Pemberian Vaksin HPV

19 Nov 2021|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin HPV bisa mencegah terjadinya kutil kelamin hingga kanker serviksVaksin HPV adalah vaksin untuk mencegah virus dengan nama yang sama

Apa itu vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi terhadap HPV (human papillomavirus), yang menyebabkan penyakit kutil kelamin, kanker serviks,  kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker penis atau anus. 

Terdapat lebih dari 200 jenis HPV, 40 di antaranya menyebar melalui kontak seksual, baik melalui hubungan vaginal, oral, ataupun seks anal

Kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tidak tahu bahwa mereka mengalaminya karena seringnya tidak disertai gejala. Hal ini menandakan bahwa orang dengan HPV dapat menularkan infeksi kepada orang lain tanpa menyadarinya.

Oleh karena itu, vaksin HPV sangat penting. Apalagi, hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan HPV. 

Saat ini, ada dua jenis vaksin HPV yang beredar di indonesia, antara lain:

  • Bivalen

Vaksin HPV bivalen mengandung dua jenis virus HPV, yakni tipe 16 dan 18. Vaksin ini dapat mencegah kanker serviks.

  • Tetravalen

Jenis vaksin tetravalen mengandung empat tipe virus HPV yang terdiri dari tipe 6, 11, 16, dan 18. Vaksin ini berfungsi mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Siapa saja yang perlu mendapat vaksin HPV?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin HPV direkomendasikan untuk semua perempuan, khususnya yang belum aktif secara seksual. Namun secara umum, remaja vaksin HPV untuk laki-laki juga direkomendasikan sejak memasuki usia remaja.

Imunisasi HPV di Indonesia diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 9 tahun ke atas. Vaksin HPV juga disarankan bagi remaja dan dewasa muda yang usianya tidak lebih dari 26 tahun. 

Pada beberapa kasus, orang dewasa berusia 27-45 tahun yang belum divaksinasi bisa mendapatkannya setelah berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, di rentang usia tersebut, risiko dari vaksin HPV umumnya lebih besar ketimbang manfaatnya.

Jadwal dan dosis pemberian vaksin HPV

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.12 tentang penyelenggaraan imunisasi, vaksin HPV diberikan dengan dosis 0,5 ml dalam rangkaian suntikan HPV. Berikut pembagiannya:

1. Vaksin HPV bivalen

Pada anak berusia 9 tahun hingga dewasa di bawah 26 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dengan jarak 1 bulan dari dosis pertama ke kedua. Sementara itu, untuk dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama (5 bulan setelah dosis ketiga). 

2. Vaksin HPV tetravalen

  • Anak remaja berusia 9-13 tahun 

Vaksinasi HPV dapat dilakukan sebanyak dua dosis dengan jarak antar pemberian 6-12 bulan. Apabila dosis kedua diberikan terlalu cepat (misalnya, di bawah lima bulan), dosis ini harus diulangi lagi kira-kira 12 minggu dari pemberian dosis kedua tersebut. 

  • Remaja 14 tahun hingga dewasa di bawah 45 tahun 

Pada kategori ini, pemberian vaksin diberikan sebanyak tiga dosis. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua adalah 1-2 bulan. Dosis ketiga diberikan enam bulan setelah dosis pertama. 

Bila vaksin dosis kedua diberikan terlalu cepat, dosis vaksin kedua dan ketiga harus diulang. Sementara ketika dosis lanjutan terlewat, Anda tidak perlu mengulang dari awal, cukup melengkapi dosis yang terlewatkan.

Siapa yang tidak boleh menjalani vaksin HPV?

Vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan pada wanita yang:

  • Sedang hamil. Jika Anda sudah menjalani vaksin HPV dosis pertama sebelum mengetahui kehamilan Anda, suntikan HPV berikutnya harus ditunda hingga setelah melahirkan.
  • Mengalami reaksi alergi berat saat pemberian dosis vaksin sebelumnya.
  • Sedang sakit dengan atau tanpa demam. Vaksin baru boleh diberikan setelah penyakit pasien sembuh.

Bagaimana prosedur vaksin HPV dilakukan?

Vaksin HPV diberikan melalui suntikan pada lengan bagian atas atau di paha depan atas yang disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot). 

Berikut langkah vaksinasi HPV:

  • Dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi
  • Dokter lalu menyiapkan vaksin ke dalam jarum suntik
  • Dokter akan menyuntikkan vaksin tersebut ke pasien ke area yang telah ditetapkan
  • Setelah selesai, dokter akan kembali membersihkan area suntikan dan menutupnya dengan plester

Sesudah menerima vaksin, pasien biasanya diminta untuk beristirahat selama 15 menit. Hal ini dilakukan agar dokter dapat memantau efek samping yang mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin. Jika tidak ada gejala yang dirasakan, pasien bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Apa saja efek samping vaksin HPV?

Efek samping dari vaksin HPV sangat jarang terjadi, meski ada kemungkinan. Beberapa efek samping vaksinasi HPV, meliputi:

Apabila Anda mengalami efek samping di atas atau gejala lain yang tidak biasa setelah vaksin HPV, segera berkonsultasi ke dokter.

Meskipun sangat jarang, reaksi alergi yang berat (anafilaksis) pascapemberian vaksin HPV juga dapat terjadi. Oleh karena itu, orang yang mengalami reaksi alergi terhadap komponen vaksin tertentu tidak boleh mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Berapa harga biaya vaksin HPV?

Harga vaksin HPV dapat bervariasi tergantung dari jenis vaksin HPV yang dipilih dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. Tarif vaksin HPV di RS swasta dimulai dari kisaran ratusan ribu hingga maksimal dua juta rupiah. 

Meski vaksin HPV belum sepenuhnya ditanggung oleh negara, kini, imunisasi HPV sudah menjadi program imunisasi di beberapa provinsi. Ini berarti, Anda bisa mendapatkan vaksin HPV di puskesmas terpilih selama memenuhi syarat yang telah ditentukan. 

Perlukah vaksin HPV pada pasien HPV atau kutil kelamin?

Biasanya, tubuh akan membentuk kekebalan lewat dua hal, itu terinfeksi penyakit atau vaksin. Namun, bagaimana dengan orang yang pernah punya riwayat infeksi HPV, seperti kutil kelamin?

Orang-orang yang memiliki riwayat HPV, kutil kelamin, atau yang hasil tes pap smearnya abnormal, tetap perlu menerima vaksin HPV sesuai kelompok usia mereka. 

Sebab, Anda tetap berisiko terkena tipe HPV lain. Itu sebabnya, Anda tetap membutuhkan perlindungan dari vaksin untuk mencegah infeksi HPV lainnya. Namun, perlu diingat, vaksin HPV tidak dapat menyembuhkan infeksi HPV. 

Sudah divaksin, masih perlukah melakukan pap smear?

Wanita yang telah menjalani imunisasi HPV tetap perlu menjalani pap smear sebagai salah satu bentuk deteksi dini kanker serviks. Sebab, vaksin HPV tidak memberikan perlindungan terhadap semua jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker. 

Dengan menjalani pap smear secara rutin, peluang terjadinya kanker serviks dapat terdeteksi lebih dini. Hal ini bermanfaat untuk mencegah stadiumnya bertambah parah. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan pun akan semakin tinggi. 

imunisasi anakkanker servikskutil kelaminhpv

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv
Diakses pada 10 November 2021

National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
Diakses pada 10 November 2021

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/public/index.html
Diakses pada 10 November 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/hpv-vaccine-pros-and-cons
Diakses pada 7 Februari 2020

Merck Vaccines. https://www.merckvaccines.com/Products/Gardasil9
Diakses pada 7 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/hpv-human-papillomavirus-vaccine/
Diakses pada 7 Februari 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/immunization/human-papillomavirus-hpv-vaccine
Diakses pada 7 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292
Diakses pada 10 November 2021

Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/hpv-vaccine.html
Diakses pada 10 November 2021

Puskesmas Kabupaten Bantul. https://puskesmas.bantulkab.go.id/piyungan/2019/10/31/sosialisasi-imunisasi-hpv/
Diakses pada 10 November 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007436.htm
Diakses pada 10 November 2021
Kementrian Kesehatan RI. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_.pdf
Diakses pada 10 November 2021

Kementrian Kesehatan RI. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210622/2737944/vaksinasi-pcv-masuk-program-imunisasi-rutin-jatim-dan-jabar-jadi-lokasi-pertama-pencanangan/
Diakses pada 10 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email