Pemberian Vaksin Meningitis

Vaksin meningitis dilakukan lewat penyuntikan pada lengan atasVaksin meningitis diberikan melalui suntikan pada lengan atas

Apa itu vaksin meningitis?

Vaksin meningitis adalah vaksin untuk mencegah penyakit meningitis yang bisa menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges) dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus. Vaksin meningitis wajib diberikan pada calon jamaah haji dan umroh, namun vaksin ini juga dapat diterima semua orang yang ingin dan perlu terhindar dari penyakit tersebut.
Penyakit akibat infeksi bakteri meningokokus dapat memburuk dengan cepat dan membahayakan jiwa. Kalangan remaja merupakan kelompok usia yang paling berisiko tinggi untuk mengalaminya.Sekitar 10-15 persen penderita meningitis meninggal dunia meski sudah mendapatkan penanganan dengan obat antibiotik. Sementara ada kira-kira 20 persen dari penderita mengalami komplikasi permanen, seperti gangguan pendengaran atau kerusakan otak.Karena itu, pemberian vaksin meningitis sangat dianjurkan untuk pencegahan penyakit ini.

Siapa yang membutuhkan vaksin meningitis?

Pemberian vaksin meningitis dianjurkan untuk semua orang. Namun kelompok orang di bawah ini sangat disarankan untuk menerima vaksin meningitis:
  • Anak dan remaja berusia 11-19 tahun, atau kalangan anak dengan usia lebih muda yang berisiko tinggi mengalami meningitis.
  • Orang yang terpapar bakteri maupun virus penyebab meningitis, misalnya pekerja medis.
  • Orang yang melancong ke negara di mana angka kejadian meningitis cukup tinggi.
  • Orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh, seperti penderita HIV/AIDS, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresan
  • Orang yang mengalami kerusakan fungsi limpa atau telah menjalani operasi pengangkatan limpa.
  • Orang yang akan berangkat umroh atau naik haji.
  • Para tentara.

Apa saja jenis vaksin meningitis?

Terdapat tiga jenis vaksin meningitis yang bisa menjadi pilihan. Berikut penjelasannya:
  • Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)
  • Meningococcal polysaccharide vaccine (MPSV4)
  • Serogroup B Meningococcal B
Dosis pertama vaksin MCV4 dianjurkan pada anak usia 11-12 tahun. Dosis lanjutan (booster) vaksin ini kemudian akan dilakukan pada usia 16 tahun.MCV4 dan MPSV4 dikatakan mampu mencegah sekitar 70 persen dari semua jenis infeksi meningokokus. Tingkat keberhasilan pencegahannya juga termasuk tinggi, yaitu pada 90 persen dari orang-orang yang telah menerimanya.

Seberapa sering seseorang harus mendapat vaksin meningitis?

Jadwal pemberian vaksin meningitis dalam bentuk vaksin meningokokus terkonjugasi adalah sebagai berikut:
  • Vaksin meningitis pertama diberikan pada anak berusia 11-12 tahun, dan dosis ulangan (booster) diterima sekali lagi di usia 16 tahun.
  • Bila seorang remaja mendapat vaksin pertama di usia 13-15 tahun, booster akan diberikan pada usia 16-18 tahun.
  • Jika seorang menerima dosis pertama vaksin meningitis pada usia di atas18 tahun, ia tidak memerlukan booster

Apa saja persiapan pemberian vaksin meningitis?

Hal yang dapat dipersiapkan sebelum pemberian vaksin meningitis meliputi:
  • Mendiskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko vaksin meningitis
  • Memastikan Anda dalam kondisi sehat dan tidak sedang sakit atau demam
  • Menginformasikan pada dokter bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap vaksin meningitis atau salah satu bahan yang terkandung dalam vaksin

Bagaimana prosedur pemberian vaksin meningitis?

Pemberian vaksin meningitis adalah lewat suntikan intramuskular (ke dalam otot) atau suntikan bawah kulit (subkutan). Prosedur ini tergantung pada jenis vaksin yang diberikan.Secara garis besar, langkah pemberian vaksin meningitis meliputi:
  • Dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik, guna menghindari infeksi
  • Dokter lalu menyiapkan vaksin ke dalam jarum suntik
  • Dokter akan menyuntikkan vaksin tersebut ke pasien, biasanya pada lengan atas
  • Setelah selesai, dokter akan kembali membersihkan area suntikan dan menutupnya dengan plester
Sesudah menerima vaksin, Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Apa saja risiko pemberian vaksin meningitis?

Setelah mendapat vaksin meningitis, Anda mungkin dapat mengalami:
  • Demam
  • Nyeri, bengkak, dan kemerahan pada area penyuntikan
  • Rasa lelah yang tidak biasa
  • Reaksi alergi, namun komplikasi ini jarang terjadi
Anda dapat mengurangi efek samping vaksin meningitis dengan mengonsumsi obat antinyeri dan penurun demam. Kompres hangat pada area penyuntikan juga dapat membantu dalam meredakan rasa nyeri setelah penyuntikan.
vaksin bayi dan anakmeningitis
WebMD. https://www.webmd.com/children/qa/when-should-you-avoid-getting-a-meningitis-vaccine
Diakses pada 11 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/qa/what-are-the-three-types-of-meningitis-vaccines
Diakses pada 11 Maret 2020
WebMD.https://www.webmd.com/children/qa/whos-should-get-a-meningitis-shot
Diakses pada 11 Maret 2020
Kid’s Health. https://kidshealth.org/en/parents/meningitis-vaccine.html
Diakses pada 11 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email