Sebelum mastektomi dilakukan, dokter akan mendiskusikan manfaat dan risikonya
Dokter akan membicarakan manfaat dan risiko mastektomi dengan Anda

Apa itu mastektomi?

Mastektomi adalah tindakan operasi yang meliputi pengangkatan seluruh jaringan payudara dengan tujuan menangani atau mencegah terjadinya kanker payudara. Pengangkatan bisa dilakukan pada salah satu maupun kedua payudara.

Berdasarkan prosedurnya, mastektomi terbagi menjadi lima jenis berikut:

  • Mastektomi total (simple mastectomy)

Pada mastektomi total, dokter akan mengangkat semua bagian payudara. Namun otot di bawah payudara dan kelenjar getah bening di sekitarnya tidak ikut diangkat.

  • Mastektomi ganda (double mastectomy)

Pada mastektomi jenis ini, dokter akan mengangkat kedua payudara untuk mencegah kanker payudara pada pasien dengan risiko tinggi kanker.

  • Mastektomi radikal

Pada mastektomi radikal, dokter akan mengangkat semua jaringan payudara, kelenjar getah bening di ketiak, dan otot dinding dada.

  • Mastektomi radikal modifikasi

Mastektomi radikal modifikasi melibatkan pengangkatan semua jaringan payudara dan kelenjar getah bening di ketiak. Tapi otot dinding dada tidak ikut diangkat.

  • Skin-sparing mastectomy

Pada mastektomi jenis ini, dokter akan mengangkat semua jaringan payudara dan putting. Namun dokter akan menyisakan kulit tetap utuh. Dokter juga akan merekonstruksi payudara selama operasi.

  • Nipple-sparing mastectomy

Prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan payudara yang menyisakan kulit, puting, dan jaringan di tepi payudara.

  • Mastektomi preventif

Tindakan ini dilakukan pada seserang yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara. Risiko tinggi ini biasanya didapatkan secara keturunan atau genetik.

Mastektomi preventif dilakukan dengan cara mengangkat payudara serta puting atau tetap mempertahankan putingnya.

Kenapa mastektomi diperlukan?

Mastektomi dilakukan untuk mengangkat semua jaringan payudara pada pasien dengan kanker payudara atau yang berisiko mengalaminya. Jenis prosedur mastektomi yang akan dilakukan tergantung pada beberapa kondisi pasien di bawah ini:

  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara umum
  • Status menopause
  • Ukuran tumor
  • Kecepatan penyebaran kanker
  • Tingkat keagresifan kanker
  • Kondisi reseptor hormon pada kanker
  • Keterlibatan kelenjar getah bening di sekitar kanker

Siapa yang membutuhkan mastektomi?

Mastektomi menjadi pilihan penanganan untuk berbagai jenis kanker payudara yang meliputi:

  • Ductal carcinoma in situ (DCIS) atau kanker payudara noninvasif
  • Kanker payudara stadium I dan II
  • Pascakemoterapi kanker payudara stadium III
  • Pascakemoterapi untuk inflammatory breast cancer
  • Penyakit Paget
  • Kanker payudara terlokalisir yang kambuhan

Dokter juga akan menyarankan tindakan mastektomi pada pasien dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Memiliki dua atau lebih tumor pada area yang berbeda di payudara
  • Memiliki deposit kalsium yang meluas di seluruh payudara, yang telah ditetapkan sebagai kanker setelah biopsi
  • Telah melakukan terapi radiasi (radioterapi), namun kanker payudara tetap kambuh
  • Sedang hamil sehingga tidak dapat menjalani radioterapi
  • Sudah melakukan operasi lumpectomy, namun kanker tetap ada di tepi payudara dan ada kekhawatiran kanker akan menyebar ke area sekitarnya
  • Memiliki risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara
  • Memiliki tumor payudara dengan ukuran besar
  • Memiliki kondisi medis lain, seperti lupus atau skleroderma, sehingga tidak bisa menjalani radioterapi

Apa saja persiapan untuk menjalani mastektomi?

Sebelum mastektomi dilakukan, beberapa hal yang perlu dilakukan dan diketahui oleh pasien meliputi:

  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Hal ini perlu dilakukan karena beberapa jenis obat dapat mempengaruhi prosedur operasi.
  • Hentikan penggunaan aspirin, ibuprofen, atau obat-obatan pengencer darah (seperti warfarin) pada minimal seminggu sebelum operasi. Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Berpuasa selama 8-12 jam sebelum operasi.
  • Bersiap untuk menjalani rawat inap pascaoperasi.

Bagaimana prosedur mastektomi dilakukan?

Operasi mastektomi biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Namun durasinya bisa lebih lama apabila dokter sekaligus melakukan rekonstruksi payudara.

Secara umum, prosedur mastektomi meliputi:

  • Dokter anestesi akan melakukan pembiusan. Operasi ini biasanya memanfaatkan bius total.
  • Dokter bedah akan membuat sayatan pada dada pasien dan memisahkan jaringan payudara dari kulit dan otot di bawahnya.
  • Selanjutnya, dokter mengangkat kelenjar getah bening bila diperlukan.
  • Setelah itu, dokter bedah plastik akan melakukan rekonstruksi payudara pada pasien yang membutuhkannya.
  • Apabila rekonstruksi tidak dilakukan, dokter akan meletakkan selang drainase di payudara dan ketiak untuk mencegah penumpukan cairan dari lokasi tumor.
  • Setelah operasi selesai, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan.
  • Dokter akan membebatkan perban di sekeliling dada pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah mastektomi?

Sesudah menjalani mastektomi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Selama berada di ruangan ini, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan darah, dan tingkat kesadaran pasien akan dipantau.

Setelah pasien sadar dan kondisinya stabil, pasien lalu ditempatkan di ruang perawatan biasa. Durasi rawat inap umumnya diperlukan selama 1-2 hari.

Pasien yang menjalani mestektomi dengan prosedur rekonstruksi payudara mungkin perlu dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lebih lama.

Dokter atau tenaga medis lainnya akan memberi informasi mengenai:

  • Olahraga untuk meminimalisir kaku dan pembentukan jaringan parut
  • Aktivitas yang perlu dihindari selama pemulihan
  • Obat-obatan antinyeri yang boleh dikonsumsi
  • Cara merawat luka operasi
  • Tanda-tanda infeksi atau pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kapan pasien bisa kembali mengenakan bra setelah operasi

Apa saja komplikasi mastektomi?

Beberapa komplikasi yang dapat timbul setelah prosedur mastektomi meliputi:

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Rasa nyeri
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada tangan
  • Pembentukan jaringan parut pada area operasi
  • Nyeri dan kaku pada bahu
  • Sensasi mati rasa atau kebas, terutama pada lengan, karena pengangkatan kelenjar getah bening
  • Penumpukan darah pada lokasi operasi (hematoma)

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mastectomy/about/pac-20394670
Diakses pada 16 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302035
Diakses pada 16 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/breast-cancer/mastectomy#1
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait

Piqray adalah salah satu cara untuk dapat meningkatkan harapan hidup penderita kanker payudara

Piqray, Pilihan Baru untuk Pengobatan Penderita Kanker Payudara Stadium Lanjut

Piqray adalah salah satu obat kanker dengan kemampuan menargetkan secara spesifik pada gen yang mengalami mutasi. Piqray dapat digunakan untuk para penderita kanker payudara stadium lanjut dengan efek sampingnya, piqray dapat mengakibatkan mual, diare, hingga bercak merah pada kulit.