Nebulizer

15 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Uap nebulizer bisa membantu untuk meringankan gangguan pernapasan, khususnya anak-anakNebulizer bisa digunakan pada anak-anak untuk meringankan gangguan pernapasan

Apa itu nebulizer?

Nebulizer adalah alat medis yang digunakan untuk mengubah obat cair menjadi uap yang bisa dihirup sehingga obat tersebut bisa langsung masuk ke paru-paru. Saat menggunakan alat ini, pasien akan menghirup uap tersebut melalui corong mulut atau masker yang terhubung ke alat nebulizer, sehingga obat dapat langsung diserap melalui saluran napas dan mencapai paru-paru.
Alat medis ini biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan. Komponen nebulizer terdiri atas obat, wadah obat, top piece, kompresor udara, selang, dan corong mulut atau masker.

Berapa biaya nebulizer?

Biaya nebulizer di rumah sakit bervariasi dan tergantung pada rumah sakit yang menyelenggarakannya. Secara umum, harga prosedur nebulisasi di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 170.000.Andda juga bisa membeli alat nebulizer untuk dipakai di rumah. Harga alat ini berkisar antara Rp 400.000,00 hingga Rp 2.000.000 ke atas.

Kenapa pemberian obat dengan nebulizer diperlukan?

Nebulizer akan mengubah bentuk obat cair menjadi partikel uap. Selama serangan asma atau infeksi saluran pernapasan terjadi, obat yang telah diubah menjadi uap akan lebih mudah untuk dihirup dibandingkan obat yang diberikan melalui inhaler.Ketika saluran napas menyempit, penderita tidak bisa menarik napas dalam-dalam. Oleh karena itu, pemberian obat melalui nebulizer akan lebih efektif dibandingkan inhaler yang mengharuskan pasien menghirup obat dengan cara bernapas dalam.

Apa saja obat yang bisa diberikan melalui nebulizer?

Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan melalui nebulizer meliputi:

1. Bronkodilator

Bronkodilator adalah obat yang dapat membantu dalam membuka saluran napas dan melancarkan pernapasan. Dokter sering meresepkannya untuk penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan masalah saluran napas lainnya.Beberapa jenis obat golongan bronkodilator yang digunakan dalam alat nebulizer melipui:
  • Agonis beta-2, contohnya salbutamol, terbutaline, salmeterol, dan procaterol
  • Methylxanthine, misalnya teofilin dan aminofilin
  • Antikolinergik, seperti ipratropium dan glycopyrronium

2. Larutan garam steril (saline)

Nebulizer juga dapat digunakan untuk memberikan larutan saline untuk membantu dalam membuka saluran napas dan mengencerkan dahak. Dahak yang encer akan lebih mudah dikeluarkan lewat batuk.

3. Antibiotik

Beberapa jenis antibiotik juga bisa diberikan melalui nebulizer, sehingga langsung masuk ke paru-paru dan saluran napas. Obat antibiotik biasanya diberikan pada pasien dengan infeksi saluran napas berat. Beberapa jenis antibiotik untuk di nebulasi  gentamicin, amikacin, ceftazidime, and amphotericin B

Siapa yang membutuhkan penggunaan nebulizer?

Secara umum, nebulizer digunakan untuk pasien yang tidak bisa menggunakan inhaler. Misalnya, bayi, anak-anak, penderita penyakit berat, atau pasien yang membutuhkan obat dalam dosis besar.Dokter biasanya meresepkan obat yang diberikan lewat alat nebulizer untuk pasien dengan penyakit paru-paru yang meliputi:
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Cystic fibrosis
  • Bronkiektasis
  • Bronkiolitis

Seberapa sering Anda harus menggunakan nebulizer?

Frekuensi dan durasi penggunaan nebulizer akan diatur oleh dokter agar sesuai dengan kondisi Anda. Ini berarti, tiap pasien mungkin membutuhkan pemakaian nebulizer yang berbeda-beda.

Apa saja persiapan untuk menjalani pengoabatan dengan nebulizer?

Pastikan pasien sudah berada di posisi yang nyaman dengan pencahayaan cukup. Dengan ini, pemberian obat melalui nebulizer bisa dilakukan tanpa gangguan.Pasien dapat duduk di kursi dengan sandaran maupun berbaring selama prosedur ini dilakukan. Posisi ini tergantung pada kenyamanan pasien.Kemudian siapkan mesin kompresor di tempat yang kokoh, seperti meja. Lalu hubungkan kabel dengan aliran listrik untuk menyalakannya.

Bagaimana prosedur pengobatan dengan nebulizer dilakukan?

Secara umum, prosedur penggunaan nebulizer meliputi:
  • Pastikan peralatan yang digunakan sudah bersih.
  • Menaruh kompresor di tempat yang rata dan mudah dicapai.
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan obat.
  • Apabila obat sudah siap, langsung taruh dalam wadah obat. Bila obat perlu disiapkan, atur dosis obat sesuai anjuran dokter sebelum diletakkan pada wadah tersebut.
  • Hubungkan selang penyambung kompresor dan wadah nebulizer.
  • Pasang corong mulut atau masker ke nebulizer.
  • Nyalakan mesin nebulizer. Bila mesin berfungsi baik, uap yang berisi obat akan keluar.
  • Letakkan corong mulut atau masker ke mulut pasien dan pastikan tidak ada celah.
  • Pasien kemudian bernapas secara perlahan-lahan hingga obat abis. Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
  • Jagalah wadah nebulizer tetap tegak selama alat ini

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah menggunakan nebulizer?

Nebulizer harus dibersihkan tiap selesai digunakan. Pasalnya, alat yang tidak dibersihkan dengan benar dapat memicu pertumbuhan bakteri.

Cara membersihkan nebulizer

  • Lepaskan corong mulut atau masker dan wadah obat.
  • Bersihkan corong mulut atau masker dan wadah obat dengan air hangat yang telah dicampur dengan sabun cuci piring, lalu keringkan.
  • Selang perlu diganti secara teratur dengan yang baru. Pasalnya, Anda tidak mungkin membersihkan bagian dalam selang secara menyeluruh.
  • Hubungkan kembali wadah obat dan corong mulut atau masker ke dalam kompresor.
  • Nyalakan mesin nebulizer untuk meneringkan komponen-komponen tersebut.

Cara mensterilkan nebulizer

Selain dibersihkan, nebulizer juga perlu disterilkan tiap tiga hari sekali. Berikut langkah-langkahnya:
  • Lepaskan semua komponen nebulizer yang bisa dilepas.
  • Rendam dengan larutan khusus yang telah disediakan oleh dokter. Anda juga bisa menggunakan air panas yang telah dicampur dengan cuka.
  • Rendam selama satu jam.
  • Angkat dan tiriskan komponen-komponen tersebut hingga kering Anda juga dapat kembai menghubungkannya dengan mesin nebulizer yang dinyalakan untuk mengeringkannya.

Apa saja risiko pemberian obat dengan nebulizer?

Bila kebersihan mesin nebulizer dan komponen-komponennya terjaga dengan baik, tidak ada risiko dalam penggunananya.Namun jika nebulizer tidak dibersihkan dan disterilkan dengan baik, bakteri dapat tumbuh dan mengkontaminasi alat ini. Bakteri kemudian bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang berbahaya bagi pasien yang memakai alat tersebut.
asmasesak napasgangguan pernapasanppok
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/4254-home-nebulizer
Diakses pada 28 Januari 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/nebulizer_for_asthma/article.htm#how_do_i_care_for_my_home_nebulizer
Diakses pada 28 Januari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000006.htm
Diakses pada 28 Januari 2020
Web MD. https://www.webmd.com/asthma/qa/what-is-a-nebulizer
Diakses pada 28 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email