Imunisasi BCG

28 Nov 2021|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vaksin BCG termasuk salah satu imunisasi dasar pada bayi IndonesiaVaksin BCG termasuk imunisasi dasar untuk bayi Indonesia

Apa itu imunisasi BCG?

Imunisasi BCG adalah tindakan pemberian vaksin BCG (bacille Calmette-Guerin) yang berfungsi mencegah penyakit tuberkulosis (TB). TB merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. 

Selain paru-paru, penyakit ini juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti tulang, sendi, dan ginjal. TB pun dapat menyebabkan radang selaput otak (meningitis).

Vaksin BCG berisi strain bakteri Mycobacterium yang sudah dilemahkan. Nantinya, tubuh akan mendeteksi vaksin ini sebagai benda asing yang perlu dilawan. Tubuh kemudian akan membentuk sistem imun terhadap bakteri tersebut. 

Dengan begitu, jika ada bakteri TB yang akan menginfeksi di kemudian hari, tubuh sudah mengenali bakteri tersebut dan akan memberikan perlindungan bagi tubuh. 

Imunisasi BCG rutin dilakukan pada negara-negara dengan angka kejadian TB yang tinggi, termasuk Indonesia.

Mengingat BCG merupakan imunisasi wajib maka pemerintah memberikan secara gratis jika menggunakan BPJS

Siapa yang membutuhkan imunisasi BCG?

Imunisasi BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan. Manfaatnya paling optimal jika diberikan sebelum usia 2 bulan.

Sementara pada bayi berusia 3 bulan dan anak-anak, tes Mantoux atau uji tuberkulin perlu dilakukan sebelum vaksinasi BCG. Jika hasilnya negatif, anak Anda dapat diimunisasi. 

Vaksin BCG juga dianjurkan pada anak yang berada di lingkungan dengan tingkat paparan tinggi.Vaksin BCG jarang diberikan pada orang dewasa berusia di atas 16 tahun. Pasalnya, kerja vaksin ini akan kurang optimal pada pasien dewasa.

Namun, vaksin BCG tetap disarankan bagi orang dewasa yang memiliki risiko tinggi terpapar bakteri penyebab TBC, seperti:

  • Petugas kesehatan, termasuk dokter hewan yang menangani spesies hewan yang mudah terserang tuberkulosis
  • Imigran yang baru datang ke Indonesia, berusia di bawah 16 tahun yang lahir atau tinggal lebih dari 3 bulan di daerah yang tingkat TBC-nya tinggi (lebih dari 40 kasus per 100.000 penduduk)
  • Orang dewasa yang berusia di bawah 36 tahun yang kontak dengan penderita TBC aktif.
  • Petugas fasilitas umum, seperti penjara, rumah jompo, atau asrama yang diisi pengungsi dan tuna wisma.
  • Orang dewasa yang berencana tinggal atau bekerja dengan penduduk lokal di daerah dengan tingkat kejadian tuberkulosis tinggi.

Siapa yang sebaiknya tidak menerima imunisasi BCG?

Vaksin BCG tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh (imunosupresi), seperti pasien HIV/AIDS, orang yang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker, atau orang yang akan menjalani transplantasi organ.
  • Ibu hamil

  • Bayi dengan kondisi tertentu, seperti bayi dengan berat badan kurang dari 2,5 kg, lahir dari ibu yang positif HIV, sedang demam atau sakit. 
  • Satu rumah dengan orang dengan tuberkulosis atau pernah terkena tuberkulosis

Seperti apa jadwal dan dosis vaksin BCG? 

Vaksin BCG termasuk bagian imunisasi dasar lengkap pada bayi. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin BCG dilakukan dengan jadwal dan dosis sebagai berikut:

  • Bayi di atas 1 bulan: 0,05 ml sebanyak satu kali.
  • Anak di atas 1 tahun: 0,10 ml 

Sementara untuk orang dewasa dosis yang diberikan adalah 0,2-0,3 ml.

Dosis vaksin BCG bagi anak dan dewasa untuk untuk mencegah TBC umumnya diberikan sebanyak satu kali. 

Akan tetapi, imunisasi BCG dapat diulang dalam 2-3 bulan apabila sistem kekebalan tubuh tidak terbentuk dengan baik. Hal ini bisa dipastikan dengan tes tuberkulin.

Apa saja persiapan sebelum pemberian vaksin BCG?

Sebelum vaksin BCG diberikan, beri tahukan pada dokter apabila Anda atau anak Anda memiliki kondisi berikut:

  • Memiliki alergi terhadap vaksin BCG atau obat-obatan lainnya.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antibiotik, immunoglobulin, dan imunosupresan.
  • Baru mendapatkan vaksin cacar air atau memiliki hasil tes TB yang positif.
  • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, kanker, demam, infeksi, atau area luka bakar yang luas pada tubuh.
  • Sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.

Bagaimana cara pemberian vaksin BCG?

Vaksin BCG diberikan melalui suntikan pada lengan atas sebelah kanan yang disuntikkan secara intrakutan (di bawah kulit). Prosedurnya adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik. Langkah ini bertujuan menghindari infeksi.
  • Dokter lalu menyuntikkan vaksin BCG ke bagian kulit yang telah dibersihkan tadi.
  • Setelah selesai, dokter akan kembali membersihkan area suntikan dan menutupnya dengan plester atau kain kasa. 

Sesudah menerima vaksin, pasien umumnya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dokter mungkin akan menjadwalkan pasien untuk menjalani tes Mantoux 2-3 bulan kemudian untuk mengamati efektivitas vaksin. 

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin BCG?

Setelah pemberian vaksin BCG, umumnya akan muncul bisul atau luka bernanah pada kulit yang jadi lokasi suntik. Hal ini normal.

Luka tersebut merupakan reaksi tubuh yang sedang membentuk kekebalan pada kuman hidup yang berada di dalam vaksin. Setelah beberapa waktu, bisul akan mengering dan menimbulkan jaringan parut (bekas luka).

Jaringan parut atau bekas luka yang disebabkan oleh vaksin BCG biasanya muncul dalam 3 bulan setelah pemberian vaksin.

Pada pasien yang belum pernah terpapar bakteri pemicu TB, bisul akan muncul dalam 2-12 minggu pascapemberian vaksin BCG. Apabila bisul sudah muncul kurang dari 1 minggu, pasien kemungkinan besar pernah terpapar bakteri penyebab TB sehingga butuh pemeriksaan lanjutan.

Pada beberapa pasien, bisul bisa saja tidak terbentuk. Akan tetapi, ini bukan berarti vaksin gagal. Anda tidak perlu mengulang imunisasi BCG.

Apa saja risiko dan efek samping pemberian vaksin BCG?

Selain bisul atau luka bernanah yang merupakan reaksi tubuh terhadap vaksin BCG, beberapa efek imunisasi BCG yang dapat timbul meliputi:

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Demam
  • Darah pada urine
  • Buang air kecil lebih sering
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri perut
  • Muntah

Pasien juga perlu segera memberitahu dokter jika mengalami reaksi alergi terhadap vaksin BCG yang ditandai dengan:

  • Ruam kulit yang parah
  • Sulit bernapas atau menelan
  • Mengi, yakni munculnya bunyi ‘ngik’ pada setiap menarik napas
tbcimunisasi anaktuberkulosismeningitis

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/skar-bcg
Diakses pada 24 November 2021


Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html
Diakses pada 24 November 2021


IDAI. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/1900/pdf
Diakses pada 24 November 2021


Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf
Diakses pada 24 November 2021


Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682809.html
Diakses pada 24 November 2021


CDC. https://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/prevention/bcg.htm
Diakses pada 11 Maret 2020


NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/bcg-tuberculosis-tb-vaccine/
Diakses pada 24 November 2021


University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/d08998a1
Diakses pada 24 November 2021


BPOM. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-bcg
Diakses pada 24 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email