Vaksin rotavirus diberikan dengan cara meneteskannya ke mulut
Vaksin rotavirus diteteskan ke dalam mulut

Apa itu vaksin rotavirus?

Vaksin rotavirus adalah jenis vaksin yang berfungsi mencegah penyakit diare pada anak, khususnya akibat rotavirus.

Rotavirus merupakan virus yang mudah menyebar di kalangan bayi dan anak-anak. Infeksi virus ini menyebabkan diare berat yang disertai muntah, demam, dan sakit perut.

Anak-anak yang terkena infeksi rotavirus dapat mengalami dehidrasi yang berujung pada perawatan di rumah sakit.

Diare yang disebabkan rotavirus tergolong mudah menular. Virus bisa ditemukan di tinja pasien dan dapat bertahan untuk waktu lama pada tangan dan benda-benda yang sudah terkontaminasi.

Penularan terjadi ketika bayi atau anak memegang benda yang sudah tercemar virus, kemudian memasukkan tangan tersebut ke mulutnya.

Vaksin rotavirus sangat efektif dan memberikan perlindungan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus tersebut. Vaksin ini mengandung virus yang sudah dilemahkan, sehingga dan tidak akan menimbulkan penyakit.

Menurut rekomendasi WHO, pemberian dosis pertama vaksin dapat dilakukan sejak bayi berusia enam minggu, bersamaan dengan pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus).

Kenapa vaksin rotavirus diperlukan?

Vaksin rotavirus diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan anak terhadap rotavirus. Dengan ini, bayi tidak akan sakit parah ketika terinfeksi.

Diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat menimbulkan dehidrasi bila tidak ditangani. Kondisi dehidrasi berat memerlukan penanganan di rumah sakit dan dapat mengancam nyawa.

Pemberian vaksin rotavirus dapat melindungi sekitar 90 persen bayi dari diare berat yang disebabkan oleh virus ini.

Siapa yang membutuhkan vaksin rotavirus?

Vaksin rotavirus disarankan untuk semua bayi. Dosis pertama vaksin Rotateq dapat diberikan pada bayi sejak usia enam minggu. Sementara dosis pertama vaksin Rotarix bisa dilakukan sejak bayi berusia 10 minggu.

Siapa yang tidak boleh menerima vaksin rotavirus?

Harap diingat bahwa vaksin rotavirus tidak boleh diberikan pada:

  • Anak yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin
  • Anak yang kurang sehat ketika hendak divaksin. Dokter akan menunda vaksin hingga kondisi anak kembali
  • Penderita HIV/AIDS
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan steroid jangka panjang
  • Penderita kanker atau orang yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi
  • Pengidap intususepsi atau gangguan pencernaan lain yang terkait intususepsi

Seberapa sering anak harus menjalani pemberian vaksin rotavirus?

Seberapa sering vaksin rotavirus yang diperlukan akan bergantung pada jenis vaksinnya. Di Indonesia sendiri, terdapat dua jenis vaksin rotavirus yang beredar, yaitu vaksin Rotateq dan Rotarix.

  • Vaksin Rotateq

Vaksin Rotateq diberikan sebanyak tiga kali. Dosis pertama saat bayi berusia 6-14 minggu, dosis kedua saat bayi berusia 4-8 minggu, dan dosis ketiga diberikan paling lambat saat bayi berusia delapan bulan.

  • Vaksin Rotarix

Vaksin Rotarix diberikan sebanyak dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat bayi berusia 10 minggu dan dosis kedua saat bayi berusia 14 minggu (atau paling lambat di usia enam bulan).

Apa saja persiapan untuk menjalani pemberian vaksin rotavirus?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan sebelum pemberian vaksin rotavirus.

Bagaimana pemberian vaksin rotavirus dilakukan?

Vaksin rotavirus diberikan melalui oral (mulut). Satu dosis Rotarix berisi 1 ml vaksin, sedangkan satu dosis Rotateq mengandung 2 ml vaksin.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin rotavirus?

Virus yang dilemahkan dalam vaksin dapat ditemukan pada feses bayi setidaknya sampai 10 hari pascaimunisasi. Agar tidak tertular, orang tua dan pengasuh perlu mencuci tangan hingga benar-benar bersih setelah mengganti popok bayi.

Apa saja efek samping vaksin rotavirus?

Pada semua jenis vaksin, terdapat risiko timbulnya reaksi alergi terhadap vaksin. Gejala-gejalanya bisa berupa:

  • Sesak napas
  • Mengi
  • Muncul bentol-bentol pada kulit
  • Kulit tampak pucat
  • Detak jantung yang cepat

Namun risiko reaksi alergi pada vaksin rotavirus cenderung rendah. Selain itu, anak juga bisa mengalami efek samping yang meliputi diare, muntah, dan rewel.

Meski sangat jarang, vaksin rotavirus juga dapat memicu terjadinya intususepsi (sumbatan usus). Tapi kemungkinannya hanya 1-2 dari 100.000 bayi yang divaksin.

Gejala intususepsi meliputi perut yang membesar, lemas, sering muntah, sering menangis, dan buang air besar berdarah. Apabila bayi mengalami tanda-tanda ini, segera bawa ke unit gawat darurat (UGD) terdekat.

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii
Diakses pada 21 April 2020

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/index.html
Diakses pada 21 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/rotavirus-rv-vaccine#1
Diakses pada 21 April 2020

Health Link British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/rotavirus-vaccine
Diakses pada 21 April 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/rotavirus-vaccine/
Diakses pada 21 April 2020

WHO. https://www.who.int/immunization/diseases/rotavirus/en/
Diakses pada 21 April 2020

U.S. Department of Health & Human Services. https://www.vaccines.gov/diseases/rotavirus
Diakses pada 21 April 2020

FDA. https://www.fda.gov/media/75726/download
Diakses pada 21 April 2020

Merck. https://www.merck.com/product/usa/pi_circulars/r/rotateq/rotateq_pi.pdf
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait

Vaksin rotavirus dapat mencegah terjadinya diare parah pada bayi

Mengenal Vaksin Rotavirus, Si Pencegah Diare Berat pada Bayi

Vaksin rotavirus dapat mencegah terjadinya diare parah pada bayi yang sampai mengakibatkan dehidrasi dan kematian. Imunisasi rotavirus dapat dilakukan sampai 2-3 kali, tergantung pada jenis vaksin yang diberikan oleh dokter.