Pelepasan IUD

22 Apr 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bantuan dokter atau bidan dibutuhkan untuk pelepasan IUDPelepasan IUD perlu dilakukan oleh dokter atau bidan

Apa itu pelepasan IUD?

IUD (intrauterine device) merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi berbentuk huruf T yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Di Indonesia, alat ini juga dikenal dengan istilah KB spiral.

IUD termasuk alat kontrasepsi yang paling efektif. Tingkat kegagalannya hanya sekitar 0,1 persen tiap tahun.

Terdapat dua jenis KB spiral berikut yang sering digunakan:

  • IUD lapis tembaga (IUD nonhormonal)

IUD lapis tembaga dapat mencegah kehamilan dengan cara mengeluarkan tembaga ke rahim, sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur.

  • IUD hormonal

IUD hormonal akan melepas hormon progestin ke dalam rahim guna mencegah kehamilan. Progestin dapat membuat cairan leher rahim menjadi lebih kental, sehingga mencegah pembuahan.

Progestin juga bisa mencegah terjadinya ovulasi dan membuat dinding rahim menipis. Dengan ini, sel telur yang sudah dibuahi akan sulit menempel pada dinding rahim.

KB spiral dapat mencegah kehamilan selama 3-10 tahun, tergantung pada jenisnya. Dokter akan menyarankan pelepasan IUD ketika alat KB ini sudah kedaluwarsa atau pasien ingin hamil.

Pelepasan IUD adalah prosedur singkat yang perlu dilakukan oleh tenaga medis profesional. Misalnya, dokter kandungan atau bidan.

Kenapa pelepasan IUD diperlukan?

Seorang wanita memerlukan pelepasan IUD pada beberapa kondisi berikut:

  • IUD sudah kedaluwarsa. Dokter akan memberitahu pasien terkait tanggal kedaluwarsa ini.
  • Pasien ingin hamil.
  • Pasien mengalami efek samping KB spiral, seperti perdarahan hebat, sakit kepala berat, atau nyeri.
  • Pasien mengalami penyakit menular seksual.
  • IUD yang rusak atau keluar dari rahim.
  • Pasien hamil ketika IUD masih di dalam rahim.

Pasien mengalami tekanan darah tinggi, infeksi panggul, endometriosis, radang pada dinding rahim, kanker serviks, kanker endometrium, atau menopause.

Apa saja persiapan untuk menjalani pelepasan IUD?

Anda tidak perlu melakukan persiapan apapun sebelum pelepasan IUD. Namun dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berhubungan intim setidaknya tujuh hari sebelum prosedur. Anjuran ini bertujuan mencegah kehamilan terjadi setelah pelepasan IUD apabila pasien tidak berencana untuk nya dengan mengganti IUD baru.

Bagaimana prosedur pelepasan IUD dilakukan?

Prosedur pelepasan IUD biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit, dan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pasien akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan, seperti posisi saat pemasangan IUD.
  • Dokter akan mengoleskan cairan antiseptik ke sekitar vagina untuk mencegah infeksi.
  • Dokter kemudian memasukkan spekulum (cocor bebek) ke dalam vagina untuk membuka serviks (leher rahim).
  • Dokter akan mencari benang IUD yang biasanya menjulur keluar dari serviks. Bila benang tidak ditemukan, dokter akan memasukkan alat ke dalam leher rahim untuk mengambil benang.
  • Dokter lalu menarik benang IUD, dan KB spiral pun akan keluar dari leher rahim dan vagina.
  • Dokter akan melepas spekulum setelah IUD berhasil dilepaskan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pelepasan IUD?

Pasien umumnya dapat segera hamil setelah pelepasan IUD. Siklus haid juga akan kembali normal. Bila pasien masih ingin menunda kehamilan, IUD baru perlu dipasang atau pasien bisa menggunakan alat kontrasepsi lain.

Pasien perlu segera berkonsultasi ke dokter kandungan bila mengalami gejala berikut ini setelah pelepasan IUD:

  • Nyeri atau kram perut hebat
  • Demam atau menggigil
  • Perdarahan yang parah dari vagina
  • Keputihan berbau tidak sedap

Apa saja komplikasi pelepasan IUD?

Anda mungkin akan mengalami kram perut dan perdarahan atau bercak darah ringan (flek) selama beberapa hari hingga beberapa minggu pascaprosedur. Bila kram perut tidak kunjung membaik, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

penggunaan kbkontrasepsi

Healthline. https://www.healthline.com/health/iud-removal
Diakses pada 22 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/iud-removal#1
Diakses pada 22 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314272
Diakses pada 22 April 2020

British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/abp4777
Diakses pada 22 April 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email