Operasi Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Operasi bibir sumbing bukan cuma perbaiki penampilan fisik anak, tapi juga kepercayaan dirinya.

Apa itu prosedur operasi bibir sumbing?

Bibir sumbing adalah sebuah kelainan bawaan yang ditandai dengan adanya celah pada bibir dan langit-langit mulut. Bibir sumbing menyebabkan berbagai gangguan, tidak hanya dari segi estetika. Dalam kondisi ini, bayi menjadi sulit menyusu sehingga tumbuh kembangnya pun terhambat. Untuk memperbaiki kondisi ini, dokter akan melakukan operasi pada bibir sumbing.

Bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang disebabkan kegagalan penyatuan kedua sisi bibir dengan langit-langit mulut yang terjadi dalam kandungan. Ada banyak penyebab terjadinya bibir sumbing, termasuk faktor genetik, kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok saat hamil, obesitas ketika sedang mengandung, kekurangan asam folat dan penggunaan obat kejang serta golongan steroid pada masa kehamilan.

Pada beberapa kasus, bibir sumbing adalah bagian dari suatu sindrom, seperti DiGeorge atau velocardiofacial sindrom dan Pierre Robin.

Mengapa prosedur operasi bibir sumbing perlu dilakukan?

Anak dengan bibir sumbing memiliki beberapa gangguan yang menghambat tumbuh kembangnya, seperti berikut ini, sehingga operasi bibir sumbing perlu dlakukan:

  • Kesulitan makan. Hal ini terjadi akibat celah pada bibir dan langit-langit yang membuat anak gampang tersedak
  • Infeksi telinga dan gangguan pendengaran. Anak dengan bibir sumbing memiliki risiko penumpukan cairan telinga tengah yang menyebabkan gendang telinga rusak dan memengaruhi saraf pendengaran
  • Kesulitan bicara. Bentuk bibir dan langit-langit mulut yang abnormal, membuat produksi suara berasal dari hidung sehingga pengucapan huruf menjadi tidak sempurna.
  • Gangguan sosial. Anak dengan bibir sumbing akan mengalami perubahan sosial, emosi yang menyebabkan stres dan masalah tingkah laku. Selain itu, bisa juga stres muncul karena anak harus menjalani prosedur medis berulang kali.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani operasi bibir sumbing?

Untuk menjalani operasi bibir sumbing, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh orangtua maupun anak. Untuk orangtua, jangan menyalahkan diri sendiri ketika anak mengalami bibir sumbing. Cari dukungan dan tenangkan perasaan, sehingga dapat fokus terhadap pengobatan anak.

Buatlah daftar pertanyaan dan daftar gejala yang anak alami. Mintalah keluarga dan teman untuk mendampingi selama pengobatan anak berlangsung. Sementara itu, pastikan juga anak mendapatkan persiapan berikut ini:

  • Menjaga kondisi anak dalam keadaan maksimal
  • Memelihara kesehatan gigi dan telinga dan menghindarkan dari infeksi
  • Memenuhi gizi sampai berlangsungnya operasi
  • Menjaga kondisi psikososial anak
  • Hentikan obat-obatan yang berdampak pada prosedur operasi seperti penggunaan aspirin atau ibuprofen

Apa yang akan dilakukan dokter pada prosedur operasi bibir sumbing?

Operasi bibir sumbing adalah suatu tindakan untuk memperbaiki dan menyatukan celah yang terdapat pada bibir dan langit-langit mulut. Selain itu, operasi ini juga memperbaki beberapa bagian abnormal yang menyertai bibir sumbing. Operasi bibir sumbing dilakukan secara bertahap tidak sekaligus. Ada beberapa jenis operasi bibir sumbing, seperti berikut ini:

  • Operasi perbaikan celah bibir. Pada operasi ini, celah bibir ditutup dengan cara menyatukan celah jaringan termasuk otot bibir. Perbaikan hidung juga dilakukan secara bersamaan jika dibutuhkan (rhinoplasty)
  • Operasi perbaikan celah langit-langit. Pada operasi ini, celah langit-langit mulut akan ditutup dan dibentuk ulang dengan melibatkan jaringan dan otot. Dokter akan menjahitnya di bagian dalam agar pola jahitan tidak terlihat dari luar sehingga lebih baik secara estetika.
  • Operasi saluran telinga. Pada anak dengan bibir sumbing, operasi saluran telinga dilakukan untuk mengurangi risiko penumpukan cairan telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Pada operasi ini, dokter meletakkan selang kecil dan membuat semacam pintu untuk mencegah penumpukan cairan telinga.
  • Operasi rekonstruksi tambahan. Operasi tambahan sering dibutuhkan untuk memperbaiki penampilan mulut, bibir dan hidung. Cara yang dilakukan antara lain dengan operasi cangkok tulang, rhinoplasty (rekonstruksi hidung), pharyngoplasty (perbaikan faring untuk membantu bicara), operasi perbaikan rahang dan tulang-tulang wajah.

Apa saja tahapan operasi bibir sumbing?

Operasi bibir sumbing bukanlah operasi minor yang dilakukan hanya 1 kali. Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, sesuai dengan umur dan kesiapan tubuh anak. Nah, inilah tahapan operasi bibir sumbing

1. Usia 0-6 minggu:

Evaluasi pertama pada kondisi bibir sumbing, keluhan dan proses memberikan asupan nutrisi. Tes pendengaran pun dilakukan di usia ini

2. Usia 3-6 bulan:

Operasi bibir sumbing oleh dokter bedah plastik atau evaluasi telinga

3. Usia 6-12 bulan:

Operasi langit-langit mulut oleh dokter bedah plastik

4. Usia 18 bulan:

Evaluasi pertama untuk kemampuan bicara

5. Usia 3 tahun:

Evaluasi kedua untuk kemampuan bicara

6. Usia 4-5 tahun:

Evaluasi ketiga untuk kemampuan bicara dan pertimbangan operasi repalatoraphy atay pharyngoplasty untuk memperbaiki faring

7. Usia 8-12 tahun:

Operasi cangkok tulang pada area gusi, bila anak mengalami gusi sumbing

8. Usia 13-15 tahun:

Evaluasi gigi dan gusi anak dan tulang-tulang wajah dan rahang

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur operasi bibir sumbing?

Dengan dilakukannya operasi bibir sumbing, maka anak akan mengalami perbaikan kualitas hidup. Anak bisa berbicara normal dan lebih mudah untuk makan dan minum, serta tidak mendapat tekanan psikososial. Gizi optimal dan lingkungan yang mendukung, bisa membantu tumbuh kembang anak menjadi maksimal.

Apa saja risiko dari operasi bibir sumbing?

Walaupun dilakukan secara bertahap, operasi bibir sumbing adalah tindakan yang aman dilakukan. Namun, seperti prosedur medis lainnya, ada beberapa risiko dari tindakan ini seperti:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Gangguan pernapasan karena perubahan cara bernapas anak
  • Gangguan pembentukan suara karena adaptasi dalam pembentukan suara
  • Reaksi alergi pada obat-obatan yang diberikan
  • Pertumbuhan tulang wajah yang tidak normal
  • Bekas luka
  • Kerusakan sementara di saraf, pembuluh darah dan beberapa struktur lainnya

Crockett DJ, et al. Cleft lip and palate. Facial Plastic Surgery Clinics of North America. 2014;22:573.

Taib BG et al. Cleft lip and palate:diagnosis and management. Br J Hosp Med (Lond). 2015 Oct;76(10):584-5, 588-91

Farranato et al. Cleft lip and/or palate:review. Minerva Stomatol. 2014 Apr;63(4):111-26

Campbell A, et al. Cleft lip and palate surgery: An update of clinical outcomes for primary repair. Oral and Maxillofacial Surgery Clinics of North America. 2010;22:43

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/
Diakses pada 11 April 2020

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/diagnosis-treatment/drc-20370990
Diakses pada 11 April 2020

Artikel Terkait

Invaginasi berisiko menyebabkan obstruksi atau penyumbatan usus pada anak.

Ini Penyebab Invaginasi, Gangguan pada Usus yang Bisa Dialami Anak

Invaginasi terjadi ketika suatu bagian usus, menyelinap ke dalam bagian usus di sampingnya. Meski merupakan kondisi gawat darurat, invaginasi tetap bisa disembuhkan.