Mastektomi

22 May 2022|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mastektomi adalah operasi untuk mengobati kanker payudaraMastektomi adalah operasi pengangkatan payudara untuk mengobati kanker payudara

Apa itu mastektomi?

Mastektomi adalah operasi pengangkatan salah satu atau kedua payudara yang ditujukan untuk mencegah atau mengobati kanker payudara. Pada operasi ini, seluruh jaringan payudara akan diangkat agar sel kanker tidak menyebar. 

Tidak semua kanker payudara disarankan untuk dirawat lewat mastektomi. Sebagian dapat dirawat dengan lumpektomi, atau pengangkatan sebagian jaringan payudara. 

Apabila dokter memutuskan mastektomi merupakan tindakan medis terbaik untuk kondisi pasien, tahap selanjutnya adalah menentukan jenis mastektomi yang akan dilakukan.

Apa saja jenis mastektomi?

Dokter akan menentukan jenis prosedur mastektomi yang perlu dijalani oleh pasien berdasarkan sejumlah faktor di bawah ini:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
  • Status menopause
  • Ukuran tumor
  • Kecepatan penyebaran kanker
  • Stadium kanker
  • Kondisi reseptor hormon pada kanker
  • Keterlibatan kelenjar getah bening di sekitar kanker

Setelah itu, dokter akan menentukan jenis mastektomi yang sesuai untuk kondisi pasien. Tipe prosedurnya meliputi:

  • Mastektomi total

Mastektomi total atau simple mastectomy adalah operasi yang dilakukan dengan mengangkat semua bagian payudara, termasuk puting susu, areola, dan kulit. Pada kasus tertentu, sejumlah kelenjar getah bening pada ketiak juga dapat sekaligus diangkat, tapi tidak seluruhnya.

  • Mastektomi ganda

Pada mastektomi ganda atau double mastectomy, operasi pengangkatan dilakukan pada kedua payudara. Tidak hanya untuk mengobati kanker, tipe operasi ini juga sering ditujukan sebagai tindakan pencegahan untuk orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara.

  • Mastektomi radikal

Mastektomi radikal adalah operasi yang paling komprehensif karena dokter akan mengangkat seluruh jaringan payudara, kelenjar getah bening di ketiak, serta otot dinding dada (otot pectoralis mayor dan minor) pasien. 

Operasi ini biasanya dipilih untuk menangani kanker yang telah menyebar ke otot-otot di sekitarnya. Namun jenis operasi ini sudah jarang dilakukan.

  • Mastektomi radikal modifikasi

Mastektomi radikal modifikasi melibatkan pengangkatan semua jaringan payudara dan kelenjar getah bening di ketiak. Akan tetapi, otot dinding dada tidak ikut diangkat.

  • Skin-sparing mastectomy

Pada mastektomi jenis ini, dokter akan mengangkat semua jaringan payudara dan puting, tapi menyisakan kulit pada payudara yang sehat. Dokter juga akan merekonstruksi payudara pasien selama operasi.

  • Nipple-sparing mastectomy

Nipple-sparing mastectomy adalah pengangkatan jaringan payudara yang menyisakan kulit, puting susu, dan jaringan di tepi payudara.

  • Mastektomi preventif

Sesuai namanya, mastektomi preventif adalah operasi pengangkatan payudara yang dilakukan sebagai langkah pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara. Misalnya, pada orang yang memiliki orangtua dengan riwayat kanker payudara.

Sementara untuk metodenya sendiri, mastektomi preventif dapat dilakukan dengan berbagai jenis mastektomi yang telah disebutkan.

Kenapa mastektomi diperlukan?

Mastektomi dilakukan untuk menangani berbagai jenis kanker payudara dan kondisi berikut:

  • Ductal carcinoma in situ (DCIS) atau kanker payudara noninvasif
  • Kanker payudara stadium 1 dan 2
  • Pascakemoterapi kanker payudara stadium 3
  • Pascakemoterapi untuk inflammatory breast cancer
  • Penyakit Paget
  • Kanker payudara terlokalisir yang kambuhan

Siapa yang membutuhkan mastektomi?

Prosedur mastektomi biasanya dianjurkan untuk pasien yang memiliki kondisi di bawah ini:

  • Tidak bisa menjalani terapi radiasi (radioterapi), misalnya karena sedang hamil
  • Memiliki dua tumor atau lebih pada area yang berbeda di payudara
  • Ukuran tumor lebih dari 5 cm atau relatif besar jika dibandingkan dengan ukuran payudara pasien
  • Memiliki deposit kalsium yang meluas di seluruh payudara, yang telah ditetapkan sebagai kanker setelah biopsi
  • Telah menjalani radioterapi, tapi kanker payudara tetap kambuh
  • Sudah menjalani lumpectomy, tapi kanker tetap tersisa di tepi payudara dan ada kekhawatiran kanker akan menyebar ke area di sekitarnya
  • Berisiko tinggi untuk mengalami kanker payudara, misalnya orang yang memiliki gen BRCA yang bermutasi
  • Memiliki kondisi medis lain, seperti lupus atau skleroderma yang membuat pasien sangat sensitif terhadap efek samping radioterapi

Siapa yang tidak disarankan untuk menjalani mastektomi?

Tidak semua pasien disarankan untuk menjalani mastektomi, seperti penderita locally advanced breast cancer (LABC). LABC adalah kanker yang berkembang di jaringan payudara dan belum menyebar ke area tubuh yang lain.

Pasien LABC biasanya dianjurkan untuk menjalani pengobatan kanker payudara lain terlebih dahulu, seperti terapi hormon atau kemoterapi. Jika pengobatan ini tidak memberikan hasil optimal, dokter mungkin akan mempertimbangkan mastektomi. 

Selain pengidap LABC, pasien dengan karakteristik di bawah ini juga tidak dianjurkan untuk menjalani mastektomi:

  • Memiliki tumor payudara akibat penyebaran dari kanker di bagian tubuh lain (metastasis)
  • Tidak kuat terhadap obat bius
  • Berusia lanjut dan mengidap penyakit berat lain atau memiliki organ sistemik yang tidak bekerja dengan baik
  • Kanker payudara stadium 4

Apa saja persiapan untuk menjalani mastektomi?

Sebelum mastektomi dilakukan, beberapa hal di bawah ini perlu dilakukan dan diketahui oleh pasien meliputi:

  • Berkonsultasi dengan dokter agar benar-benar mengerti mengenai manfaat dan risiko dari operasi mastektomi, serta rencana rekonstruksi payudara setelah mastektomi.
  • Memberitahu dokter mengenai obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat mempengaruhi prosedur.
  • Berhenti menggunakan aspirin, ibuprofen, atau obat-obatan pengencer darah (seperti warfarin) pada minimal seminggu sebelum operasi (atau sesuai saran dokter). Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Berpuasa selama 8-12 jam sebelum operasi.
  • Bersiap untuk menjalani rawat inap pascaoperasi.

Bagaimana mastektomi dilakukan?

Operasi mastektomi biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Namun durasinya bisa lebih lama bila dokter sekaligus melakukan rekonstruksi payudara.

Secara umum, prosedur mastektomi meliputi:

  • Dokter anestesi akan melakukan pembiusan. Operasi ini biasanya membutuhkan bius total.
  • Dokter bedah akan membuat sayatan pada dada pasien dan memisahkan jaringan payudara dari kulit serta otot di bawahnya.
  • Selanjutnya, dokter mengangkat kelenjar getah bening bila diperlukan.
  • Setelah itu, dokter bedah plastik akan melakukan rekonstruksi payudara pada pasien yang membutuhkannya.
  • Apabila rekonstruksi tidak dilakukan, dokter akan meletakkan selang drainase di payudara dan ketiak untuk mencegah penumpukan cairan dari lokasi tumor.
  • Setelah operasi selesai, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan lalu membebatkan perban di sekeliling dada pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah mastektomi?

Sesudah menjalani mastektomi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Selama di ruangan ini, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan tingkat kesadaran pasien akan dipantau.

Setelah sadar dan kondisinya stabil, pasien akan dibawa ke ruang perawatan biasa untuk menjalani rawat inap. Durasi rawat inap umumnya berlangsung selama 1-2 hari.

Meski begitu, pasien yang menjalani mastektomi dengan prosedur rekonstruksi payudara mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk waktu yang lebih lama.

Sebelum pasien diizinkan pulang, dokter atau tenaga medis lain akan memberi informasi mengenai:

  • Aktivitas yang perlu dihindari selama pemulihan
  • Obat antinyeri yang boleh dikonsumsi
  • Tanda-tanda infeksi atau pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kapan pasien bisa kembali mengenakan bra setelah operasi
  • Olahraga untuk meminimalisir rasa kaku dan pembentukan jaringan parut.
  • Latihan lengan untuk membantu memaksimalkan gerakan pada bahu dan lengan. Latihan ini dapat dilakukan dengan supervisi dokter. 

Tim medis juga akan memberi tahu mengenai cara merawat luka operasi yang dapat dilakukan pasien selama masa pemulihan. Perawatan luka perlu dilakukan sebab luka jahitan dapat terlihat mulai dari dada hingga ketiak.

Apabila bekas luka bekas operasi tersebut begitu mengganggu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk melakukan corrective surgery.

Apa saja efek samping dan komplikasi mastektomi?

Beberapa efek samping dan komplikasi yang dapat timbul setelah prosedur mastektomi meliputi:

  • Perdarahan di lokasi operasi
  • Infeksi pada area operasi
  • Rasa nyeri yang muncul di lokasi operasi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada tangan
  • Pembentukan jaringan parut pada area operasi
  • Nyeri dan kaku pada bahu
  • Sensasi mati rasa atau kebas, terutama pada lengan, karena pengangkatan kelenjar getah bening
  • Penumpukan darah pada lokasi operasi (hematoma)
kanker payudaratumor jinak payudarapayudara

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/treatment/surgery-for-breast-cancer/mastectomy.html
Diakses pada 11 Mei 2022

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mastectomy/about/pac-20394670
Diakses pada 11 Mei 2022

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302035
Diakses pada 16 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/mastectomy#1

Diakses pada 11 Mei 2022

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mastectomy/
Diakses pada 11 Mei 2022

Cancer Connect. https://news.cancerconnect.com/breast-cancer/mastectomy-may-be-unnecessary-in-stage-iv-breast-cancer
Diakses pada 11 Mei 2022

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21221-mastectomy-breast-removal
Diakses pada 11 Mei 2022

Breast Cancer Community. https://www.breastcancer.org/treatment/surgery/mastectomy/types
Diakses pada 11 Mei 2022

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538212/
Diakses pada 11 Mei 2022

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email