Pemberian Vaksin HPV

10 Feb 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin HPV bisa mencegah terjadinya kutil kelamin hingga kanker serviksVaksin HPV adalah vaksin untuk mencegah virus dengan nama yang sama

Apa itu Vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk menghindari infeksi terhadap HPV (human papillomavirus). Virus ini bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari kutil kelamin, kanker serviks atau kanker leher rahim, kanker mulut dan tenggorokan, serta kanker di sekitar anus dan kemaluan. 
Pemberian vaksin HPV bisa mulai dilakukan sejak usia remaja, terutama bagi remaja perempuan yang belum aktif secara seksual. Namun, jika di usia tersebut vaksin belum sempat diberikan, maka perempuan usia produktif pun tetap bisa menerimanya namun dengan syarat kesehatan tertentu yang perlu diikuti.

Kapan vaksin HPV bisa diberikan?

Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa vaksin HPV hanya dibutuhkan oleh wanita dewasa. Pendapat ini tidaklah tepat.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin HPV direkomendasikan untuk semua perempuan, khususnya yang belum aktif secara seksual. Di Indonesia, pemberian vaksin HPV bisa dijalani sejak usia 10 tahun ke atas dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Remaja usia 10-13 tahun 

Vaksinasi HPV dapat dilakukan sebanyak dua dosis dengan jarak antar pemberian adalah 6-12 bulan. Apabila dosis kedua diberikan terlalu cepat (misalnya, di bawah lima bulan), dosis ini harus diulangi lagi setelah kira-kira 12 minggu pascaimunisasi yang terlalu cepat tersebut. Sebagai alternatif, dosis kedua bisa diulangi setelah lebih dari lima bulan setelah dosis pertama.
  • Remaja usia 16 ke atas

Jika diberikan pada usia 16 tahun ke atas, vaksin HPV umumnya diberikan sebanyak tiga dosis. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua adalah 1-2 bulan, lalu dosis ketiga diberikan enam bulan setelah dosis pertama.Bila vaksin dosis kedua diberikan terlalu cepat, dosis vaksin kedua dan ketiga harus diulang. Sementara ketika dosis lanjutan terlewat, Anda tidak perlu mengulang dari awal, cukup melengkapi dosis yang terlewatkan.Beberapa studi menunjukkan bahwa pemberian vaksin HPV dalam dua dosis pada usia 10 hingga 13 tahun terbukti dapat membentuk kadar antibodi yang sama baiknya dengan vaksin yang diberikan sebanyak tiga dosis pada usia 16-18 tahun.Tak hanya itu, dosis pemberian vaksin HPV yang lebih sedikit juga bisa menjadi bahan pertimbangan, mengingat harga vaksin ini terbilang cukup mahal.Pemberian vaksin HPV juga perlu dilakukan sejak usia muda karena virus ini mudah menyebar lewat aktivitas seksual. Oleh karena itu, menjalani vaksin HPV sebelum aktif melakukan hubungan seks dapat memberikan perlindungan yang baik terhadap infeksi.Itu berarti, ketika seseorang sudah terjangkit virus HPV sebelum menjalani vaksin, imunisasi HPV tidak lagi efektif lagi untuk mencegah infeksi virus.

Siapa yang tidak boleh menjalani vaksin HPV?

Vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan pada wanita yang:
  • Sedang hamil.
  • Mengalami reaksi alergi berat saat pemberian dosis vaksin sebelumnya.
  • Sedang sakit dengan atau tanpa demam. Vaksin baru boleh diberikan setelah penyakit pasien sembuh.

Apa sajakah jenis vaksn HPV?

Terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia yag meliputi:
  • Bivalen

Vaksin HPV bivalen mengandung dua jenis virus HPV, yakni tipe 16 dan 18. Vaksin ini dapat mencegah kanker serviks.
  • Tetravalen

Jenis vaksin tetravalen mengandung empat virus HPV yang berupa tipe 6, 11, 16, dan 18. Vaksin ini berfungsi mencegah kanker serviks sekaligus kutil kelamin.

Apa saja persiapan untuk menjalani vaksin HPV?

Anda perlu memastikan bahwa kondisi Anda benar-benar sehat ketika hendak menjalani vaksin HPV. Tundalah jadwal vaksin ini bila Anda sedang sakit. Dokter yang dapat Anda datangi untuk melakukan vaksinasi ini adalah dokter umum atau dokter spesialis kandungan.

Bagaimana prosedur vaksin HPV dilakukan?

Vaksin HPV diberikan melalui suntikan pada lengan bagian atas atau di paha depan atas. Dalam satu dosis berisi 0,5 ml vaksin yang disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot).

Apa saja risiko vaksin HPV?

Efek samping dari vaksin HPV sangat jarang terjadi, namun tetap mungkin terjadi. Beberapa di antaranya meliputi:
Apabila Anda mengalami efek samping di atas atau gejala lain yang tidak biasa setelah vaksin HPV, segera berkonsultasi ke dokter.Di samping itu, pingsan sesaat dapat terjadi setelah prosedur medis apapun, termasuk vaksin. Duduk atau beristirahat selama 15 menit sesudah mendapatkan suntikan vaksin dapat mencegah terjadinya pingsan dan cedera akibat jatuh ketika pingsan.Meskipun sangat jarang, reaksi alergi yang berat (anafilaksis) pascapemberian vaksin HPV juga dapat terjadi. Oleh karena itu, orang yang mengalami reaksi alergi terhadap komponen vaksin tertentu tidak boleh mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Bagaimana dengan risiko penularan HPV bila Anda tidak menjalani vaksin HPV?

Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena infeksi virus HPV, terutama jika Anda tidak menerima vaksin HPV. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
  • Hubungan seksual tanpa kondom atau pelindung lainnya
  • Memiliki lebih dari satu orang pasangan seksual
  • Kontak dengan kutil kelamin
  • Adanya luka atau lecet pada kulit
  • Merokok karena kebiasaan ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi atau pengidap HIV/AIDS
Menerima vaksin HPV dapat menurunkan risiko Anda terkena berbagai penyakit berbahaya. Konsultasikan lebih lanjut kepada dokter untuk menerima jadwal pemberian vaksin yang sesuai. Dokter juga akan memeriksa apabila Anda masuk sebagai kriteria penerima vaksin yang tepat atau bukan.
imunisasi anakkanker servikskutil kelaminhpv
Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv
Diakses pada 7 Februari 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
Diakses pada 7 Februari 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/public/index.html
Diakses pada 7 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/hpv-vaccine-pros-and-cons
Diakses pada 7 Februari 2020
Merck Vaccines. https://www.merckvaccines.com/Products/Gardasil9
Diakses pada 7 Februari 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/hpv-human-papillomavirus-vaccine/
Diakses pada 7 Februari 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/immunization/human-papillomavirus-hpv-vaccine
Diakses pada 7 Februari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292
Diakses pada 7 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email