Apa itu pembekuan sperma?

Pembekuan sperma ialah prosedur yang dilakukan untuk membekukan dan mengawetkan sperma untuk digunakan di kemudian hari atau untuk didonorkan.Prosedur pembekuan sperma sudah dilakukan secara luas sejak tahun 1970 untuk mengangani pasangan suami istri yang mengalami kemandulan. 

Kenapa pembekuan sperma dilakukan?

Pembekuan sperma dilakukan dengan tujuan untuk menjamin kualitas sperma agar tetap baik bila dibutuhkan di masa mendatang (bila pasangan suami istri ingin memiliki anak). Pembekuan sperma juga dilakukan bagi orang yang ingin mendonorkan spermanya.

Siapa yang membutuhkan pembekuan sperma?

Orang yang mungkin dapat mempertimbangkan prosedur pembekuan sperma ialah:

  • Pria yang akan menjalani terapi kemoterapi/radiasi yang Kemoterapi/radioterapi dapat mempengaruhi kualitas sperma, oleh karena itu menjalani prosedur pembekuan sperma mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk menjamin kemungkinan pasangan suami istri untuk dapat mengandung di masa mendatang.
  • Pria yang mengalami kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengobatan tertentu yang mempengaruhi tingkat kesuburan
  • Pria yang akan menjalani kontrasepsi mantap berupa vasektomi namun menginginkan tetap tersedianya sperma bila ingin berubah pikiran dan ingin memiliki anak lagi di masa mendatang
  • Jumlah sperma sedikit dan kualitas sperma kurang baik
  • Pria yang memiliki pekerjaan berbahaya dan berisiko seperti pada area yang tingkat radiasinya tinggi atau area perang.
  • Pria yang mengalami gangguan ejakulasi akibat cedera spinal, multiple sclerosis, dan diabetes melitus. Prosedur pembekuan sperma juga diindikasikan bagi pria yang mengalami anejakulasi dan rendahnya kualitas sperma.

Apa saja persiapan sebelum menjalani pembekuan sperma?

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani pembekuan sperma adalah:

  • Melakukan banyak riset mengenai pusat layanan kesehatan yang mampu melakukan pembekuan sperma dan yang angka keberhasilannya tinggi
  • Menyiapkan biaya karena prosedur ini tidak ditanggung asuransi kesehatan dan biayanya pun cukup mahal
  • Menjalani pemeriksaan medis dengan dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan beberapa pemeriksaan penunjang.
  • Beritahukan kepada dokter bila Anda mengalami penyakit tertentu dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin
  • Diskusikanlah manfaat dan risiko prosedur dengan dokter Anda

Bagaimana pembekuan sperma dilakukan?

Secara garis besar prosedur pembekuan  sperma yaitu:

  • Anda akan diminta mengumpulkan semen/cairan mani pada tempat khusus
  • Setelah terkumpul, Anda akan diminta sesegera mungkin ke pusat pembekuan sperma
  • Bila Anda tidak dapat mengumpukan cairan mani tau bila tidak terdapat sperma dalam cairan mani, maka dokter akan mengumpulkan sperma secara langsung dari testis/buah zakar menggunakan jarum. Prosedur ini disebut sebagai biopsi testikular dan dilakukan dengan bius umum.
  • Ketika sperma sudah terkumpul, sperma akan dicampur dengan cairan pelindung dan suhu penyimpanan akan secara bertahap diturunkan. Sekitar 25-50% sperma akan bertahan hidup dengan proses pembekuan ini dan dapat disimpan selama beberapa tahun.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pembekuan sperma?

Walaupun menjanjikan, namun tingkat keberhasilan pembekuan sperma tetap tidak dapat dijamin 100%.

Apa saja komplikasi pembekuan sperma?

Risiko pembekuan sperma yang dapat terjadi antara lain:

  • Biaya prosedur dan penyewaan tempat pembekuan yang tinggi
  • Tingkat keberhasilan pembekuan sperma yang tidak dapat dijamin 100%

IVF Australia. https://www.ivf.com.au/treatments/fertility-preservation/male-fertility-preservation
Diakses pada 30 Juni 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5615282/
Diakses pada 30 Juni 2020

Human Fertilisation & Embriology Authority. https://www.hfea.gov.uk/treatments/fertility-preservation/sperm-freezing/
Diakses pada 30 Juni 2020

Artikel Terkait

Masa subur pria memiliki saat terbaik dan batas waktu

Ini Siklus Masa Subur Pria yang Perlu Dipahami dan Ketahui

Masa subur tidak hanya berlaku untuk wanita namun juga pria. Pada masa tertentu, kualitas sperma pria akan lebih baik. Sehingga, kemungkinan memiliki momongan pun akan semakin tinggi.