Pemeriksaan Anemia

29 May 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemeriksaan anemia hanya bisa dilakikan dengan tes darahPemeriksaan anemia harus dilakukan lewat tes darah

Apa itu pemeriksaan anemia?

Anemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kurangnya sel darah merah atau hemoglobin di dalam tubuh. Karena itu, penyakit ini juga sering disebut kurang darah.
Penyakit anemia dapat disebabkan oleh banyak hal. Penting untuk menentukan penyebabnya agar pengobatan bisa diberikan dengan tepat.Berikut beberapa jenis anemia berdasarkan penyebabnya:
  • Anemia defisiensi besi

Kondisi ini disebabkan oleh kadar zat besi yang rendah dalam darah. Anemia defisiensi besi seringkali terjadi karena tubuh kehilangan banyak darah. Misalnya, menstruasi yang deras atau pendarahan saluran cerna.
  • Anemia defisiensi vitamin

Jenis anemia ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan vitamin B12, asam folat, atau vitamin C.
  • Anemia aplastik

Anemia aplastik terjadi karena sumsum tulang belakang gagal memproduksi sel-sel darah.
  • Anemia hemolitik

Anemia ini disebabkan oleh tubuh yang menghancurkan sel-sel darah merah sebelum waktunya.
  • Anemia sel sabit

Penyakit keturunan ini ditandai dengan sel darah merah berbentuk tidak normal, yakni seperti bulan sabit.
  • Talasemia

Talasemia juga termasuk penyakit keturunan. Kondisi ini ditandai dengan kelainan bentuk hemoglobin, sehingga sel darah merah hancur sebelum waktunya.Pemeriksaan anemia dilakukan melalui tes darah untuk membantu dokter dalam mendiagnosis jenis anemia dan mencari tahu penyebab yang mendasarinya.

Apa saja jenis pemeriksaan anemia?

Beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan meliputi:
  • Tes darah lengkap
  • Tes kadar retikulosit
  • Apus darah tepi
Sementara pemeriksaan tambahan lainnya bisa berupa:
  • Tes zat besi, vitamin B12, dan asam folat
  • Elektroforesis hemoglobin

Kenapa pemeriksaan anemia diperlukan?

Anemia dapat disebabkan oleh banyak hal dan memiliki tingkat keparahan yang bervariasi pada tiap penderita.Dengan menjalani pemeriksaan anemia, dokter dapat menentukan jenis anemia, penyebab yang mendasari, serta tingkat keparahannya. Hal ini penting dilakukan karena pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya.

Siapa yang membutuhkan pemeriksaan anemia?

Pemeriksaan anemia dianjurkan oleh dokter pada orang yang mengalami gejala-gejala anemia. Gejala tersebut umumnya meliputi:

1. Gejala anemia yang umum

  • Rasa lelah
  • Kurang bertenaga
  • Kulit yang pucat
  • Pusing dan sakit kepala

2. Gejala enamia yang parah

Pada penderita anemia berat, gejalanya bisa berupa:
  • Kedinginan
  • Mati rasa pada tangan dan kaki
  • Sesak napas
  • Denyut jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Nyeri dada

Bagaimana pemeriksaan anemia dilakukan?

Pemeriksaan anemia membutuhkan pengambilan sampel darah oleh tenaga medis. Berikut prosedurnya:
  • Tenaga medis akan membersihkan lokasi pengambilan darah (biasanya pada siku bagian dalam) pasien dengan cairan antiseptik. Langkah ini akan membunuh kuman di permukaan kulit, sehingga mencegah infeksi.
  • Lengan atas akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul dan pembuluh darah vena mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah akan diambil dengan cara menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum suntik untuk enampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang ditusuk akan ditutup dengan perban steril.
Proses pengambian darah biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri saat jarum disuntikkan atau dilepaskan.

Seperti apa hasil pemeriksaan anemia?

Hasil pemeriksaan anemia tergantung pada jenis pemeriksaannya. mari simak penjelasan di bawah ini:

1. Tes darah lengkap

Anemia biasanya dideteksi dari tes darah rutin. Tes ini disebut tes darah lengkap dan akan menghitung jumlah serta proporsi sel darah dalam pembuluh darah.Pada penderita anemia, beberapa komponen tes darah lengkap akan menunjukkan hasil tidak normal. Komponen ini meliputi:
  • Kadar sel darah merah yang rendah
  • Kadar hemoglobin yang rendah
  • Kadar hematokrit yang rendah
  • Indeks sel darah merah yang tidak normal
Indeks sel darah merah terdiri atas mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular hemoglobin (MCH), dan mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC).Indeks sel darah merah dapat memberi gambaran terkait ukuran sel darah merah dan kadar hemoglobin dalam sel darah merah. Karakteristik ini akan membantu dokter untuk menentukan jenis anemia.

2. Apus darah tepi dan hitung jenis

Ketika hasil tes darah lengkap menunjukkan adanya anemia, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa apus darah tepi dan hitung jenis sel darah putih.Lewat kedua pemeriksaan tersebut, dokter dapat melihat bentuk sel darah merah sekaligus ada tidaknya sel abnormal dalam darah. Dengan ini, dokter dapat mendiagnosis jenis anemia yang dialami oleh pasien.

3. Hitung kadar retikulosit

Retikulosit adalah sel darah merah yang masih muda. Pemeriksaan ini juga bertujuan menentukan penyebab dan jenis anemia. Misalnya, pasien dengan kadar retikulosit rendah bisa menandakan gangguan produksi sel darah merah di sumsum tulang belakang.

4. Tes zat besi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis anemia defisiensi besi. Secara umum, tiga jenis tes zat besi berikut yang bisa dijalani oleh pasien:
  • Tes besi serum untuk mengukur jumlah zat besi dalam darah.
  • Tes feritin serum untuk mengukur jumlah protein yang membantu dalam menyimpan zat besi dalam tubuh.
  • Tes transferin untuk memeriksa seberapa baik zat besi diangkut dalam darah. Tes ini juga dikenal dengan nama total iron-binding capacity test (TIBC).

5. Hitung kadar vitamin B12 dan asam folat

Vitamin B12 dan B9 (folat) diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Jika kadar kedua vitamin ini menunjukan angka di bawah normal, dokter bisa mendiagnosis pasien dengan anemia defisiensi B12 dan folat.

6. Elektroforesis hemoglobin

Tes elektroforesis hemoglobin dilakukan untuk mengevaluasi bentuk hemoglobin yang tidak normal. Hal ini ditemukan pada penderita talasemia dan anemia sel sabit.

Apa yang harus dilakukan bila hasil pemeriksaan anemia tidak normal?

Bila hasil pemeriksaan anemia menandakan adanya kelainan, dokter mungkin bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan penyebab anemia.Sebagai contoh, bila perdarahan diyakini sebagai penyebab anemia, dokter akan melakukan prosedur endoskopi untuk memeriksa tanda-tanda pendarahan di saluran pencernaan atas.Kolonoskopi juga mungkin dilakukan guna mencari tanda perdarahan atau kelainan lain dalam usus besar. Sampel sel dan sumsum tulang pun dapat diambil untuk memeriksa produksi sel darah.Tak hanya itu, dokter bisa melakukan pemeriksaan pencitraan untuk mengevaluasi penyebab anemia lebih lanjut. Pemeriksaan ini umumnya meliputi rontgen dada, ultrasonografi, CT ­scan, maupun MRI.Setelah penyebab anemia ditemukan, dokter akan melakukan langkah pengobatan yang sesuai dengan diagnosis dan tingkat keparahannya.

Apa saja risiko pemeriksaan anemia?

Pemeriksaan anemia melibatkan pengambilan sampel darah yang memiliki beberapa risiko di bawah ini:
  • Perdarahan
  • Penusukan jarum yang diulang beberapa kali untuk menemukan pembuluh darah vena
  • Memar karena darah menumpuk di bawah kulit
  • Infeksi
  • Pusing seperti melayang
  • Pingsan
anemia
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=anemia#disease-evaluation
Diakses pada 29 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/qa/what-blood-tests-can-diagnose-anemia
Diakses pada 29 Mei 2020
Centers for Cancer Care and Blood Disorders. https://www.hoacny.com/patient-resources/blood-disorders/anemia/how-anemia-diagnosed
Diakses pada 29 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/diagnosis-treatment/drc-20351366
Diakses pada 29 Mei 2020
Healthline. https://www.healthdirect.gov.au/iron-studies
Diakses pada 29 Mei 2020
Lab Tests Online. https://labtestsonline.org/conditions/anemia
Diakses pada 29 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email