LASIK

28 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dokter akan memakai alat khusus yang mengeluarkan sinar laser pada operasi LASIKOperasi LASIK dilakukan dengan alat khusus yang akan mengeluarkan sinar laser

Apa itu LASIK?

Laser-assisted in situ keratomileusis atau LASIK adalah operasi dengan sinar laser untuk memperbaiki kelainan refraksi mata. Beberapa kelainan refraksi mata yang dapat ditangani dengan LASIK meliputi mata minus (rabun jauh atau miopia), mata plus (rabun dekat atau hipermetropia), dan silinder (astigmatisma).
Pada mata normal, cahaya akan mengalami refraksi (melengkung) ketika melewati kornea dan jatuh tepat di retina. Pada gangguan refraksi mata, cahaya tidak melengkung dengan baik. Sebagai akibatnya, penglihatan Anda menjadi buram.Operasi LASIK menggunakan laser khusus yang bertujuan mengubah bentuk kornea untuk memperbaiki penglihatan pasien. Prosedur ini dapat menjadi alternatif bagi penanganan kelainan refraksi mata lainnya, yakni kacamata dan lensa kontak.Kelebihan dari tindakan ini adalah tingkat keberhasilan lasik adalah 96%, rasa nyeri yang minimal, dan penglihatan pasien langsung membaik.

Berapa biaya LASIK?

Biaya LASIK bisa berbeda-beda pada tiap fasilitas kesehatan. Namun secara umum, biaya prosedur ini di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 14.000.000 untuk tiap mata.

Kenapa LASIK diperlukan?

LASIK dapat menjadi pilihan pengobatan bagi pasien dengan kondisi-kondisi mata berikut:
  • Rabun jauh (miopia)

Kondisi ini terjadi karena bola mata memiliki ukuran lebih panjang dari normal atau kornea melengkung terlalu tajam, sehingga cahaya jatuh di depan retina. Penderita rabun jauh tidak dapat melihat jelas objek yang letaknya jauh. Tapi ia bisa melihat objek berjarak dekat dengan normal.
  • Rabun dekat (hipermetropia)

Rabun dekat terjadi karena bola mata yang berukuran lebih pendek dari normal atau kornea yang terlalu datar, sehingga cahaya jatuh di belakang retina. Penderita kelainan mata ini tidak bisa melihat jelas objek yang dekat, namun dapat melihat objek yang jauh secara normal.
  • Mata silinder atau astigmatisma

Mata silinder terjadi karena kornea melengkung atau mendatar tidak rata. Akibatnya, cahaya tidak dapat terfokus dengan baik dan mengganggu fokus penglihatan jarak dekat maupun jarak jauh.

Siapa yang membutuhkan LASIK?

Pasien dengan gangguan refraksi mata yang ingin melakukan prosedur LASIK perlu memenuhi beberapa persyaratan di bawah ini:
  • Berusia 18 tahun atau lebih. Usia ideal pasien LASIK adalah 21 tahun karena kondisi mata cenderung sudah stabil.
  • Memiliki kelainan refraksi mata yang tidak banyak berubah selama setahun
  • Mengalami kelainan refraksi mata yang memang bisa diperbaiki dengan LASIK.
  • Memiliki kornea mata cukup tebal dan dalam kondisi baik.
  • Memiliki kondisi mata pasien yang baik secara umum.
  • Tidak memiliki penyakit glaukoma, rheumatoid arthritis, herpes mata, kencing manis, katarak.

Siapa yang tidak boleh menjalani LASIK?

Ada pula sebagian orang yang tidak cocok sebagai kandidat operasi LASIK karena memiliki kondisi-kondisi berikut:
  • Kelainan refraksi yang tidak stabil atau berubah-ubah.
  • Kelainan refraksi yang sangat parah.
  • Mata kering yang parah.
  • Kornea yang terlalu tipis
  • Kelainan atau pengikisan pada kornea.
  • Kornea yang berbentuk seperti kerucut (keratokonus).
  • Glaukoma berat.
  • Katarak yang mengganggu penglihatan.
  • Riwayat infeksi mata tertentu.
  • Riwayat diabetes yang tidak ditangani dengan baik.
  • Wanita hamil atau menyusui.

Apa saja persiapan untuk menjalani LASIK?

Sebelum LASIK dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk memastikan mata Anda dalam keadaan sehat. Berikut contoh pemeriksaan tersebut:
  • Pemeriksaan lengkungan kornea.
  • Pemeriksaan ukuran pupil pada kondisi terang dan gelap.
  • Ukuran kelainan refraksi mata.
  • Ketebalan kornea, untuk memastikan pasien masih memiliki jaringan kornea yang cukup setelah operasi.
  • Pemeriksaan tekanan bola mata
  • Pemeriksaan kondisi medis adakah penyakit hipertensi, kencing manis dsb
  • Pasien jangan menggunakan rias mata
  • Pasien diharapkan membersihkan mata dan bulu mata
  • Tidak menggunakan lensa kontak beberapa minggu sebelum operasi
Anda kemudian akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi. Formulir ini menandakan bahwa Anda sudah mengerti risiko, manfaat, alternatif pengobatan lain, dan kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi setelah LASIK.

Bagaimana prosedur LASIK dilakukan?

Pada prosedur LASIK, dokter akan menggunakan laser untuk mengubah kelengkungan kornea. Berikut langkah-langkahnya:
  • Dokter akan melakukan pembiusan dengan obat tetes mata.
  • Dokter akan memasang penahan kelopak mata supaya mata tetap terbuka dan mencegah mata
  • Sebuah cincin isap juga akan dipasang untuk mencegah bola mata bergerak.
  • Anda akan merasakan tekanan seperti jari yang ditekankan pada kelopak mata, lalu pandangan Anda akan meredup atau menjadi gelap.
  • Dokter akan membuat pembukaan lapisan (flap) tipis di jaringan kornea menggunakan alat khusus seperti laser atau microkeratome.
  • Flap tersebut kemudian akan diangkat dan dilipat kembali.
  • Pasien akan diminta untuk melihat ke arah cahaya untuk mencegah mata bergerak.
  • Dokter kemudian memperbaiki bentuk kornea dengan laser. Laser ini sudah diprogram sesuai dengan ukuran mata pasien.
  • Setelah memperbaiki bentuk kornea, dokter mata akan menempatkan flap kembali ke posisinya dan menghaluskan sisinya. Flap akan menempel ke jaringan kornea dengan sendirinya dalam 2-3 menit.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah LASIK?

Setelah LASIK dilakukan, dokter akan memita Anda untuk:
  • Memakai pelindung mata selama beberapa hari, khususnya saat mandi, tidur, atau keluar rumah.
  • Beristirahat di rumah selama beberapa waktu setelah operasi.
  • Jangan menggosok mata
  • Mata ditutup perban setidaknya 6 jam pasca operasi
  • Ketika sudah di rumah, menggunakan penutup mata saat tidur
  • Tidak menggunakan rias mata, berenang, berendam di air panas hingga beberapa minggu setelah operasi atau hingga dokter telah mengevaluasi hasil operasi dan dinyatakan aman.
Dalam beberapa jam pascaprosedur, mata Anda umumnya akan mengalami gatal atau terasa seperti terbakar. Dokter akan memberikan tetes mata untuk mengurangi kondisi kering pada mata dan membantu penyembuhan.Kesuksesan tindakan LASIK adalah adanya perbaikan daya penglihatan hingga 20/25 ketika dokter memeriksa dengan Snellen Chart. Ini berarti, pasien bisa melihat benda sejarak 20 kaki (6 m) bila dibandingkan orang normal yang dapat melihat berjarak 25 kaki (7 m). Dengan ini, tidak ada perbedaan jauh antara jarak pandang  Anda dengan orang normal.

Apa saja efek samping dan komplikasi LASIK?

Beberapa efek samping atau komplikasi LASIK yang dapat terjadi meliputi:
  • Rasa tidak nyaman d mata pada 1-2 hari pascaprosedur.
  • Silau saat melihat cahaya.
  • Mata kering.
  • Ketika melihat sesuatu, terkadang seperti ada lingkaran cahaya (halo).
  • Kesulitan berkendara pada malam hari.
  • Gangguan penglihatan yang berubah-ubah (tidak stabil).
rabun dekatrabun jauhmata minus
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/about/pac-20384774
Diakses pada 26 Februari 2020
American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eye-health/treatments/lasik
Diakses pada 26 Februari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007018.htm
Diakses pada 26 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery#1
Diakses pada 26 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email