Operasi sinus dilakukan dengan alat endoskop.
Operasi sinus mampu mengembalikan kondisi normal sinus.

Apa itu prosedur operasi sinus?

Selain perawatan dengan obat, operasi sinus sering menjadi pilihan untuk mengembalikan sinus pada kondisi normalnya. Sinus merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Letaknya ada di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata.

Sinus berfungsi menghasilkan lendir yang dapat menambah kelembapan pada saluran hidung. Sehingga, dapat tercipta lapisan pelindung untuk mencegah partikel yang tidak diinginkan seperti polutan, kotoran, dan mikroba masuk ke dalam saluran pernapasan.

Rongga sinus dilapisi sel berbentuk seperti rambut yang sangat halus yang disebut silia. Silia berfungsi untuk membantu mengalirkan lendir di saluran sinus dan menuju keluar hidung. Sinus juga berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru. Gangguan pada sinus seperti pembengkakan atau gejala lainnya kerap terjadi sehingga menghambat fungsinya.

Mengapa prosedur operasi sinus perlu dilakukan?

Berikut ini sejumlah gangguan kesehatan yang membutuhkan operasi sinus.

1. Sinusitis

Sinusitis adalah pembengkakan sinus atau saluran hidung, yang juga disebut infeksi sinus. Kondisi ini mengganggu drainase (aliran cairan) serta menyebabkan menumpuknya lendir. Lendir ini akhirnya terkontaminasi bakteri dan menyebabkan Anda kesulitan bernafas melalui hidung. Area di sekitar mata dan wajah dapat terasa bengkak, nyeri, dan bahkan Anda dapat mengalami sakit kepala.

2. Polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan suatu jaringan lunak tanpa rasa sakit di dalam hidung. Polip hidung biasanya bukan masalah serius. Namun jika tidak diobati, polip dapat terus tumbuh dan memblokir hidung.

Polip hidung memiliki gejala berupa hidung berair, penumpukan cairan (mukus) hidung di hidung bagian belakang dan tenggorokan, terjadinya penurunan fungsi penciuman atau perasa, mimisan, mendengkur, merasa nyeri pada wajah atau gigi bagian atas dan sakit kepala.

3. Kondisi lain

Operasi sinus juga mungkin diperlukan untuk kondisi sinusitis yang disebabkan oleh infeksi jamur, adanya kelainan anatomi hidung dan rongga sinus, sinusitis yang disertai infeksi HIV, serta infeksi sinus yang telah menyebar ke tulang di sekitarnya.

Apa saja persiapan yang diperlukan sebelum menjalani prosedur operasi sinus?

Anda harus menghindari penggunaan beberapa jenis obat-obatan yang dijual bebas seperti ibuprofen dan aspirin, seminggu sebelum operasi sinus. Pada kasus tertentu, misalnya ketika baru saja menjalani peasangan kateter jantung, Anda tidak boleh menghentikan konsumsi obat terlalu lama. Oleh karena itu, tanyakan pada dokter bedah mengenai durasi penghentian pemakaian obat tertentu, yang aman untuk kondisi Anda.

Sebelum menjalani operasi sinus, Anda juga bisa melembapkan saluran sinus menggunakan semprotan saline. Yang tak kalah pentingnya, rencanakan keberangkatan dan kepulangan Anda, sebelum dan sesudah menjalani operasi sinus. Sebab, Anda tidak akan bisa mengemudi dalam kondisi tersebut.

Berhentilah merokok (jika Anda memiliki kebiasaan merokok) 3 minggu sebelum operasi, dan jangan makan maupun minum pada malam hari sebelum operasi.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur operasi sinus?

Tujuan dari operasi sinus adalah untuk menghilangkan berbagai hal yang menghalangi saluran sinus, melalui:

  • Pengangkatan tulang tipis di saluran hidung
  • Pengangkatan membran mukosa
  • Pengangkatan polip hidung
  • Pengangkatan jaringan yang bengkak atau rusak
  • Pengangkatan tumor yang menghalangi jalan hidung atau sinus

Berbagai prosedur pengangkatan tersebut dapat dilakukan dengan jenis-jenis operasi sinus berikut ini:

1. Bedah sinus endoskopi fungsional (FESS)

Jenis operasi sinus ini termasuk prosedur yang paling banyak dilakukan. FESS berlangsung menggunakan suatu alat yang disebut endoskop. Endoskop berbentuk selang elastis yang dilengkapi lampu dan kamera optik di ujungnya.

Tujuan prosedur ini adalah untuk membersihkan sinus dari jaringan peradangan dan infeksi yang menyumbat sinus, serta memperbaiki aliran udara antara rongga sinus dan hidung.

2. Image-guided surgery

Operasi sinus jenis ini adalah prosedur baru yang direkomendasikan untuk penyumbatan sinus yang lebih parah. Tindakan ini juga menjadi pilihan bagi pasien yang pernah operasi sebelumnya tetapi masih kambuh.

Selain menggunakan endoskop, dalam operasi ini juga disertakan sistem pemetaan tiga dimensi menggunakan CT scan dan sinyal inframerah. Jadi dokter bisa melihat kondisi bagian dalam sinus dengan lebih jelas dan menjalankan operasi sinus secara akurat.

3. Operasi Caldwell-Luc

Operasi Caldwell-Luc jarang dilakukan untuk operasi sinusitis. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan pertumbuhan dan meningkatkan drainase sinus. Operasi ini akan menciptakan jalur antara hidung dan rongga di bawah mata yang disebut sinus maksilaris. Jalur ini kemudian membantu drainase hidung menjadi lebih lancar.

Operasi sinus biasanya memberikan sensasi tidak nyaman. Oleh karenanya, Tindakan medis ini dilakukan dengan bius umum atau lokal. Sebelum memutuskan jenis operasi, dokter akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis operasi. Lalu dokter akan memutuskan bersama-sama dengan pasien mengenai prosedur yang paling tepat.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur operasi sinus?

Selalu ada kemungkinan penyakit pada sinus tidak dapat sembuh setelah operasi, atau sempat sembuh tapi kambuh di kemudian hari. Jika hal itu terjadi, operasi sinus selanjutnya mungkin diperlukan. Biasanya dokter juga akan meresepkan pengobatan setelah operasi dilakukan. Terutama pada kondisi sinus yang disebabkan oleh alergi.

Umumnya sebagian besar pasien mengalami penyembuhan yang signifikan dengan kombinasi operasi dan pengobatan medis yang berkelanjutan.  Perawatan pascaoperasi yang baik juga sangat penting dalam keberhasilan operasi sinus, untuk meningkatkan penyembuhan dan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi.

Apa risiko dari prosedur operasi sinus?

Berikut ini sejumlah risiko yang mungkin muncul dari operasi sinus.

1. Perdarahan

Reaksi perdarahan jarang terjadi pada operasi sinus. Namun jika terjadi perdarahan yang signifikan, dokter akan menghentikan operasi dan mengobati perdarahannya terlebih dahulu.

2. Gangguan penglihatan

Meskipun kasusnya sangat jarang, adanya gangguan penglihatan setelah operasi sinus pernah dilaporkan terjadi. Biasanya gangguan penglihatan tersebut hanya terjadi di salah satu mata dan kesempatan untuk dapat disembuhkan cukup kecil.

3. Kehilangan kemampuan penciuman

Kehilangan kemampuan penciuman sementara maupun permanen bisa saja terjadi setelah operasi sinus. Namun sejumlah pasien sempat dilaporkan mengalami kehilangan penciuman. Gejala tersebut dapat membaik dengan penanganan dari dokter.

4. Kebocoran cairan otak (CSF leak)

Semua jenis operasi sinus berpeluang untuk menimbulkan terjadinya kebocoran cairan yang mengelilingi otak (CSF). Kebocoran CSF dapat mengakibatkan terjadinya infeksi di otak hingga terjadi meningitis (radang otak). Namun, penggunaan endoskop memungkinkan dokter bisa mendapatkan visualisasi yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi risiko ini terjadi.

5. Risiko lainnya

Robekan pada lapisan mata kadang-kadang terjadi setelah menjalani operasi sinus. Selain itu juga pasien bisa mengalami mati rasa atau merasa tidak nyaman pada gigi untuk jangka waktu tertentu. Pembengkakan, memar, atau mati rasa sementara pada bibir dan perubahan suara juga dapat terjadi.

American Rhinologic. http://care.american-rhinologic.org/ess
Diakses pada 8 April 2020

American Rhinologic. http://care.american-rhinologic.org/complications_ess
Diakses pada 8 April 2020

American Rhinologic. http://care.american-rhinologic.org/expectations_of_sinus_surgery
Diakses pada 8 April 2020

NHS. http://www.nhs.uk/conditions/Polyps-nose/Pages/Introduction.aspx
Diakses pada 8 April 2020

AAAAI. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/sinusitis
Diakses pada 8 April 2020

Entnet. http://www.entnet.org/content/sinus-surgery
Diakses pada 8 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316953#treatments-to-try-before-surgery
Diakses pada 8 April 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17478-sinus-surgery
Diakses pada 8 April 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/sinus-surgery#preparation
Diakses pada 17 April 2020

Artikel Terkait

Sebelum melakukan proses cabut gigi bungsu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda

Lakukan Persiapan Sebelum Menjalani Operasi Gigi Bungsu

Gigi geraham bungsu (wisdom tooth) adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh di belakang gusi dan menimbulkan rasa sakit pada gusi. Operasi gigi bungsu lebih kompleks ketimbang cabut gigi biasa. Persiapan medis hingga biaya operasi gigi bungsu penting untuk diketahui.