Pemeriksaan AFP dilaksanakan melalui pengambilan sampel darah.
Pemeriksaan AFP atau alfa feto protein mampu mendeteksi gangguan pada tabung saraf janin.

Apa itu prosedur pemeriksaan AFP atau alfa feto protein?

Pemeriksaan AFP atau alfa feto protein adalah tes darah yang berfungsi untuk mengukur jumlah AFP dalam darah. Selama proses kehamilan, kantong kuning pada embrio (yolk sac), saluran pencernaan dan hati pada janin yang dikandung akan menghasilkan AFP yang akan terdeteksi pada darah ibu.

Pemeriksaan kadar AFP pada calon ibu dapat mendeteksi masalah di tabung saraf janin. Tabung saraf atau neural tube berperan sangat penting, karena kelak akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang.

Pemeriksaan kadar AFP biasanya merupakan bagian dari pemeriksaan ibu hamil pada trimester kedua kehamilan. Namun, pemeriksaan ini juga dapat bermanfaat bagi orang dewasa yang tidak hamil.

AFP dapat terdeteksi pada orang-orang yang tidak hamil meskipun kadarnya sangat rendah. Tingkat AFP yang tinggi pada orang dewasa yang tidak hamil biasanya menunjukkan jenis penyakit hati tertentu.

Mengapa prosedur pemeriksaan AFP perlu dilakukan?

Pemeriksaan AFP dilakukan sebagai skrining rutin bagi wanita dengan usia kehamilan 14-22 minggu. Prosedur ini paling akurat dilakukan antara minggu ke-16 dan ke-18. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dengan pasti usia kehamilan Anda.

Pengujian AFP biasanya merupakan bagian dari quad screen, suatu skrining yang dilakukan untuk menguji kadar:

  • Human chorionic gonadotropin (HCG)
  • Estriol, hormon yang diproduksi oleh plasenta dan hati janin
  • Inhibin A, hormon yang diproduksi oleh plasenta

Dokter akan menelaah hasil quad screen, usia, dan etnis Anda untuk menentukan kemungkinan janin memiliki cacat lahir genetik. Cacat yang dapat terdeteksi oleh jenis skrining ini mencakup cacat tabung saraf, seperti spina bifida, dan kelainan kromosom, seperti sindrom Down.

Hasil AFP akan membantu dokter menentukan kebutuhan Anda terhadap tes lanjutan. Sebab, hasil tes yang abnormal tidak mutlak menyatakan janin akan mengalami cacat lahir.

Tes AFP sangat penting bagi wanita yang berisiko tinggi memiliki anak dengan cacat lahir, termasuk di antaranya:

  • Wanita berusia 35 tahun ke atas
  • Wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki cacat lahir
  • Wanita yang menggunakan obat-obatan keras atau obat-obatan berisiko selama kehamilan
  • Wanita dengan diabetes

Jika Anda tidak hamil, tes AFP dapat membantu mendiagnosis dan memantau kondisi hati tertentu, seperti kanker hati, sirosis, dan hepatitis. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter mendeteksi beberapa kanker lain, yakni kanker testis, ovarium, saluran empedu, lambung, dan pankreas.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur pemeriksaan?

Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur ini. Dokter akan memeriksa pemeriksaan standar yang meliputi berat badan, usia kehamilan, dan usia Anda.

Apa yang dilakukan tim medis pada prosedur pemeriksaan AFP?

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan tim medis selama pemeriksaan AFP.

  1. Pemeriksaan AFP dilakukan sebagai tes darah. Prosedurnya meliputi pengambilan darah dan pemeriksaan sampel di laboratorium.
  2. Pada hari tes dilakukan, seorang petugas akan mengambil darah Anda. Sampel darah biasanya diambil dari vena di bagian dalam siku atau punggung tangan. Petugas akan memulai tindakan dengan mengoleskan antiseptik untuk membersihkan kulit. Langkah ini penting untuk membantu mencegah infeksi.
  3. Kemudian lengan Anda akan dibungkus dengan suatu alat yang dinamakan tourniquet agar pembuluh darah terisi penuh. Lalu, teknisi akan memasukkan jarum ke pembuluh darah vena Anda. Darah kemudian akan mengalir melalui jarum ke tabung yang sudah disiapkan.
  4. Pengambilan darah hanya akan memakan waktu beberapa menit. Setelah mengambil darah, teknisi akan memberikan tekanan untuk menghentikan perdarahan.
  5. Petugas akan membalut perban ke area tusukan dan mengirim sampel darah Anda ke laboratorium untuk pengujian. Seorang spesialis laboratorium akan menganalisis sampel Anda. Hasil pemeriksaan biasanya akan keluar dalam 1-2 minggu.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur pemeriksaan AFP?

Untuk wanita yang tidak hamil maupun pria, jumlah normal AFP biasanya kurang dari 10 nanogram per mililiter darah. Jika tingkat AFP Anda sangat tinggi tetapi Anda tidak hamil, hal tersebut dapat menunjukkan kemungkinan adanya kanker atau penyakit hati tertentu.

Jika Anda hamil dan memiliki kadar AFP yang lebih tinggi dari normal, hal itu dapat menunjukkan cacat tabung saraf pada janin yang sedang berkembang. Namun, biasanya yang menjadi penyebab paling umum dari peningkatan kadar AFP adalah penghitungan usia kehamilan yang tidak akurat.

Tingkat AFP sangat bervariasi selama kehamilan. Hasil tes bisa jadi tidak akurat jika Anda hamil untuk jangka waktu yang lebih lama atau lebih pendek dari yang usia kehamilan yang diperkirakan.

Jika Anda hamil dan kadar AFP Anda sangat rendah, hal ini bisa menunjukkan bahwa janin Anda memiliki kelainan kromosom, seperti sindrom Down atau sindrom Edwards.

Hasil pembacaan AFP yang abnormal juga bisa terjadi karena adanya kehamilan ganda, seperti memiliki anak kembar dua atau lebih. Selain itu, pembacaan AFP yang abnormal juga bisa disebabkan oleh kematian janin.

Menurut American Pregnancy Association, sebanyak 25-50 wanita hamil dari setiap 1.000 wanita hamil yang menjalani tes AFP menghasilkan hasil yang abnormal. Namun, hanya 1 dari 16-33 wanita dengan hasil abnormal yang benar-benar melahirkan bayi dengan cacat lahir.

Jika hasil tes abnormal, bukan berarti bahwa anak Anda akan mengalami cacat lahir. Hal tersebut hanya menunjukkan bahwa diperlukan lebih banyak tes bagi dokter untuk membuat diagnosis.

Dokter dapat melakukan tes AFP lain diikuti dengan USG untuk merekam kondisi janin di dalam kandungan Anda.

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan tindakan lain seperti amniosentesis, jika hasil tes lanjutan masih menunjukkan hasil abnormal. Pada amniosentesis, dokter akan menganalisis sejumlah kecil cairan ketuban dari sekitar janin yang diambil melalui jarum khusus.

Apa risiko dari prosedur pemeriksaan AFP?

Pemeriksaan AFP termasuk prosedur yang terbilang aman. Hanya ada sedikit risiko yang terkait dengan pengambilan darah. Anda mungkin merasa sedikit sakit atau pegal di lokasi di mana jarum ditusukkan.

Ada kemungkinan kecil terkait perdarahan atau hematoma berlebihan, yang ditunjukkan dengan adanya darah yang menumpuk di bawah kulit. Ada juga risiko infeksi yang mungkin terjadi di lokasi tusukan, tapi peluangnya sangat kecil.

American Pregnancy.
https://americanpregnancy.org/prenatal-testing/maternal-serum-alpha-fetoprotein-screening/
Diakses pada 15 Juni 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/alpha-fetoprotein#procedure
Diakses pada 15 Juni 2020.

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/quad-screen/about/pac-20394911
Diakses pada 15 Juni 2020

National Library of Medicine.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1375809/
Diakses pada 15 Juni 2020

Artikel Terkait

Salah satu posisi seks terbaik saat hamil adalah wanita di atas

6 Posisi Seks Terbaik Saat Hamil

Berhubungan seks saat hamil relatif aman untuk dilakukan oleh pasangan. Posisi seperti wanita di atas dan spooning direkomendasikan karena memberikan kenyamanan pada ibu hamil.