Operasi Amandel (Tonsilektomi)

13 Nov 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Operasi amandel bisa dianjurkan untuk tonsilitis kambuhanSebelum operasi amandel, dokter akan melakukan pemeriksaan

Apa itu operasi amandel (tonsilektomi)?

Operasi amandel adalah pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat amandel (tonsil). Amandel merupakan kelenjar yang terletak di belakang tenggorokan. Organ ini mengandung banyak sel darah putih yang membantu sistem imun tubuh untuk melawan infeksi.
Prosedur yang dikenal juga dengan nama tonsilektomi ini dulunya sering dilakukan untuk mengatasi infeksi dan radang amandel (tonsilitis). Namun saat ini, tonsilektomi juga dapat dianjurkan pada pasien dengan masalah pernapasan saat tidur dan tonsilitis yang berulang atau tidak membaik dengan obat-obatan.Tonsilitis lebih sering dialami anak-anak, sehingga operasi amandel lebih banyak dilakukan pada anak daripada dewasa. Tapi gangguan pada amandel dapat terjadi pada segala usia, dan kerap membutuhkan operasi untuk mengatasinya.

Kenapa operasi amandel (tonsilektomi) diperlukan?

Pada umumnya, operasi amandel dilakukan untuk mengatasi tonsilitis atau radang amandel. Kondisi ini lebih sering dialami anak-anak karena sistem imun tubuh pada tonsil paling aktif sebelum pubertas.Sistem kekebalan tubuh anak juga belum berkembang dengan sempurna karena belum banyak terpapar oleh bakteri maupun virus.Operasi amandel biasanya dianjurkan pada kondsi-kondisi di bawah ini:

1. Anak-anak

Dokter akan merekomendasikan pasien anak-anak untuk menjalani tonsilektomi apabila:

- Ukuran amandel yang terlalu besar

Ukuran tonsil yang terlalu besar dapat menutup saluran napas dan membuat pasien kesulitan bernapas, terutama ketika tidur.Anak juga dapat mendengkur serta berhenti bernapas selama beberapa saat ketika tonsil menghalangi saluran pernapasan. Kondisi ini dikenal dengan nama obstructive sleep apnea, dan dapat menyebabkan masalah belajar, perilaku, pertumbuhan, dan memicu kelainan jantung.

- Tonsilitis berulang

Dokter mungkin menganjurkan operasi amandel pada anak yang mengalami infeksi tonsil berulang dengan frekuensi sebagai berikut:- Lima hingga tujuh kali dalam setahun- Lima kali atau lebih dalam setahun selama dua tahun berturut-turut- Tiga kali atau lebih dalam setahun selama tiga tahun berturut-turut

2. Orang dewasa

Sementara tonsilektomi pada pasien dewasa biasanya dibutuhkan pada kondisi di bawah ini:
  • Infeksi tenggorokan kronis

Pasien dewasa umumnya memerlukan tonsilektomi bila mengalami radang tenggorokan selama beberapa kali dalam 1-3 tahun terakhir, dan pembengkakan tonsil akibat infeksi selama tiga bulan. Radang tenggorokan biasanya membaik dengan antibiotik, tapi dapat kambuh setelah pengobatan selesai.
  • Obstructive sleep apnea

Operasi dilakukan bila kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan amandel yang menutup saluran napas dan memicu obstructive sleep apnea.
  • Bau mulut (halitosis)

Operasi dapat dilakukan bila bau mulut disebabkan oleh tumpukan nanah maupun kotoran di amandel dan tidak kunjung hilang.
  • Kanker

Operasi menjadi metode terapi bagi kanker kepala atau leher yang telah menyebar ke area tonsil.

Apa saja persiapan untuk menjalani operasi amandel (tonsilektomi)?

Sebelum operasi amandel, beberapa persiapan di bawah ini perlu dilakukan oleh pasien:
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum operasi, seperti aspirin dan ibuprofen. Obat jenis antiinflamasi nonsteroid (OAINS) ini dapat meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah operasi.
  • Menghinformasikan pada dokter terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien.
  • Berpuasa setidaknya delapan jam sebelum operasi.
  • Memastikan ada yang mengantar dan mendampingi selama beberapa hari setelah operasi amandel.

Bagaimana operasi amandel (tonsilektomi) dilakukan?

Operasi amandel akan dilakukan di bawah pengaruh obat bius umum. Jenis anestesi ini akan membuat pasien tertidur dan tidak merasa nyeri selama operasi.Dalam operasi, dokter bisa mengangkat seluruh amandel pasien ataupun sebagian saja melalui beberapa metode pembedehan berikut:
  • Elektrokauter

Pada metode ini, dokter menggunakan energi panas untuk mengangkat tonsil dan menghentikan perdarahan.
  • Cold knife (steel) dissection

Dokter akan menggunakan pisau untuk mengangkat amandel. Perdarahan dihentikan dengan jahitan atau elektrokauter.
  • Harmonic scalpel

Metode ini menggunakan getaran ultrasonik untuk mengangkat dan menghentikan perdarahan dari tonsil pada waktu yang bersamaan.
  • Metode lain

Metode lain dari operasi amandel dapat berupa radiofrequency ablation, laser karbon dioksida, dan/atau microdebriber.Secara umum, operasi amandel membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah operasi amandel (tonsilektomi)?

Selama masa pemulihan, pasien dapat merasa nyeri pada tenggorokan. Keluhan ini juga dapat terasa di telinga hingga ke leher.Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri, mempercepat pemulihan, dan mencegah komplikasi meliputi:
  • Pemberian obat-obatan

Dokter akan memberikan obat pereda nyeri guna membantu dalam mengurangi gejala. Obat ini harus dikonsumsi sesuai anjuran yang telah diberikan.
  • Pemberian cairan

Untuk mencegah dehidrasi, pasien disarankan untuk banyak minum air putih setelah operasi.
  • Pemilihan jenis makanan

Pasien sebaiknya mengonsumsi makanan yang lunak, serta mudah dikunyah dan ditelan. Hindari jenis makanan yang asam, pedas, garing, dan keras karena dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan.
  • Cukup istirahat

Tirah baring (bed rest) selama beberapa hari pascaoperasi sangat penting. Aktivitas berat juga perlu dihindari selama dua minggu sesudah prosedur, seperti berlari dan bersepeda.Pasien dapat kembali bersekolah atau bekerja setelah mampu makan dengan normal, tidur dengan baik, serta tidak perlu mengonsumsi obat pereda nyeri.

Apa saja komplikasi operasi amandel (tonsilektomi)?

Sama seperti operasi lainnya, operasi amandel juga memiliki sederet risiko komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Reaksi alergi terhadap obat bius

Obat bius umum sering menyebabkan gejala ringan, seperti sakit kepala, mual, muntah, atau pegal-pegal. Namun komplikasi yang lebih serius jarang terjadi.
  • Bengkak pada lidah dan langit-langit mulut

Pembengkakan lidah dan langit-langit mulut dapat memicu gangguan pernapasan selama beberapa jam pertama pascaprosedur.
  • Perdarahan

Meskipun jarang terjadi, perdarahan selama operasi yang menyebabkan pasien harus menjalani rawat inap pascaoperasi. Perdarahan juga dapat terjadi selama waktu pemulihan.
  • Infeksi

Walau jarang, operasi amandel juga bisa emmicu infeksi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
amandelsesak napasradang amandelsleep apnea
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tonsillectomy/about/pac-20395141
Diakses pada 13 November 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tonsil.html
Diakses pada 13 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/tonsillectomy
Diakses pada 13 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/adult-tonsillectomy#1
Diakses pada 13 November 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15605-tonsillectomy/procedure-details
Diakses pada 13 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email