Suatu alat bernama ear tube dipasang di gendang telinga pada operasi miringotomi.
Miringotomi adalah prosedur operasi gendang telinga dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi

Apa itu prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga?

Miringotomi adalah prosedur operasi gendang telinga atau membran timpani. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil dengan pisau bedah melalui lapisan membran timpani. Ear tube berupa tabung silinder kecil berongga yang terbuat dari plastik atau logam kemudian akan ditempatkan di gendang telinga.

Miringotomi dilakukan agar cairan yang terperangkap di telinga tengah bisa mengering untuk menghindari infeksi. Cairan tersebut bisa berupa darah, nanah, atau air muncul akibat kondisi otitis media dengan efusi (OME), baik itu akut maupun kronis.

Bukaan ear tubes ke telinga tengah (area di belakang gendang telinga) memungkinkan aliran udara masuk dan keluar sehingga dapat menjaga tekanan udara di antara telinga tengah dan luar. Dengan begitu, cairan yang menumpuk di belakang gendang telinga bisa dialirkan keluar.

Tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT).

Mengapa prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga perlu dilakukan?

Miringotomi atau operasi gendang telinga dapat dilakukan untuk:

  • Pasien otitis media akut, otitis media berulang, otitis media berulang dengan efusi dan otitis media kronis dengan efusi.
  • Anak-anak dengan episode otitis media akut berulang (biasanya mengalami lebih dari 4-5 infeksi dalam 6 bulan)
  • Anak-anak dengan infeksi telinga kronis yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
  • Mengobati gangguan pendengaran yang disebabkan oleh penumpukan cairan kronis dan sebagai pencegahan keterlambatan perkembangan bicara yang disebabkan oleh gangguan pendengaran pada anak-anak
  • Menempatkan tabung timpanostomi yang berfungsi untuk membantu menyamakan tekanan. Tabung ini juga dapat membantu mencegah infeksi telinga berulang dan terjadinya akumulasi cairan di belakang gendang telinga
  • Mengambil cairan sampel dari telinga tengah untuk diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya bakteri atau infeksi lain

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga?

Sebelum miringotomi dilakukan, dokter kemungkinan akan melakukan:

  • Tes pendengaran
  • Timpanogram, yaitu pemeriksaan yang mengukur kondisi gendang telinga dalam merespons perubahan tekanan

Saat prosedur akan dilaksanakan Anda akan diminta untuk:

  • Meminta seseorang mengantarkan dan menjemput sebelum dan setelah menjalani tindakan
  • Jangan makan atau minum apa pun selama setidaknya 8 jam sebelum prosedur.
  • Bicaralah dengan dokter Anda tentang obat-obatan yang Anda konsumsi. Anda mungkin diminta untuk berhenti minum obat dari golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), pengencer darah dan antiplatelet, 1 minggu sebelum prosedur.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga?

Pada pasien dewasa, prosedur dapat dilakukan dalam rawat jalan dengan penggunaan fenol dan lidokain topikal sebagai bius lokal. Sementara itu, pasien remaja muda, anak-anak, dan bayi memerlukan bius total.

Dokter memulai prosedur dengan memiringkan kepala pasien ke arah telinga yang berlawanan dengan telinga target tindakan. Sebuah mikroskop digunakan untuk difokuskan pada meatus auditorius eksternal.

Spekulum akan ditempatkan dengan hati-hati ke dalam saluran pendengaran eksternal, dan serumen dikeluarkan. Dengan demikian, seluruh membran timpani dapat divisualisasikan dengan lebih baik.

Sayatan kecil akan dibuat di gendang telinga dengan pisau miringotomi. Panjang sayatan harus berkisar antara 3-5 mm . Selanjutnya, tabung ear tubes berukuran 3 mm, 5 mm, atau 7 mm akan dimasukkan dan digunakan untuk melepaskan efusi serosa atau mukoid.

Sayatan tersebut tidak akan ditutup dengan jahitan apa pun karena dapat menutup dengan sendirinya. Prosedur ini biasanya dilakukan pada kedua telinga. Operasi ini membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga?

Setelah prosedur selesai dilakukan, rasa sakit atau tekanan di telinga karena penumpukan cairan akan terasa berkurang. Kemampuan pendengaran yang sempat terganggu karena penumpukan cairan juga akan semakin membaik.

Setelah dipasang, ear tubes biasanya berhasil mengurangi infeksi telinga secara signifikan. Sebagian besar pasien mungkin akan tetap mengalami 1-2 kali infeksi dalam setahun. Namun nanah akibat infeksi biasanya mengering dengan sendirinya berkat pembukaan yang dibuat oleh tabung.

Pada kebanyakan kasus, operasi untuk melepas tabung telinga tidak diperlukan. Tabung biasanya akan terlepas dengan sendirinya, karena terdorong keluar saat gendang telinga sembuh.

Luka operasi akan membaik dalam empat minggu namun tabung umumnya akan menempel di telinga dalam 6-18 bulan dan kemudian akan terlepas, tergantung pada jenis tabung yang digunakan.

Namun, jika tabung tetap berada di gendang telinga setelah 2-3 tahun, dokter mungkin akan melepaskannya melalui pembedahan.

Apa risiko dari prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga?

Seperti halnya semua jenis operasi, prosedur miringotomi atau operasi gendang telinga memiliki komplikasi tertentu, termasuk:

  • Lubang di gendang telinga yang tidak menutup setelah tabung keluar.Jika ini terjadi, lubang tersebut harus diperbaiki dengan operasi lain.
  • Bekas luka pada gendang telinga yang disebabkan oleh beberapa infeksi telinga maupun operasi tabung telinga itu sendiri
  • Infeksi telinga berulang
  • Tabung telinga lepas lebih awal, atau tidak lepas sama sekali.
  • Otorrhea, yaitu keluarnya cairan secara terus-menerus dari telinga
  • Gendang telinga menyusut atau mengeras setelah beberapa kali menjalani miringotomi.

Artikel Terkait

Telinga balita ternyata mampu mentolerir suara dari film yang diputar saat nonton bioskop

Bolehkah Ajak Anak Balita Nonton Bioskop? Ini Kata Dokter Spesialis THT

Telinga balita masih mampu mentolerir suara film di bioskop. Namun, orang tua harus tetap memperhatikan film yang akan ditonton. Jika mendengar suara terlalu keras, balita berisiko mengalami gangguan pada telinga dalam.