Pemasangan Umbilical Catheter

21 Oct 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pemasangan umbilical catheter dibutuhkan oleh bayi yang kurang sehat saat lahirPemasangan umbilical catheter dilakukan pada bayi

Apa itu pemasangan umbilical catheter?

Pemasangan umbilical catheter adalah prosedur untuk memasang kateter ke dalam pembuluh darah vena atau arteri umbilikalis. Pembuluh darah ini terdapat dalam tali pusat alias umbilical cord.
Tali pusat merupakan bagian dari plasenta yang berperan menghubungkan pembuluh darah ibu dengan janin.Saat hamil, pembuluh darah dalam tali pusat akan mengirimkan nutrisi dan oksigen dari ibu pada calon bayi.Pembuluh darah dalam tali pusat juga menjadi sarana pembuangan zat-zat sisa dari bayi ke tubuh sang ibu agar bisa dibuang. Lalu pada proses persalinan, tali pusat akan dijepit dan dipotong.Pemasangan umbilical catheter mungkin dilakukan bila kondisi bayi kurang sehat ketika ia dilahirkan.

Kenapa pemasangan umbilical catheter diperlukan?

Tujuan pemasangan umbilical catether tergantung pada jenisnya di bawah ini:
  • Umbilical artery catheter

Dengan pemasangan umbilical artery catheter, dokter dapat mengambil darah secara berkala. Jadi dokter tidak perlu melakukan penusukan jari berulang kali pada bayi.Prosedur ini juga dapat dilakukan guna memantau tekanan darah bayi secara terus-menerus.Pada umumnya, umbilical artery catheter paling sering digunakan bila bayi membutuhkan alat bantu napas, pemantauan kadar gas darah serta tekanan darah, obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah.
  • Umbilical venous catheter

Pada umbilical venous catheter, obat-obatan dan cairan dapat diberikan tanpa perlu terus mengganti selang infus. Kateter vena umbilikalis paling sering digunakan pada bayi yang lahir prematur, mengalami masalah pencernaan, serta memerlukan exchange transfusion dan obat-obatan tertentu.

Siapa yang membutuhkan pemasangan umbilical catheter?

Pemasangan umbilical catheter perlu dilakukan bagi bayi dengan kondisi medis berikut:
  • Lahir prematur (berat badan di bawah 800 gram atau usia kehamilan kurang dari 26 minggu)
  • Memiliki kebutuhan oksigen bayi yang meningkat, misalnya pada bayi yang menggunakan ventilator
  • Membutuhkan pemantauan tekanan darah atau tekanan vena sentral
  • Membutuhkan pemantauan gas darah secara berkala
  • Memerlukan bantuan cairan dan nutrisi, misalnya akibat gangguan pencernaan
  • Sedang diberi obat-obatan, termasuk obat jenis inotropik
  • Membutuhkan infus prostaglandin
  • Memerlukan operasi karena mengalami hernia diafragma kongenital atau atresia esofagus
  • Menjalani exchange transfusion
  • Ketika pembuluh darah perifer pada tangan atau kaki tidak dapat diakses

Apa saja persiapan untuk menjalani pemasangan umbilical catheter?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum prosedur ini.

Bagaimana pemasangan umbilical catheter dilakukan?

Pemasangan umbilical catheter umumnya dilaksanakan dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Normalnya, tali pusat memiliki dua arteri umbilikalis dan satu vena umbilikalis. Dokter akan memotong tali pusat, sehingga pembuluh darah tampak dengan jelas.
  • Kateter lalu dimasukkan ke dalam salah satu pembuluh darah.
  • Untuk memastikan posisi kateter sudah benar-benar masuk ke dalam pembuluh darah, pemeriksaan X-ray akan dilakukan.
  • Setelah itu, kateter akan diikat dengan benang agar posisinya tidak berubah. Kateter juga dapat ditempel dengan plester di perut bayi.

Apa yang perlu diperhatikan setelah pemasangan umbilical catheter?

Semua umbilical catheter perlu dipantau sesudah pemasangan. Tenaga medis akan memastikan tidak ada perdarahan, nanah, atau selulitis (infeksi lapisan kulit dalam) pada tali pusat.Tenaga medis juga akan memastikan kateter tetap berada pada posisi seharusnya dan tidak mendapatkan tekanan.Biasanya, diperlukan dua orang perawat untuk memantau kondisi kateter. Satu perawat akan memastikan aliran kateter lancar, dan satu lainnya harus memantau posisi bayi.

Apa saja komplikasi pemasangan umbilical catheter?

Komplikasi yang dapat terjadi setelah pemasangan umbilical catheter meliputi:
  • Gangguan aliran darah yang menuju organ, seperti usus, ginjal, hati, maupun tungkai
  • Terbentuknya gumpalan darah di dalam kateter
  • Infeksi
Gangguan aliran darah dan terbentuknya gumpalan darah merupakan komplikasi yang mengancam nyawa, sehingga kateter perlu diangkat. Perawat di ruang intensif bayi baru lahir (NICU) akan terus memantau kondisi bayi dan kemungkinan komplikasi.
tali pusat bayibayi prematurbayi baru lahir
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007247.htm
Diakses pada 21 Oktober 2020
NHS. https://www.clinicalguidelines.scot.nhs.uk/ggc-paediatric-guidelines/ggc-guidelines/neonatology/umbilical-catheters/
Diakses pada 21 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-umbilical-cord#1
Diakses pada 21 Oktober 2020
Government of Western Australia: Child and Adolescent Health Service. https://wnhs.health.wa.gov.au/~/media/Files/Hospitals/WNHS/For%20health%20professionals/Clinical%20guidelines/NEO/WNHS.NEO.UmbilicalCathetersInsertionandManagement.pdf
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email