Proses pemindaian MRI akan tampak dari sinar-sinar merah yang mengelilingi Anda
Mesin MRI akan melakukan pemindaian pada bagian tubuh yang ingin diperiksa

Apa itu MRI?

Magnetic resonance imaging (MRI) adalah jenis tindakan medis yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menampilkan gambar organ serta jaringan di dalam tubuh. Prosedur ini dapat digunakan untuk membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit maupun memantau proses pengobatan. 

Berbeda dari CT scan atau X-ray, MRI tidak menggunakan radiasi dalam prosesnya. Mesin MRI berbentuk seperti tabung besar dengan gaya magnet.

Ketika pasien berbaring dalam mesin tersebut, medan magnet akan mengubah posisi molekul air dalam tubuh. Gelombang radio kemudian menghasilkan sinyal yang dideteksi dan ditampilkan dalam bentuk gambar.

MRI akan menghasilkan gambar 3D (tiga dimensi) yang dapat dilihat dari berbagai sisi. Dengan ini, proses diagnosis bisa lebih mendetail.

Berapa biaya MRI?

Besarnya biaya yang Anda perlukan untuk menjalani MRI bervariasi dan tergantung dari rumah sakit, kelas perawatan, dan bagian tubuh yang akan diperiksa. Secara umum, biaya MRI di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 2.100.000.

MRI juga ditanggung oleh asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan) apabila sesuai dengan ketentuan dan indikasi medis Anda, serta direkomendasikan oleh dokter.

Kenapa MRI diperlukan? 

MRI merupakan prosedur non-invasif yang dilakukan untuk memeriksa kondisi organ, jaringan, dan kerangka tubuh pasien. Prosedur ini akan menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi, sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit.

Beberapa jenis MRI dan kegunaannya meliputi:

MRI otak dan saraf tulang belakang

MRI paling sering digunakan untuk mengevaluasi kondisi otak dan saraf tulang belakang. Beberapa kondisi medis yang dapat didiagnosis dengan pemindaian ini adalah:

  • Aneurisma pembuluh darah otak
  • Penyakit mata dan telinga bagian dalam
  • Multiple sclerosis
  • Gangguan saraf tulang belakang
  • Stroke
  • Tumor
  • Cedera otak karena trauma

MRI jantung dan pembuluh darah

MRI jantung dan pembuluh darah dapat membantu dokter dalam menilai:

  • Ukuran dan fungsi ruang-ruang jantung
  • Ketebalan dan pergerakan dinding jantung
  • Luasnya kerusakan yang disebabkan oleh serangan jantung atau penyakit jantung tertentu
  • Gangguan struktural pada pembuluh darah aorta, seperti aneurisma atau diseksi (robeknya dinding pembuluh darah)
  • Peradangan atau sumbatan pada pembuluh darah

MRI organ dalam

MRI dapat memeriksa keberadaan tumor atau kelainan lain dari banyak organ di dalam tubuh yang meliputi hati, saluran empedu, ginjal, limpa, pankreas, rahim, ovarium, serta prostat.

MRI tulang dan sendi

MRI dapat membantu dokter dalam menilai:

  • Kelainan sendi karena trauma atau cedera berulang
  • Kelainan pada bantalan saraf tulang belakang
  • Infeksi tulang
  • Tumor tulang dan jaringan lunak

MRI payudara

MRI bisa digunakan bersama dengan pemeriksaan mammogram untuk mendeteksi kanker payudara, terutama bagi wanita dengan jaringan payudara yang padat atau berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Apa saja persiapan untuk menjalani MRI?

Terdapat beragam hal yang sebaiknya Anda persiapkan sebelum menjalani MRI. Beberapa di antaranya adalah:

Tanya jawab riwayat medis

Sebelum MRI, informasikan pada dokter apabila pasien:

  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau hati
  • Baru saja mengalami operasi
  • Memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu
  • Mengidap asma
  • Sedang hamil atau kemungkinan hamil

Pemeriksaan benda logam yang menempel pada tubuh

Semua alat yang terbuat dari logam tidak diperbolehkan berada dalam ruang pemeriksaan MRI. Pasalnya, benda-benda ini bisa mengganggu jalannya pemeriksaan. Medan magnet pada mesin pemindai juga dapat menarik logam.

Alat-alat tersebut meliputi:

  • Katup jantung buatan
  • Tindik pada tubuh
  • Implan koklea pada telinga
  • Insulin pump
  • Tambalan gigi
  • Gigi palsu
  • Implanted nerve stimulator
  • Peluru atau serpihan logam
  • Sendi atau tungkai artifisial berbahan logam (metallic joint prostheses)
  • Alat pacu jantung atau defibrilator jantung yang ditanam
  • Klip logam (metal clip) atau sekrup

Pemeriksaan tato

Beritahukan juga pada dokter apabila Anda memiliki tato. Pasalnya, beberapa jenis tato mengandung komponen logam.

Persiapan di hari pemeriksaan

Pada hari pemeriksaan, Anda disarankan untuk menggunakan pakaian longgar tanpa kancing atau ritsleting berbahan logam. Anda mungkin diminta untuk melepaskan pakaian dan mengenakan gaun khusus yang disediakan oleh rumah sakit.

Sebelum memasuki ruang pemindaian, Anda perlu melepaskan semua perlengkapan. Mulai dari kawat gigi, kacamata, alat bantu dengar, kunci, bra dengan kawat, jam tangan, dan rambut palsu. Telepon genggam juga tidak boleh dibawa ke dalam ruangan MRI.

Orang yang mengalami klaustrofobia atau fobia ruang tertutup sering merasa kesulitan menjalani MRI. Bagi mereka, dokter mungkin bisa melakukan MRI di tempat yang lebih terbuka bila memungkinkan.

Bila tidak mungkin, dokter dapat memberikan obat penenang untuk pasien sebelum pemeriksaan MRI dilakukan.

Bagaimana prosedur MRI dilakukan?

Secara umum, MRI biasanya memakan waktu sekitar 20 hingga 90 menit dengan prosedur sebagai berikut:

  • Pasien berbaring di atas meja khusus yang akan bergerak masuk ke dalam mesin MRI. Mesin ini berbentuk seperti tabung besar dengan lubang di kedua sisi dan magnet yang mengelilinginya.
  • Tali pengikat bisa digunakan untuk memastikan posisi pasien tidak bergeser selama pemeriksaan.
  • Keseluruhan atau sebagian badan pasien akan masuk ke dalam mesin.
  • Mesin MRI akan menghasilkan medan magnet yang kuat di dalam tubuh pasien.
  • Komputer lalu menangkap sinyal yang dihasilkan oleh mesin untuk menghasilkan serangkaian gambar. Tiap gambar memperlihatkan potongan tipis tubuh pasien.

Pasien mungkin mendengar suara ketukan keras selama pemeriksaan. Suara ini berasal dari mesin MRI yang menghasilkan energi untuk memproduksi gambar. Apabila dirasa kurang nyaman, pasien dapat meminjam alat penutup telinga untuk meredam suara ini.

Pasien juga dapat merasakan sensasi kejut selama pemeriksaan. Hal ini terjadi karena mesin MRI merangsang saraf di tubuh pasien, jadi tidak perlu dicemaskan.

Pada beberapa kasus, cairan pewarna kontras akan disuntikkan ke pembuluh darah vena di tangan atau lengan pasien. Cairan ini membantu dokter untuk melihat struktur di dalam tubuh pasien dengan lebih jelas.

Seperti apa hasil tes MRI?

Dokter spesialis radiologi akan membaca gambar hasil pemindaian MRI, lalu memberikan laporannya pada dokter Anda. Dokter kemudian akan menjelaskan hasil tersebut serta tindakan medis lanjutan yang mungkin Anda perlukan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah MRI?

Setelah pemindaian, teknisi medis (radiolog) akan memeriksa gambar yang dihasilkan guna mengecek kecukupan gambar. Apabila dirasa cukup, pasien bisa langsung pulang.

Pasien yang tidak dibius sebelum pemeriksaan dapat kembali melanjutkan aktivitas normalnya setelah MRI. Dokter kemudian akan menghubungi Anda untuk mendiskusikan hasilnya. 

Apa saja risiko MRI?

MRI termasuk prosedur yang relatif aman. Risiko maupun efek sampingnya juga sangat jarang.

Pada sebagian orang, cairan kontras bisa saja menyebabkan efek samping berupa mual, sakit kepala, dan nyeri atau sensasi terbakar pada area suntikan.

Sementara itu. reaksi alergi terhadap cairan kotras juga dapat terjadi, namun sangat jarang. Apabila muncul alergi, gejalanya bisa berupa bentol-bentol atau mata yang gatal. Segera beritahukan pada teknisi medis apabila Anda mengalami keluhan ini.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/146309.php
Diakses pada 2020

Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=bodymr
Diakses pada 18 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mri/about/pac-20384768
Diakses pada 18 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-a-mri#1
Diakses pada 18 Februari 2020

Artikel Terkait

Terapi kognitif pelaku adalah salah satu cara mengatasi gagap pada orang dewasa.

Ini Cara Mengatasi Gagap pada Orang Dewasa untuk Kembalikan Rasa Pede

Gagap adalah kondisi yang menyebabkan seseorang menjadi susah bicara dan berkomunikasi. Selain anak kecil, orang dewasa pun bisa mengalami kondisi gangguan bicara ini. Oleh karena itu, kenali berbagai cara mengatasi gagap pada orang dewasa.