MRI Fungsional

23 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
MRI fungsional bertujuan mengukur perubahan di otak saat sedang aktif bekerjaProses MRI fungsional serupa dengan MRI biasa
Apa itu MRI fungsional?
MRI fungsional adalah pemeriksaan pencitraan yang dilakukan untuk mengukur aktivitas otak. Prosedur juga sering disingkat fMRIfMRI akan mendeteksi perubahan pada kadar oksigen dan aliran darah pada otak ketika otak bekerja. Area otak yang lebih aktif akan menggunakan lebih banyak oksigen sehingga aliran darah meningkat.Prosedur ini merupakan bagian dari MRI (magnetic resonance imaging), pemeriksaan pencitraan non-invasif yang dilakukan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis. MRI menggunakan teknologi medan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh yang mendetail. Pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi.fMRI menggunakan metode pencitraan MRI untuk mengukur perubahan pada aliran darah otak yang terjadi pada bagian otak yang aktif.Kenapa MRI fungsional diperlukan?Dengan MRI fungsional, dokter dapat melihat fungsi otak normal dan otak yang mengalami cedera atau kelainan medis tertentu. Selain itu, MRI fungsional juga berperan penting untuk memeriksa kemungkinan risiko sebelum dilakukannya operasi atau tindakan terapi invasif lainnya pada otak.Pada umumnya, prosedur ini dilakukan untuk:
  • Memeriksa fungsi anatomis otak.
  • Memeriksa bagian otak yang berperan dalam menangani fungsi penting dalam otak, seperti berpikir, bicara, bergerak, dan sensasi. Hal ini dikenal juga dengan sebutan pemetaan otak (brain mapping).
  • Membantu memeriksa efek dari stroke, trauma, atau penyakit degeneratif lain (seperti penyakit Alzheimer) terhadap fungsi otak.
  • Memantau pertumbuhan dan fungsi tumor otak.
  • Memantau perencanaan operasi, terapi radiasi, atau terapi invasif lainnya pada otak.
Apa saja persiapan untuk menjalani MRI fungsional?Persiapan untuk menjalani MRI fungsional serupa dengan MRI biasa.Sebelum prosedur MRI dilakukan, beritahukan kepada dokter apabila pasien:
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau hati
  • Baru saja mengalami operasi
  • Memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu
  • Memiliki penyakit asma
  • Sedang hamil atau mungkin hamil
Tidak ada alat yang terbuat dari logam yang diperbolehkan berada dalam ruang pemeriksaan, karena medan magnet pada mesin MRI dapat menarik logam dan mengganggu jalannya pemeriksaan. Alat-alat tersebut meliputi:
  • Katup jantung buatan
  • Tindik pada tubuh
  • Implan koklea pada telinga
  • Infus pump atau insulin pump
  • Gigi palsu
  • Implanted nerve stimulator
  • Peluru atau serpihan logam
  • Sendi atau tungkai buatan berbahan logam (metallic joint prostheses)
  • Alat pacu jantung atau defibrilator jantung yang ditanamkan
  • Klip logam (metal clip) atau sekrup
Beritahukan juga kepada dokter apabila pasien memiliki tato di tubuhnya, karena beberapa tato mengandung komponen logam.Pada hari pemeriksaan, pasien disarankan untuk menggunakan pakaian longgar tanpa kancing atau ritsleting berbahan logam. Pasien mungkin diminta untuk melepaskan pakaian dan mengenakan pakaian khusus yang disediakan rumah sakit.Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, pasien perlu melepaskan semua perlengkapan seperti telepon genggam, koin, kawat gigi, kacamata, alat bantu dengar, kunci, bra dengan kawat, jam tangan, dan rambut palsu.Pasien dengan klaustrofobia atau mengalami rasa tidak nyaman jika berada di ruang tertutup seingkali merasa kesulitan melakukan prosedur ini. Bagi pasien tersebut, dokter mungkin akan melakukan prosedur MRI di tempat yang lebih terbuka atau memberikan obat untuk menenangkan pasien sebelum pemeriksaan dilakukan.Bagaimana prosedur MRI fungsional dilakukan?Prosedur pemeriksaan MRI fungsional mirip dengan MRI biasa, meliputi:
  • Pasien berbaring di atas meja yang akan bergerak masuk ke dalam mesin MRI. Mesin MRI ini berbentuk seperti tabung besar dengan lubang di kedua sisi dan magnet mengelilinginya. Tali pengikat mungkin digunakan untuk memastikan pasien tidak bergerak selama pemeriksaan.
  • Alat khusus yang mengandung per dapat diletakkan di sekitar atau di dekat area tubuh yang akan diperiksa. Alat ini dapat mengirim dan menerima gelombang radio dari mesin MRI.
  • Bagian kepala pasien akan masuk ke dalam mesin MRI.
  • Mesin MRI akan menghasilkan medan magnet yang kuat di dalam tubuh pasien. Kemudian, komputer akan menangkap sinyal yang dihasilkan mesin untuk menghasilkan serangkaian gambar. Tiap gambar memperlihatkan potongan tipis bagian kepala
Khusus pada MRI fungsional, kepala pasien akan diletakkan pada penyangga khusus untuk mempertahankan posisinya. Penyangga ini juga disertai dengan masker khusus. Pasien akan diberikan kacamata dan/atau earphone, sehingga stimulus berupa suara dan gambar dapat diberikan kepada pasien selama pemerikaan.Pasien akan diminta untuk melakukan satu atau lebih perintah sederhana selama pemeriksaan, seperti menjentikkan jari, mulut mencucu, menggerakkan lidah, membaca, melihat gambar, mendengarkan kata-kata, atau bermain permainan kata sederhana. Hal ini akan meningkatkan aktivitas otak pada area yang berperan dalam perintah tersebut.Aktivitas otak yang meningkat ini ditandai dengan melebarnya pembuluh darah, perubahan unsur kimiawi, dan semakin banyaknya aliran oksigen yang akan tampak pada gambar MRI.Pada beberapa kasus, cairan pewarna kontras akan disuntikkan ke pembuluh darah vena di tangan atau lengan pasien. Cairan ini membantu dokter untuk melihat struktur di dalam tubuh pasien dengan lebih jelas.Pemeriksaan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam.Seperti apa hasil tes MRI fungsional?Dokter spesialis radiologi akan membaca gambar hasil pemindaian MRI lalu memberikan laporan terkait hasil pemeriksaan kepada dokter Anda. Dokter akan menjelaskan maksud hasil pemeriksaan dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.Apa saja yang perlu diperhatikan setelah MRI fungsional?Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah MRI fungsional. Rawat inap paskaprosedur tidak diperlukan.Apa saja komplikasi MRI fungsional?MRI merupakan prosedur yang relatif aman dan risiko atau efek samping yang ditimbulkan karena prosedur ini sangat jarang terjadi.Pada beberapa kasus, cairan pewarna kontras dapat menyebabkan mual, sakit kepala, dan nyeri atau rasa terbakar pada tempat suntikan. Reaksi alergi terhadap cairan pewarna kontras juga dapat terjadi meskipun sangat jarang. Reaksi alergi dapat berupa bentol atau mata gatal. Segera beritahukan pada teknisi medis apabila gejala-gejala tersebut dialami pasien.
penyakit otakcedera kepalatumor otak
Psych Central. https://psychcentral.com/lib/what-is-functional-magnetic-resonance-imaging-fmri/
Diakses pada 23 September 2020
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=fmribrain
Diakses pada 23 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/146309.php
Diakses pada 23 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-a-mri#1
Diakses pada 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email