Operasi Bypass Jantung

11 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Operasi bypass jantung dilakukan pada pembuluh darah yang rusak karena tersumbatPenyumbatan bisa merusak pembuluh darah hingga butuh operasi bypass jantung

Apa itu operasi bypass jantung?

Coronary artery bypass graft (CABG) atau operasi bypass jantung adalah tindakan medis yang bertujuan memperbaiki aliran darah ke jantung. Prosedur ini dilakukan dengan cara memindahkan pembuluh darah dari bagian tubuh lain ke pembuluh darah jantung yang mengalami kerusakan akibat penyumbatan.
Ketika pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung mengalami penyumbatan, jantung tidak dapat bekerja dengan baik. Kondisi ini bisa memacu terjadinya gagal jantung.Dengan operasi CABG, pembuluh darah lain akan digunakan sebagai jalan pintas untuk mengalirkan darah ke jantung. Hasilnya, darah dapat kembali dialirkan ke jantung.Operasi bypass jantung dapat meredakan gejala penyakit jantung koroner, seperti nyeri dada dan sesak napas. Namun operasi ini tidak dapat mengatasi kondisi medis yang mendasari sumbatan pada pembuluh darah jantung.Pada beberapa pasien, operasi bypass jantung dapat memperbaiki fungsi jantung dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.

Kenapa operasi bypass jantung diperlukan?

Operasi bypass jantung diperlukan untuk memperbaiki aliran darah ke otot jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak. Kondisi ini juga disebut aterosklerosis dan akan menyumbat pembuluh darah koroner di jantung dan memicu penyakit jantung koroner.Beberapa gejala penyakit jantung koroner meliputi:
  • Nyeri dada
  • Rasa lelah
  • Jantung berdebar
  • Gangguan irama jantung
  • Sesak napas
  • Pembengkakan tangan dan kaki
  • Gangguan pencernaan
Apabila aliran darah ke otot jantung berkurang karena ukuran sumbatan yang makin besar, pasien dapat mengalami serangan jantung.Operasi bypass jantung melibatkan pengambilan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, lalu menggunakannya untuk membuat jalan pintas di sekeliling pembuluh darah koroner yang tersumbat.CABG menjadi pilihan ketika percutaneous cardiac intervention (PCI) tidak dapat memperbaiki sumbatan pada pembuluh darah. Misalnya pada pasien yang memiliki terlalu banyak sumbatan atau posisi sumbatan yang sulit untuk dicapai oleh PCI.Operasi bypass jantung akan memperbaiki aliran darah dan mengurangi nyeri dada akibat penyakit jantung koroner. Dengan ini, penderita akan merasa lebih baik dan kembali dapat melakukan aktivitas normalnya.

Apa saja persiapan sebelum operasi bypass jantung?

Operasi bypass jantung yang dijadwalkan oleh dokter memerlukan konsultasi preoperatif. Ini berarti, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani operasi. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Dokter akan menanyakan kondisi kesehatan pasien dan riwayat penyakit pada keluarga. Dokter akan menanyakan sudah berapa lama terjadinya nyeri dada dan sesak napas.
  • Pemeriksaan fisik seperti pemerksaan jantung dan paru-paru. Dokter juga akan memeriksa arteri manakah yang mengalami penyumbatan
  • Pasien akan diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang berupa tes darah, rontgen dada, elektrokardiogram (EKG), serta angiogram.

Bagaimana prose.dur operasi bypass jantung dilakukan?

Operasi bypass jantung biasanya berlangsung selama 3-6 jam dan membutuhkan anestesi umum (obat bius total) sehingga pasien tidak sadar selama operasi. Prosedurnya meliputi:
  • Dokter membuat sayatan sepanjang bagian tengah tulang dada atau di bawah puting kiri pasien hingga jantung terlihat.
  • Obat-obatan untuk menghentikan denyut jantung akan diberikan.
  • Pembuluh darah jantung akan disambungkan ke mesin jantung paru (heart lung machine) untuk menggantikan fungsi jantung selama operasi.
  • Pembuluh darah vena dari paha, dinding dada, atau pergelangan tangan akan diambil untuk digunakan sebagai cangkok (graft).
  • Pembuluh darah tersebut kemudian dicangkokkan pada pembuluh darah jantung yang tersumbat, sehingga terbentuk jalan pintas baru dan darah dapat melewatinya menuju jantung .
  • Setelah operasi selesai, fungsi dari pembuluh darah cangkok (graft) akan diperiksa.
  • Apabila graft bekerja dengan baik, sayatan pada dada akan ditutup kembali dengan jahitan dan bekas luka akan ditutup dengan perban.
Selain teknik operasi di atas, ada juga operasi yang dilakukan tanpa menghentikan denyut jantung. Teknik operasi ini dikenal dengan nama bedah off-pump atau beating heart.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah operasi bypass jantung?

Pascaoperasi, pasien akan dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) selama 1-2 hari. Selang pernapasan akan tetap dipasang sampai pasien siuman dan dapat bernapas sendiri dengan normal.Selama pasien dirawat di rumah sakit, dokter akan melakukan rehabilitasi jantung. Dokter maupun petugas medis akan memberikan latihan dan edukasi pada pasien untuk membantu proses pemulihan.Kondisi pasien juga akan tetap dipantau setelah keluar dari rumah sakit sehingga program rehabilitasi jantung dapat tetap dilanjutkan di rumah.Apabila tidak ada komplikasi, pasien diperbolehkan pulang dalam satu mingggu setelah operasi. Dibutuhkan waktu sedikitnya enam minggu hingga tiga bulan untuk benar-benar pulih.Biasanya, pasien dapat kembali beraktivitas dengan normal setelah empat hingga enam minggu pascaoperasi. Namun pasien sebaiknya meminta persetujuan dokter terlebih dulu.Segera hubungi dokter apabila pasien mengalami gejala-gejala di bawah ini sesudah operasi:
  • Demam
  • Jantung berdebar
  • Nyeri di sekitar luka operasi yang baru muncul atau makin memburuk
  • Kemerahan, pendarahan, atau keluar cairan abnormal dari luka operasi atau area di sekitarnya

Apa saja komplikasi operasi bypass jantung?

Beberapa komplikasi yang mungkin muncul setelah operasi bypass jantung meliputi:
  • Pendarahan
  • Infeksi dari luka bekas operasi
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Hilang ingatan atau kesulitan berpikir. Kondisi ini biasanya akan membaik pada 6-12 bulan pascaoperasi
  • Gangguan ginjal
  • Stroke
  • Serangan jantung, apabila gumpalan darah pecah sesaat setelah operasi
Secara umum, risiko mengalami operasi tergolong rendah. Namun persentase kemunculannya tergantung pada kondisi kesehatan pasien sebelum operasi.Risiko akan lebih tinggi pada pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti emfisema, gangguan ginjal, diabetes, atau penyakit arteri perifer. Risiko komplikasi juga akan meningkat pada operasi bypass jantung yang dilakukan sebagai tindakan gawat darurat.
penyakit jantung koroneraritmiagagal jantung
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-bypass-surgery
Diakses pada 11 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-bypass-surgery#1
Diakses pada 11 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-bypass-surgery/about/pac-20384589
Diakses pada 11 Maret 2020
Heart and Stroke. https://www.heartandstroke.ca/heart/treatments/surgery-and-other-procedures/coronary-artery-bypass-surgery
Diakses pada 11 Maret 2020
Johns Hopskins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/coronary-artery-bypass-graft-surgery
Diakses pada 11 Maret 2020
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/heart-bypass-surgery
Diakses pada 11 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email