Metode Ponseti dilakukan untuk menangani clubfoot
Metode Ponseti bertujuan untuk mengatasi clubfoot

Apa itu metode Ponseti?

Metode Ponseti adalah terapi yang digunakan untuk mengatasi clubfoot atau congenital tapes equinovarus (CTEV).

Clubfoot merupakan kelainan bawaan pada kaki, yang ditandai dengan tertariknya kaki ke arah dalam. Kondisi ini terkadang sangat parah hingga kaki terlihat seperti terbalik (telapak kaki menghadap ke samping atau ke atas).

Kondisi yang juga dikenal dengan istilah kaki pengkor tersebut setidaknya dialami oleh 1 di antara 1.000 bayi yang lahir. Ini berarti, clubfoot tergolong cacat lahir pada kaki bayi yang paling umum terjadi.

Pada clubfoot, terjadi kekakuan tendon yang menghubungkan otot kaki dengan tulang telapak kaki. Akibatnya, tendon akan memendek dan menarik kaki ke arah dalam.

Langkah penanganan clubfoot yang utama adalah metode Ponseti. Metode non-operasi ini dikembangkan oleh Dr, Ignacio Ponseti karena adanya komplikasi dan hasil operasi yang kurang baik.

Metode Ponseti melibatkan peregangan kaki untuk membuat kaki rileks. Gips kemudian dipasang guna mempertahankan kaki pada posisi seharusnya.

Ketika kaki sudah berada di posisi yang tepat, penanganan akan dilanjutkan dengan pemakaian sepatu khusus. Sepatu ini perlu digunakan hingga anak berusia lima tahun.

Kenapa metode Ponseti diperlukan?

Kondisi clubfoot tidak menimbulkan nyeri. Namun bila terus dibiarkan, kelainan bentuk pada kaki anak akan terus terjadi hingga ia mengalami kesulitan berjalan di kemudian hari.

Pengobatan dengan metode Ponseti dapat mengatasi cacat lahir tersebut, sehingga anak dapat menjalani aktivitas fisik dengan normal. Sebagian besar kondisi clubfoot bisa sembuh tanpa operasi setelah pengidap menjalani metode ini pada usia beberapa minggu setelah lahir.

Apa saja persiapan untuk menjalani metode Ponseti?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum metode Ponseti.

Bagaimana metode Ponseti dilakukan?

Prosedur metode Ponseti terdiri atas dua tahap di bawah ini:

  • Pemakaian gips

Pada tahap pertama ini, dokter akan memposisikan kaki, lalu memasang gips. Pemakaian gips biasanya sudah bisa dimulai ketika bayi berusia 1 atau 2 minggu.

Perbaikan posisi kaki dan pemasangan gips dilakukan hingga selama dua bulan, dan sebanyak lima kali penggantian gips. Gips pertama hingga keempat akan diganti setiap minggu, sementara gips kelima akan dipertahankan hingga tiga minggu.

Kadang kala, operasi kecil untuk memotong tendon diperlukan jika tendon pasien terlalu kaku. Operasi ini akan dikerjakan pada akhir tahap pertama.

  • Pemakaian brace atau penopang

Tahap ini dilakukan dengan memakai sepatu khusus yang terhubung dengan bar. Sepatu ini akan menjaga supaya posisi kaki tetap ke arah luar.

Pertama-tama, gips akan dilepas dan pemasangan brace atau penopang akan dilaksanakan. Brace ini mesti dipakai oleh pasien hingga 3-4 tahun ke depan.

Sepatu khusus pun harus digunakan selama 23 jam sehari selama tiga bulan. Setelah itu, sepatu hanya perlu dipakai pada malam hari.

Kontrol berkala ke dokter dianjurkan setiap 4-6 bulan sekali untuk menilai bentuk, mobilitas, dan fungsi kaki pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama menjalani metode Ponseti?

Selama menggunakan gips dalam metode Ponseti, beberapa hal ini perlu diperhatikan:

  • Pastikan jari-jari kaki tetap terasa anak hangat dan berwarna merah muda tiap kali Anda mengganti popoknya
  • Ganti popok anak dengan rutin untuk mencegah bocornya urin ke gips
  • Periksa ada tidaknya lecet atau kemerahan pada kulit di sekitar tepi gips
  • Pastikan gips selalu dalam kondisi kering

Gips perlu dilepas apabila:

  • Jari-jari kaki pasien tidak terlihat (tertutup oleh gips)
  • Jari-jari kaki pasien terasa dingin dan mengalami perubahan warna (tidak merah muda lagi)

Orang tua diharap untuk segera hubungi dokter jika:

  • Gips kendor, retak, atau pecah
  • Jari-jari kaki pasien berpindah posisi di dalam gips
  • Anak lebih sering menangis dan tampak kesakitan

Apa saja komplikasi metode Ponseti?

Risiko komplikasi metode Ponseti adalah kembalinya posisi kaki seperti semula (sebelum ditanbayigani). Sebagai akibatnya, pasien mungkin perlu menjalani pemasangan gips yang lebih lama atau operasi untuk memperbaiki kondisi kakinya.

Physiopedia. https://www.physio-pedia.com/Ponseti_method
Diakses pada 11 September 2020

American Academy of Orthopaedic Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/clubfoot/
Diakses pada 11 September 2020

NHS. https://www.gosh.nhs.uk/medical-information/procedures-and-treatments/using-ponseti-technique-correct-talipes-clubfoot
Diakses pada 11 September 2020

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/service/clubfoot/ponseti-method
Diakses pada 11 September 2020

Hospital for Special Surgery. https://www.hss.edu/conditions_the-ponseti-method-for-clubfoot-correction.asp
Diakses pada 11 September 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/ponseti-casting.html
Diakses pada 11 September 2020

Artikel Terkait

Sindrom cri-du-chat membuat bayi penderitanya memiliki suara tangisan seperti kucing

Sindrom Cri-Du-Chat, Ketika Bayi Terlahir dengan Tangisan Seperti Kucing

Sindrom cri-du-chat merupakan kelainan genetik langka karena ada penghapusan kromosom nomor 5. Sebutan lain untuk sindrom cri-du-chat adalah sindrom tangisan kucing karena bayi yang mengalaminya memiliki suara tangisan melengking seperti kucing.