyakit lain yang menyebabkan HbA1C meningkat

Berikut ini penjelasan singkatnya:

Apa risiko dari prosedur pemeriksaan diabetes?

Tidak ada risiko yang membahayakan dari prosedur pemeriksaan diabetes, kecuali jika Anda takut akan jarum. Perdarahan pun jarang terjadi. Anda juga mungkin merasakan sensasi nyeri pada luka bekas suntikan. Pada pemeriksaan TTGO, risiko yang mungkin terjadi adalah rasa mual dan lemas. Namun semua prosedur pemeriksaan diabetes relatif aman.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/01/4.-Konsensus-Pengelolaan-dan-Pencegahan-Diabetes-melitus-tipe-2-di-Indonesia-PERKENI-2015.pdf
Diakses pada 18 April 2020

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/12/Pedoman-Pengelolaan-Glukosa-Darah-Mandiri-2019.pdf
Diakses pada 18 April 2020

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. http://repo.unand.ac.id/21867/1/Buku%20Diabetes%20Melitus%20%28Lengkap%29.pdf
Diakses pada 18 April 2020

Artikel Terkait

Malaise adalah rasa tidak enak badan serta lelah tanpa penyebab yang jelas

Malaise adalah Rasa Tidak Enak Badan yang Tidak Boleh Disepelekan

Malaise adalah perasaan tidak nyaman, pegal-pegal, dan lelah tanpa sebab yang jelas. Apabila berkelanjutan, keluhan ini perlu diperiksa untuk mencegah gejala penyakit kronis.