Otopsi

30 May 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Proses otopsi dilakukan dengan membedah tubuh jenazah.Prosedur otopsi mampu menemukan penyebab kematian seseorang.

Apa itu prosedur otopsi?

Otopsi yang disebut juga sebagai obduksi, nekropsi atau pemeriksaan post-mortem adalah prosedur medis untuk memeriksa jenazah. Kata otopsi berasal dari bahasa Yunani autopsia, yang berarti "melihat dengan mata kepala sendiri.”

Mengapa prosedur otopsi perlu dilakukan?

Prosedur otopsi dilakukan karena berbagai alasan berikut ini:

  • Menentukan penyebab kematian
  • Memastikan kebenaran diagnosis klinis
  • Evaluasi terhadap efektivitas perawatan medis atau bedah
  • Menyediakan informasi untuk keluarga tentang kemungkinan kondisi genetik atau penyakit yang diwariskan
  • Sebagai materi pengajaran atau penelitian di rumah sakit akademik
  • Membantu penyelidikan kasus kematian (forensik)
  • Memberikan kepastian untuk anggota keluarga yang mungkin mempertanyakan diagnosis atau perawatan

Apa yang perlu dipersiapkan keluarga sebelum menghadapi prosedur otopsi kerabatnya?

Umumnya, perihal pelaksanaan otopsi harus diinformasikan kepada keluarga atau orang terdekat dari jenazah. Keluarga atau orang terdekat jenazah dapat menghadiri proses otopsi, kecuali untuk kasus tertentu pada otopsi forensik.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur otopsi?

Tim medis melakukan otopsi menyeluruh yang meliputi pemeriksaan luar tubuh (termasuk pemeriksaan pakaian dan aksesori pada tubuh), pemeriksaan internal, dan pengumpulan serta penyimpanan berbagai bagian tubuh untuk setiap penyelidikan tambahan yang dibutuhkan.

Sebelum melakukan otopsi, semua informasi yang bisa didapat tentang subjek, peristiwa yang menyebabkan kematian, catatan medis, dokter (yang sebelumnya merawat subjek), anggota keluarga, serta lokasi dan keadaan kematian akan dikumpulkan. Ada dua jenis pemeriksaan, yaitu pemeriksaan eksternal dan pemeriksaan internal.

1. Pemeriksaan eksternal

Otopsi dimulai dengan inspeksi menyeluruh pada tubuh jenazah. Ahli patologi menimbang dan mengukur tinggi badan, mencatat informasi mengenai pakaian jenazah, barang-barang berharga dan karakteristik seperti warna mata, rambut dan panjang rambut, etnis, jenis kelamin dan usia.

Setelah pakaian jenazah dilepas, kemudian ahli melakukan pemeriksaan tubuh, mencari residu, serpihan atau endapan lainnya, mengidentifikasi bekas luka, tato, atau cedera. Rontgen dapat digunakan untuk mengungkapkan kelainan tulang, lokasi trauma (misalnya peluru) atau benda lain. Sementara itu, sinar ultraviolet dapat membantu mendeteksi residu. Ahli patologi juga dapat mengambil sampel rambut dan kuku untuk keperluan lebih lanjut.

2. Pemeriksaan internal

Pemeriksaan internal dimulai dengan insisi Y atau U. Insisi dimulai dari kedua bahu lalu bergabung di atas tulang dada dan terus turun ke tulang kemaluan. Kulit dan jaringan di bawahnya kemudian dibuka untuk mengekspos tulang rusuk dan rongga perut.

Lalu, bagian depan tulang rusuk dibuka untuk mengekspos organ di bagian leher dan dada. Sementara itu organ perut dibedah secara terpisah.

Organ diperiksa untuk mencari kelainan yang terlihat dengan mata telanjang. Contoh penyakit yang mudah diidentifikasi termasuk aterosklerosis, sirosis hati, dan penyakit arteri koroner di jantung.

Setelah dikeluarkan dari tubuh, organ-organ tersebut biasanya dipisahkan satu sama lain dan dibedah lebih lanjut untuk mendidentifikasi kelainan di bagian dalam, misalnya tumor. Sampel kecil biasanya diambil dari semua organ untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pada akhir proses otopsi, insisi akan dijahit dan organ dapat dikembalikan ke dalam tubuh atau disimpan untuk tujuan edukasi, penelitian, dan diagnostik.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur otopsi?

Setelah semua studi selesai, tim medis akan laporan rinci yang berisi gambaran prosedur otopsi dan temuan-temuan mikroskopis, daftar diagnosis medis, dan ringkasan kasus. Laporan ini menekankan hubungan atau korelasi antara temuan klinis seperti pemeriksaan dokter, tes laboratorium, tes radiologi dan temuan patologis dari proses otopsi.

penyakit dalampenyakit genetikfungsi organ

E Medicine Health.
https://www.emedicinehealth.com/autopsy/article_em.htm#what_is_an_autopsy_who_performs_the_procedure
Diakses pada 20 Mei 2020

Livescience.
https://www.livescience.com/32789-forensic-pathologist-perform-autopsy-csi-effect.html
Diakses pada 20 Mei 2020

Medicine Net.
https://www.medicinenet.com/autopsy/article.htm#autopsy_facts
diakses pada 20 Mei 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539901/
Diakses pada 20 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email