Operasi Pembesaran Payudara (Pemasangan Implan)

07 Dec 2021|Nurul Rafiqua
Operasi pembesaran payudara membutuhkan penanaman implanOperasi pembesaran payudara dilakukan dengan menanamkan implan

Apa itu operasi pembesaran payudara?

Operasi pembesaran payudara adalah salah satu operasi plastik untuk membuat payudara lebih besar dan terlihat lebih berisi. Proses memperbesar payudara ini dilakukan dengan menggunakan implan payudara. 

Selain untuk meningkatkan kepercayaan diri, operasi memperbesar payudara juga dilakukan untuk tindakan rekonstruktif, alias operasi perbaikan bentuk payudara yang mungkin rusak karena kecelakaan atau penyakit tertentu. 

Tindakan medis ini hanya bisa dilaksanakan oleh dokter bedah plastik.

Jenis implan payudara

Ada berbagai metode operasi pembesaran payudara. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah menggunakan implan dan injeksi silikon langsung ke payudara.

Akan tetapi, American Society of Plastic Surgery menyebutkan bahwa injeksi silikon tidak dianjurkan untuk memperbesar payudara karena berbahaya. Implan lebih dipilih untuk rekonstruksi payudara karena keamanannya.

Ada dua tipe dasar implan payudara, antara lain:

1. Implan saline 

Implan saline adalah jenis implan yang dibuat dari cangkang silikon berisi air garam steril (saline). Pengisian air garam tersebut dilakukan sebelum atau saat tindakan operasi.

Jenis implan ini juga hanya dapat dilakukan pada wanita berusia di atas 18 tahun.

2. Implan silikon

Implan silikon terbuat dari kantung silikon yang diisi gel silikon. Implan silikon dapat memberikan bentuk yang lebih natural. Meski begitu, jika terjadi kebocoran, implan ini dapat menyebabkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan. 

Meski lebih aman, implan payudara juga punya beberapa risiko yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Payudara terasa sakit
  • Infeksi
  • Payudara atau puting lebih sensitif
  • Implan bocor atau pecah
  • Terbentuknya jaringan parut yang dapat mengubah posisi implan
  • Perdarahan
  • Penumpukan cairan dalam payudara

Berapa biaya operasi pembesaran payudara?

Besarnya biaya yang Anda perlukan untuk menjalani operasi pembesaran payudara dapat bervariasi dan tergantung dari dokter dan fasilitas kesehatan yang Anda pilih. Secara umum, biaya operasi implan payudara berkisar mulai dari 20 juta rupiah.

Perlu diingat juga bahwa operasi pembesaran payudara termasuk tindakan medis estetika. Ini berarti, biaya operasi ini tidak ditanggung oleh asuransi.

Kenapa operasi pembesaran payudara diperlukan?

Operasi memperbesar payudara umumnya bertujuan:

  • Menambah ukuran payudara dan meningkatkan kepercayaan diri
  • Memperbaiki penampilan (rekonstruksi payudara) yang tidak simetris setelah menjalani operasi payudara untuk kondisi medis lain, misalnya operasi pengangkatan payudara (mastektomi) akibat kanker payudara atau karena cedera.

Siapa saja yang dapat melakukan operasi implan payudara?

Anda dapat menjalani operasi pembesaran payudara jika memenuhi kriteria berikut:

  • Anda harus sehat secara fisik dan mental. 
  • Anda tidak sedang menderita infeksi aktif, kanker yang tidak diobati, atau penyakit serius lainnya. 
  • Payudara kendur, rata, memanjang, tidak simetris, atau volumenya berkurang (biasanya terjadi setelah hamil, turunnya berat badan, atau karena faktor usia) 
  • Payudara Anda sudah berhenti pertumbuhannya.
  • Anda memahami bahwa meskipun operasi payudara dapat mengubah penampilan Anda, tapi hal ini tidak dapat serta--merta memperbaiki masalah citra tubuh atau memberi penampilan yang sangat berbeda. Oleh karena itu, Anda harus memiliki harapan yang realistis terhadap hasil operasi nantinya.
  • Untuk implan saline, Anda harus berusia minimal 18 tahun. Jika Anda menginginkan implan silikon, usia minimum adalah 22 tahun.

Siapa saja yang tidak dapat menjalani operasi pembesaran payudara?

  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Menderita kanker payudara atau memiliki hasil mammogram yang abnormal.
  • Sedang sakit atau tengah berjuang melawan infeksi.
  • Anda memiliki harapan yang tidak realistis untuk hasil pascaoperasi.

Seberapa sering seseorang harus menjalani operasi pembesaran payudara?

Tidak terdapat panduan spesifik mengenai frekuensi seseorang harus menjalani operasi pembesaran payudara. Batasnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan berbagai pertimbangan.

Umumnya, kebanyakan implan silikon dan saline yang disetujui oleh FDA (lembaga setara badan POM di Amerika Serikat) memiliki masa tanam selama 10-20 tahun. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menggantinya setiap 10-20 tahun sekali. Sebagian besar pasien hanya perlu melakukan 1-2 kali penggantian implan seumur hidup mereka.

Umur implan bisa jadi berbeda pada tiap orang. Namun, yang perlu diingat, semakin lama implan payudara berada di dalam tubuh, semakin meningkat pula risiko terjadinya komplikasi. 

Beberapa orang yang menjalani operasi pembesaran payudara mungkin perlu melakukan pengangkatan implan demi mencegah komplikasi memburuk.

Apa saja persiapan sebelum menjalani operasi pembesaran payudara?

Hal yang dapat Anda lakukan sebelum operasi pembesaran payudara meliputi:

  • Menjalani pemeriksaan rutin pada payudara. Langkah ini biasanya berupa pemeriksaan fisik, mammogram, dan tes darah maupun urine.
  • Memahami bahwa operasi pembesaran payudara sejatinya dilakukan karena motivasi dari diri sendiri, bukan karena orang lain.
  • Berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat dan risiko operasi implan payudara. Bicarakan kesiapan fisik dan mental Anda sebelum menjalani operasi pembesaran payudara. Dengan ini, Anda tidak akan menyesal di kemudian hari.
  • Menginformasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Dokter akan memberitahukan jenis-jenis obat yang harus dihentikan untuk sementara sebelum operasi.
  • Berhenti merokok selama beberapa minggu sebelum operasi. Kebiasaan ini dapat memperlambat proses pemulihan luka dan meningkatkan risiko komplikasi.
  • Berpuasa minimal 6-12 jam sebelum menjalani operasi.
  • Anda harus menyediakan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah operasi. 

Bagaimana proses operasi memperbesar payudara?

Secara garis besar, proses memperbesar payudara melalui implan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Dokter anestesi akan melakukan pembiusan, umumnya bius total.
  • Dokter bedah plastik akan membersihkan area sayatan dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.
  • Dokter lalu membuat sayatan. Letak sayatan bisa di bawah payudara, sekitar ketiak, atau sekitar puting payudara.
  • Dokter kemudian memisahkan jaringan payudara dari otot-otot maupun jaringan ikat (ligamen) dada. Tujuannya adalah membuat ruang di dalam payudara agar bisa diisi oleh implan.
  • Bila memakai implan saline, implan saline ini dibiarkan kosong saat dimasukkan ke dalam payudara. Setelah posisinya tepat dalam payudara, implan baru diisi dengan cairan saline (garam steril).
  • Jika pasien memilih implan silikon, implan sudah diisi terlebih dahulu dengan gel silikon sebelum dimasukkan ke dalam payudara. Implan akan ditempatkan di bagian atas atau bawah otot dada.
  • Setelah implan payudara diletakkan dengan tepat, dokter akan menjahit sayatan dan menutupnya dengan kasa steril.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah operasi pembesaran payudara?

Pascaoperasi, Anda mungkin akan merasakan rasa nyeri, bengkak, dan lebam pada payudara selama beberapa minggu. Dokter akan meresepkan antinyeri untuk mengatasinya.

Selama masa pemulihan, Anda sebaiknya mengenakan bra yang nyaman guna menyokong payudara dan memosisikan implan payudara dengan baik. Misalnya, bra kompresi atau sport bra.

Anda biasanya perlu beristirahat di rumah selama beberapa minggu setelah operasi dan menghindari aktivitas berat selama setidaknya dua minggu. Ikutilah petunjuk dokter mengenai kapan Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Bila dokter memakai benang jahit yang tidak diserap oleh tubuh, Anda perlu kembali ke dokter untuk melepaskan jahitan. Namun, jika benang jahitnya bisa terurai dengan sendirinya, dokter tidak perlu melepasnya lagi.

Segeralah berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami tanda infeksi. Misalnya, kemerahan pada payudara dioperasi atau Anda mengalami demam.

Apa saja risiko komplikasi dan dampak pakai implan payudara?

Operasi pembesaran payudara menggunakan implan bisa mendatangkan risiko efek samping yang berdampak dalam kehidupan. Itu sebabnya, Anda perlu mempertimbangkannya matang-matang.

Selain risiko pemasangan implan payudara yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa dampak dan kemungkinan komplikasi yang juga dapat terjadi, yaitu:

1. Perubahan bentuk payudara

Pemasangan implan memang bertujuan untuk mengubah bentuk dan ukuran payudara. Akan tetapi, perubahan bentuk payudara ke arah yang tidak dikehendaki juga jadi salah satu komplikasi yang dapat terjadi.

Risiko berubahnya bentuk payudara karena pemasangan implan bisa menyebabkan komplikasi, seperti perdarahan. Jika ini yang terjadi, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pengangkatan implan payudara.

Meski dapat memasang implan lagi , beberapa orang mungkin memutuskan untuk tidak mau atau tidak bisa menanam implan lagi. Misalnya, karena ketersediaan implan merek sama yang tidak ada. 

Hal ini bisa menyebabkan payudara menjadi kendur, muncul kerutan, atau cekungan yang tidak diinginkan.

2. Risiko kanker payudara

Badan POM Amerika Serikat, FDA, sebenarnya tidak terlalu menemukan hubungan antara implan payudara dan kanker payudara atau masalah reproduksi lainnya.

Meski demikian, dalam jumlah yang sangat jarang terjadi, kanker payudara jadi salah satu risiko menjalani implan payudara.

Selain itu, pemasangan implan payudara juga bisa membuat skrining kanker payudara, seperti mammogram, menjadi kurang akurat. Hal ini bisa berisiko menyebabkan kanker payudara terlambat dideteksi akibat keberadaan implan.

3. Muncul gejala sistemik

Beberapa orang yang menjalani operasi pembesaran payudara juga dilaporkan mengalami beberapa gejala sistemik, seperti kelelahan, gangguan memori, dan nyeri sendi. Komplikasi implan payudara ini disebut sebagai breast implant illness. 

Belum diketahui apa yang menyebabkan komplikasi ini. Dalam beberapa kasus, pengangkatan implan payudara mungkin diperlukan untuk mengatasinya.

4. Terganggunya produksi ASI

Salah satu risiko dari pemasangan implan payudara adalah terganggunya produksi ASI. beberapa orang yang menjalani operasi pembesaran payudara mungkin saja dapat menyusui bayinya, sementara beberapa yang lain tidak.

Hal ini terjadi karena saat prosedur, beberapa jaringan dan kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan ASI mungkin terganggu.

Selain itu, FDA kini juga tengah meneliti soal ada tidaknya dampak silikon pada ASI yang diproduksi oleh ibu yang memasang implan payudara. Itu sebabnya, Anda sebaiknya berdiskusi dengan dokter mengenai operasi pembesaran payudara.

payudara

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263567#11
Diakses pada 19 Oktober 2021

Plastic Surgery. https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/breast-augmentation
Diakses pada 19 Oktober 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-augmentation/about/pac-20393178
Diakses pada 15 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-breast-augmentation#1
Diakses pada 19 Oktober 2021

Plastic Surgery. https://www.plasticsurgery.org/news/blog/are-you-a-good-candidate-for-breast-augmentation
Diakses pada 19 Oktober 2021

American Society of Plastic Surgery. https://www.plasticsurgery.org/news/blog/breast-augmentation-should-never-involve-raw-silicone-injected-directly-into-the-breast
Diakses pada 3 Desember 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321610
Diakses pada 3 Desember 2021

US Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/breast-implants/risks-and-complications-breast-implants#Implant_Complications
Diakses pada 3 Desember 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email