Operasi Ablasi Retina

Operasi ablasi retina dilakukan guna memperbaiki retina yang lepasOperasi ablasi retina membutuhkan bantuan dokter spesialis mata berpengalaman

Apa itu operasi ablasi retina?

Operasi ablasi retina adalah operasi yang dilakukan oleh dokter mata untuk memperbaiki aliran darah ke retina dan mempertahankan fungsi penglihatan pada orang yang mengalami ablasi retina. Terdapat 3 jenis operasi yang dokter mata dapat lakukan untuk memperbaiki ablasi retina: pneumatic retinopexy, scleral buckle, dan vitrectomy.
Ablasi retina sendiri merupakan kondisi serius pada mata yang mana retina berhenti mendapat pasokan oksigen. Gejala ablasi retina sering kali mengkhawatirkan penderitanya, yaitu terlihat seperti terdapat bintik-bintik kecil yang mengganggu pendangan, seperti ada tirai yang menutup pandangan mata sampai kehilangan penglihatan total.

Kenapa operasi ablasi retina diperlukan?

Operasi ablasi retina diindikasikan pada semua  orang yang mengalami ablasi retina. Ablasi retina adalah kondisi emergensi yang harus diperbaiki secepat mungkin dengan operasi karena bila tidak ablasi retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan total.

Apa saja persiapan sebelum menjalani operasi ablasi retina?

Hal yang dapat Anda persiapkan sebelum menjalani operasi ablasi retina antara lain:
  • Menjalani pemeriksaan mata di klinik dokter mata
  • Diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko operasi ablasi retina
  • Tanyakan kepada dokter mengenai obat-obatan rutin apa saja yang harus dihentikan sebelum prosedur operasi dilakukan
  • Sehari sebelum menjalani operasi ablasi retina puasa selama 6-12 jam

Bagaimana operasi ablasi retina dilakukan?

Prosedur operasi ablasi retina tergantung dari seberapa berat ablasi retina yang seseorang alami. Secara garis besar, prosedurnya adalah sebagai berikut:
  • Pneumatic retinopexy: pada prosedur ini, dokter mata akan menyuntikkan gelembung gas ke dalam mata yang mengalami ablasi retina. Diharapkan gelembung yang disuntikkan ini akan menekan retina yang terangkat sehingga membuatnya kembali ke posisinya semula. Laser atau cryotherapy kemudian digunakan untuk melekatkan kembali retina ke posisi semula Gelembung gas yang telah disuntikkan tersebut kemudian akan menghilang dengan sendiri dalam beberapa hari. Prosedur  ini biasanya dapat dilakukan di klinik dokter mata.
  • Scleral buckle: prosedur ini diindikasikan pada ablasi retina derajat yang lebih berat. Pada prosedur ini dokter akan memasangkan semacam ikatan fleksibel di sekeliling mata untuk melawan gaya yang mendorong retina terangkat. Cairan di belakang retina yang terangkat kemudian akan dikeluarkan dan retina biasanya akan kembali ke possi normalnya dalam mata. Prosedur ini biasanya dilakukan di ruang operasi rumah sakit karena memerlukan pembiusan umum.
  • Vitrectomy: prosedur ini diindikasikan pada ablasi retina yang derajat keparahannya tinggi. Pada prosedur ini dokter akan mengangkat cairan vitreus yang terdapat dalam mata. Sama seperti scleral buckle, prosedur ini biasanya dilakukan di ruang operasi.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah operasi ablasi retina?

Tingkat kesuksesan operasi ablasi tergantung dari jumlah robekan pada retina, ukuran robekan, dan ada tidaknya jaringan parut pada area ablasi retina.Pada kebanyakan kasus, prosedur ini tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit setelah operasi. Namun Anda tetap butuh mengurangi aktivitas fisik dulu selama beberapa waktu setelah menjalani operasi ablasi retina.Bila Anda menjalani operasi pneumatic retinopexy, Anda butuh menjaga wajah Anda tetap tertunduk atau berpaling ke arah satu sisi selama beberapa hati atau minggu untuk menjaga gelembung gas yang sudah disuntikkan ke dalam mata tetap berada di tempat seharusnya sehingga dapat mendorong retina ke tempat seharusnya.Orang yang menjalani operasi pneumatic retinopexy juga sebaiknya tidak naik pesawat atau berada pada ketinggianselama beberapa waktu sampai gelembung gas dalam mata hilang. Gelembung gas pada mata biasanya baru hilang dalam beberapa minggu.

Apa saja risiko komplikasi operasi ablasi retina?

Seperti prosedur medis lainnya, operasi ablasi retina juga memiliki beberapa risiko seperti:
  • Perdarahan
  • Peningkatan tekanan dalam bola mata
  • Infeksi
  • Efek samping bius umum, seperti reaksi alergi terhadap obat bius dan gangguan pernapasan
penyakit retinapenyakit mataablasi retina
Healthline. https://www.healthline.com/health/retinal-detachment-repair
Diakses pada 29 Desember 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002960.htm
Diakses pada 29 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email