Pemasangan Alat Pacu Jantung (Pacemaker)

01 Apr 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemasangan alat pacu jantung dilakukan di bawah kulit dada pasienAlat pacu jantung berbentuk kotak kecil dengan generator-nya

Apa itu pemasangan alat pacu jantung?

Alat pacu jantung merupakan alat kecil yang dipasang di bawah kulit dada untuk membantu dalam mengendalikan denyut jantung. Alat yang dikenal juga dengan pacemaker ini dapat mengatasi aritmia, yakni kondisi denyut jantung yang tidak teratur.
Pemasangan alat pacu jantung membutuhkan prosedur operasi. Pacemaker akan mengirimkan sinyal listrik yang dapat membantu jantung berdenyut dengan teratur dan tidak terlalu lambat.Prosedur ini dapat memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan, bahkan menyelamatkan nyawa pada beberapa pasien.

Kenapa pemasangan alat pacu jantung diperlukan?

Pemasangan alat pacu jantung diperlukan untuk mengatasi kondisi aritmia. Aritmia ditandai dengan gangguan ritme atau irama jantung.Jantung terdiri atas dua ruang jantung bagian atas (atrium) dan dua ruang jantung bagian bawah (ventrikel). Dalam kondisi normal, kontraksi atrium memompa darah ke dalam ventrikel dan kontraksi ventrikel memompa darah dari dalam jantung ke seluruh tubuh. Kontraksi yang dikenal dengan nama denyut jantung ini diatur oleh impuls listrik.Impuls listrik tersebut dihasilkan oleh sel di bagian atrium jantung. Impuls listrik ini dialirkan ke sepanjang otot jantung untuk berdenyut dan memompa darah.Ketika terjadi aritmia, impuls listrik pada jantung mengalami gangguan, sehingga jantung akan berdenyut tidak teratur. Aritmia dapat menyebabkan beberapa gejala berupa:
Kasus aritmia yang parah dapat menyebabkan kerusakan menetap pada organ dalam atau henti jantung. Alat pacu jantung diperlukan untuk mempercepat, memperlambat, atau menstabilkan denyut jantung sesuai jenis aritmia yang dialami.Saat denyut jantung sudah erkendali, gejala dan komplikasi lebih lanjut dari kondisi aritmia dapat dicegah.

Siapa yang membutuhkan pemasangan alat pacu jantung?

Beberapa jenis aritmia yang memerlukan pemasangan pacemaker meliputi:
  • Bradikardia

Pada kondisi bradikardia, jantung berdenyut terlalu lambat.
  • Sindrom takikardia-bradikardia

Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang terlalu cepat dan terlalu lambat secara bergantian.
  • Blok jantung

Blok jantung merupakan suatu kondisi medis berupa tersumbatnya aliran listrik yang menyuplai jantung.Selain jenis aritmia di atas, dokter mungkin memiliki alasan lain terkait pemasangan alat pacu jantung pada pasien.

Apa saja persiapan untuk menjalani pemasangan alat pacu jantung?

Sebelum dokter menentukan kebutuhan pemasangan alat pacu jantung pada pasien, beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk mencari penyebab denyut jantung yang tidak teratur. Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Elektrokardiogram (EKG)

Pada elektrokardiogram, elektroda akan dipasang pada dada dan tungkai untuk merekam irama jantung pasien.
  • Holter monitor

Holter monitor merupakan mesin EKG yang dapat merekam denyut jantung secara berkelanjutan selama satu hingga dua hari. Pemeriksaan ini berguna dalam mendiagnosis aritmia yang muncul pada waktu-waktu yang tidak dapat diprediksi.
  • Ekokardiogram

Pemeriksaan ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi jantung pasien.
  • Stress test (EKG treadmill)

Pada EKG treadmill, perekaman irama jantung dilakukan sebelum dan sesaat setelah pasien mengayuh sepeda statis atau berjalan di atas treadmill.

Bagaimana prosedur pemasangan alat pacu jantung dilakukan?

Sebelum operasi, selang infus akan dipasang lewat pembuluh darah tangan atau lengan pasien. Melalui akses ini, obat sedatif dan obat-obatan lainnya dapat diberikan pada pasien.Kemudian, prosedur pemasangan pacemaker dilakukan dengan lagkah-langkah di bawah ini:
  • Dokter akan membersihkan area di dekat bahu pasien dengan cairan antiseptik.
  • Jarum lalu dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena di bawah tulang selangka.
  • Kemudian, dokter menggunakan jarum tersebut untuk mengarahkan kabel yang mengontrol pacemaker melalui vena hingga ke jantung.
  • Dokter akan menggunakan pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X, yaitu fluoroskopi, untuk membantu dalam mengarahkan kabel ke posisi yang tepat.
  • Dokter akan memastikan kabel tersebut berfungsi dengan baik.
  • Sayatan kecil di dada akan dibuat dan kotak kecil yang berisi generator pacemaker dan baterainya akan dimasukkan.
  • Setelah selesai, sayatan akan ditutup dan pemeriksaan EKG dilakukan guna menguji efektivitas alat pacu jantung.

Apa yang perlu diperhatikan setelah pemasangan alat pacu jantung?

Setelah operasi pemasangan alat pacu jantung, pasien perlu menjalani rawat inap selama satu malam di rumah sakit. Selama periode ini, dokter dan perawat akan memastikan pacemaker berfungsi dengan baik.Pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari pascaoperasi. Namun ingatlah larangan di bawah ini:
  • Jangan berolahraga berlebihan atau mengangkat beban berat selama satu bulan setelah prosedur
  • Hindari pemberian tekanan pada area pemasangan alat pacu jantung

Apa saja komplikasi pemasangan alat pacu jantung?

Meskipun jarang terjadi, prosedur pemasangan alat pacu jantung dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang meliputi:
  • Infeksi pada lokasi pemasangan alat pacu jantung.
  • Reaksi alergi terhadap zat pewarna atau anestesi yang digunakan selama prosedur.
  • Bengkak, memar, atau pendarahan pada lokasi pemasangan pacemaker, terutama bila pasien tengah mengonsumsi obat-obatan pengencer darah.
  • Kerusakan pembuluh darah atau saraf di sekitar lokasi pacemaker.
  • Kolaps paru-paru.
penyakit jantungtakikardiabradikardiaaritmiaadv jantung
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pacemaker/about/pac-20384689
Diakses pada 1 April 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pacemaker-implantation/
Diakses pada 1 April 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324662#procedure
Diakses pada 1 April 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/pacemaker-insertion
Diakses pada 1 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email