Pemberian Vaksin Hepatitis A

31 Jul 2021|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin hepatitis A dapat mencegah infeksi virus hepatitis A yang dapat merusak hatiVaksin hepatitis A berisi virus hepatitis A yang telah dinonaktifkan

Apa itu vaksin hepatitis A?

Vaksin hepatitis A adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus hepatitis A. Virus ini dapat menyebabkan peradangan pada organ hati yang dikenal dengan nama hepatitis A. Vaksin ini berisi virus hepatitis A yang sudah mati (inaktif). Saat vaksin disuntikkan ke dalam pembuluh darah, tubuh akan menghasilkan antibodi terhadap virus tersebut. Antibodi merupakan protein yang dapat menyerang dan membunuh virus, sehingga penyakit hepatitis A dapat dicegah.
Tingkat keparahan hepatitis A bervariasi. Mulai dari ringan dan tanpa gejala hingga menyebabkan gagal ginjal serta kematian.Virus hepatitis A dapat menyebar apabila seseorang memakan sesuatu yang telah terkontaminasi oleh virus ini. Misalnya, dari kotoran orang yang telah terinfeksi hepatitis A. Hal ini biasanya terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan baik.

Kenapa vaksin hepatitis A diperlukan?

Vaksin hepatitis A diperlukan untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala berikut:
Pada beberapa pasien, hepatitis A tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pasien tetap dapat menularkannya pada orang lain di sekitarnya.Oleh karena itu, vaksin hepatitis A dapat membantu Anda dalam mencegah penularan virus hepatitis A pada komunitas.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?

Vaksin hepatitis A bisa diberikan pada anak maupun orang dewasa. Berikut penjelasannya.

1. Vaksin hepatitis A pada anak

Berdasarkan jadwal imuniasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tahun 2020, vaksinasi hepatitis A pada anak bisa dilakukan setelah anak berusia satu tahun. Pada anak, vaksin hepatitis A diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dilakukan setelah anak berusia 1 tahun. Sementara dosis kedua diulang setelah 6-12 bulan berikutnya. 

2. Vaksin hepatitis A untuk orang dewasa

Vaksin hepatitis A juga dianjurkan untuk pasien dewasa, terutama kelompok orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A. Berikut contohnya:
  • Sedang mendapat pengobatan bagi kelainan perdarahan, seperti hemofilia
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Berjenis kelamin pria dan berhubungan intim dengan sesama jenis
  • Memiliki profesi yang mengharuskan kontak dengan binatang yang terinfeksi hepatitis A
  • Memiliki penyakit hati kronis, seperti hepatitis B atau hepatitis C
Pada orang dewasa, vaksin juga diberikan dalam dua dosis dengan jarak 6-18 bulan di antara pemberian vaksin hepatitis A.

Apakah ibu hamil boleh vaksin hepatitis A?

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hingga kini pemberian vaksin hepatitis A untuk ibu hamil belum terbukti keamanannya. Meski begitu, karena vaksin ini dibuat dari virus yang sudah mati, maka risiko virus tersebut menginfeksi janin cukup rendah. Dokter akan melakukan pertimbangan tersendiri untuk melihat apabila risiko yang bisa terjadi akibat vaksinasi sebanding dengan manfaat yang akan didapatkan.

Siapa yang tidak boleh menjalani pemberian vaksin hepatitis A?

Anda disarankan untuk tidak melakukan vaksin hepatitis A apabila:
  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin hepatitis A
  • Sedang dalam kondisi kurang sehat.

Apa saja persiapan untuk menjalani vaksin hepatitis A?

Secara umum, tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani vaksin hepatitis A. Apabila Anda tidak memiliki kondisi-kondisi di atas, Anda bisa melakukan imunisasi ini.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin hepatitis A dilakukan?

Vaksin hepatitis A diberikan melalui suntikan pada lengan atas. Satu dosis berisi 0,5 ml vaksin untuk anak-anak atau 1 ml vaksin untuk orang dewasa. Vaksin ini akan disuntikkan secara intramuskular, yakni tegak lurus pada kulit.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin hepatitis A?

Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin hepatitis A. Umumnya, pasien bisa kembali berakitvitas seperti biasa sesudahnya.

Apa saja risiko pemberian vaksin hepatitis A?

Efek samping yang dapat timbul setelah pemberian vaksin tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek samping tersebut bisa meliputi:
  • Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Rasa lelah
Sementara efek samping yang serius sangatlah jarang terjadi.
hepatitishepatitis chepatitis ahepatitis b
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-a.html
Diakses pada 17 Maret 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/hepatitis_a_vaccine-injection/article.htm
Diakses pada 17 Maret 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/hepa-vaccine.html
Diakses pada 17 Maret 2020
U.S. Department of Health & Human Services.https://www.vaccines.gov/diseases/hepatitis_a
Diakses pada 17 Maret 2020
WHO. https://www.who.int/ith/vaccines/hepatitisA/en/
Diakses pada 17 Maret 2020
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp-toolkit/guidelines.html
Diakses pada 13 Juli 2021
IDAI. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
Diakses pada 13 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email