Pemberian Vaksin Varisela

18 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin varisela menggunakan virus varisela yang sudah dilemahkanVaksin varisela berisi virus varisela yang telah dilemahkan

Apa itu vaksin varisela?

Vaksin varisela adalah jenis vaksin yang berfungsi mencegah infeksi varicella. Di Indonesia, penyakit yang lebih dikenal dengan nama cacar air  atau chicken poxdan disebabkan oleh virus varicella zoster.
Vaksin varisela berisi virus hidup yang telah dilemahkan, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap cacar air.Cacar air merupakan penyakit yang ditandai dengan ruam gatal pada kulit. Penyakit ini biasanya bersifat ringan, namun dapat menjadi kondisi serius pada bayi di bawah satu tahun, remaja, orang dewasa, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.Pada sebagian kasus, penderita cacar air perlu bahkan mendapatkan rawat inap di rumah sakit.

Kenapa vaksin varisela diperlukan?

Vaksin varisela diperlukan untuk mencegah infeksi varicella zoster atau cacar air, yang bersifat sangat menular. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar dari penderita ke orang sehat.Pada bayi, wanita hamil, dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, varisela dapat menimbulkan komplikasi serius. Salah satunya, pneumonia.Pemberian vaksin varisela merupakan cara terbaik untuk mencegah cacar air. Vaksin ini akan membantu dalam menghindari penularan virus varicella zoster pada komunitas.Cacar air juga dapat menyebabkan penyakit herpes zoster di kemudian hari. Penyakit ini ditandai dengan ruam kulit yang nyeri dan dapat menyebabkan gangguan di sekitar persarafan kulit.Pasien yang telah mendapatkan vaksin akan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami herpes zoster. Meskipun terjadi, tingkat keparahannya lebih kecil dibandingkan dengan orang yang belum pernah divaksin.

Siapa yang membutuhkan vaksin varisela?

Pemberian vaksin varicella disarankan bagi:
  • Semua anak berusia di bawah 13 tahun, yang belum pernah terkena cacar air.
  • Remaja dan dewasa yang belum pernah mendapat vaksin cacar air, dan belum pernah terkena cacar air.
Pasien yang sudah pernah terkena penyakit cacar air tidak lagi membutuhkan vaksin varisela.

Seberapa sering vaksin varisela diberikan?

Secara umum, vaksin varisela diberikan sebanyak dua kali dengan keterangan sebagai berikut:
  • Pada bayi

Pada bayi, pemberian vaksin varisela dosis pertama biasanya dilakukan di antara usia 1-15 bulan. Sementara dosis kedua diberikan pada bayi di antara usia 4-6 tahun.
  • Pada anak-anak, remaja, dan dewasa

Pada anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa yang belum pernah mengalami cacar air sebelumnya, vaksin juga diberikan sebanyak dua kali dengan jarak 4-12 minggu antarvaksin.

Siapa saja yang tidak boleh menerima vaksin varisela?

Informasikan pada dokter apabila pasien memiliki kondisi berikut:
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin varisela
  • Sedang hamil atau mungkin hamil
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin
  • Baru saja mendapatkan transfusi darah
  • Sedang menderita tuberkulosis
  • Mendapatkan vaksin lain dalam satu bulan terakhir
Pasien dengan kondisi di atas tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Pemberian vaksin akan ditunda hingga waktu yang ditentukan oleh dokter.Pasien dalam kondisi kurang sehat (seperti sedang mengalami flu masih dapat mendapatkan vaksin. Tetapi pasien yang sedang mengalami sakit tingat sedang hingga berat perlu menunda pemberian vaksin hingga benar-benar sembuh.Jika anak Anda mengalami pilek ringan maka sebaiknya tetap diberikan vaksin varisella, namun perlu diingat bahwa penentuan pilek ringan, sedang dan berat harus dilakukan oleh dokter.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin varisela dilakukan?

Vaksin varisela diberikan melalui suntikan pada lengan atas. Satu dosis berisi 0,5 ml vaksin yang akan disuntikkan secara subkutan, yakni di bawah kulit.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin varisela?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah vaksin varisela diberikan. Anda biasanya dapat langsung kembali beraktivitas.

Apa saja efek samping vaksin varisela?

Efek samping yang dapat timbul setelah menerima vaksin tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Beberapa efek samping tersebut meliputi:
  • Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan
  • Ruam kulit ringan
  • Demam
Efek samping vaksin cacar air yang serius termasuk sangat jarang terjadi. Biasanya dokter akan memberikan paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri pasca vaksin.
cacar airvaksin bayi dan anakvarisela zoster
WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/chickenpox-varicella-vaccine#1
Diakses pada 18 Maret 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007612.htm
Diakses pada 18 Maret 2020
US Department of Health and Human Services. https://www.vaccines.gov/diseases/chickenpox
Diakses pada 18 Maret 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/immunization/varicella-vaccine
Diakses pada 18 Maret 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/chickenpox-vaccine/
Diakses pada 18 Maret 2002
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email