Magnetic Resonance Angiography (MRA)

30 Mar 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Magnetic resonance angiography (MRA) dibutuhkan untuk memeriksa kelainan pembuluh darahMRA bisa mengidentifikasi kerusakan otak akibat gangguan pembuluh darah

Apa itu prosedur magnetic resonance angiography?

Magnetic resonance angiography (MRA) adalah suatu prosedur yang menggunakan kekuatan medan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk memeriksa pembuluh darah dan mengidentifikasi abnormalitas pembuluh darah.

Saat prosedur dilakukan, pasien akan diminta untuk terlentang di atas tempat tidur khusus yang tersambung dengan alat magnetic scanner yang berbentuk seperti terowongan. Pada beberapa kasus, dokter juga akan menyuntikkan zat warna khusus sebelum MRA dilakukan agar pembuluh darah bisa terlihat lebih jelas.

Mengapa prosedur magnetic resonance angiography perlu dilakukan?

Prosedur MRA dilakukan untuk mendeteksi letak gangguan pembuluh darah vena dan arteri seperti pembuntuan, penyempitan, atau kerusakan di otak, leher, jantung, dada, perut, panggul, lengan, dan kaki. Tim medis akan merekomendasikan MRA untuk kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Stroke
  • Penyakit jantung, termasuk penyakit jantung kongenital
  • Vaskulitis atau peradangan pada pembuluh darah
  • Aneurisma aorta
  • Penyempitan aorta
  • Aterosklerosis
  • Stenosis arteri renal
  • Penyakit arteri karotis
  • Iskemia arteri mesentrika
  • Hendak mendeteksi malformasi arteri-vena

MRA juga dapat dilakukan untuk membantu dokter bedah memperbaiki pembuluh darah, mengevaluasi arteri selama radioterapi, dan sebagai sarana skrining untuk orang yang memiliki penyakit pada pembuluh darah arteri.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur magnetic resonance angiography?

Tim medis akan menyarankan Anda untuk tidak makan dan minum selama 4-6 jam sebelum prosedur dilakukan. Anda tidak disarankan untuk menjalani MRA apabila sedang hamil, memiliki berat di atas 136 kilogram, menggunakan alat pacu jantung, atau alat dengan bahan metal lainnya.

Pastikan Anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap zat kontras maupun riwayat penyakit ginjal. Bila Anda memiliki riwayat alergi, beritahukan hal tersebut pada tim medis yang merawat.

Anda juga perlu memberitahukan kepada petugas apabila memiliki atau menggunakan beberapa hal di bawah ini:

  • Katup jantung buatan
  • Implant telinga tengah
  • Alat kontrasepsi IUD
  • Alat pemberi insulin atau obat kemoterapi yang ditempelkan di tubuh
  • Sendi buatan
  • Ring di pembuluh darah

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur magnetic resonance angiography?

Saat menjalani MRA, berikut ini beberapa tahap yang akan Anda lewati:

  • Anda akan diminta untuk mengganti baju dengan pakaian yang telah disediakan dan melepaskan seluruh aksesoris berbahan dasar metal.
  • Beberapa pasien juga bisa diberikan bius atau sedasi untuk meredakan perasaan gugup atau ketakutan terhadap ruangan sempit yang disebut klaustrofobi.
  • Anda akan diminta berbaring dan tidak bergerak selama proses pemindaian berjalan, untuk mendapatkan gambaran dengan kualitas yang baik.
  • Bila diperlukan, tim medis akan menginjeksikan zat kontras ke dalam pembuluh darah di lengan Anda sebelum pemeriksaan dimulai. Ini untuk membantu menghasilkan gambaran lebih jelas.
  • Setelah Anda berbaring di meja periksa, meja periksa akan bergerak ke dalam mesin.
  • Di dalam mesin ini, medan magnet dan gelombang radio akan mengelilingi tubuh Anda.
  • Sinyal gelombang radio tersebut akan dideteksi oleh mesin MRA dan diproses oleh komputer untuk mendapatkan gambaran MRA. Prosedur ini memakan waktu selama 30-60 menit dan selama prosedur ini dilakukan, Anda dapat berkomunikasi dengan tim medis melalui speaker yang tersedia.

Hasil apa yang didapatkan dari magnetic resonance angiography?

Hasil MRA akan dikirim ke dokter radiologi untuk pembacaan dan analisis. Selanjutnya, dokter radiologi akan mengirimkan hasil tersebut ke dokter yang merawat Anda.

Hasil MRA dikatakan normal apabila tidak terlihat adanya penyumbatan ataupun ketidakteraturan di pembuluh darah. Sementara jika ada pola pembuluh darah yang tidak normal, mungkin ini menandakan bahwa Anda mengalami pengerasan pembuluh darah yang disebut aterosklerosis atau gangguan pembuluh darah lainnya.

Apabila dari pemeriksaan ditemukan hasil yang tidak normal, dokter akan menyarankan Anda melakukan pemeriksaan lanjutan atau memulai perawatan untuk mengatasinya.

Apa saja risiko dari prosedur magnetic resonance angiography?

Prosedur MRA merupakan tindakan medis yang relatif aman karena tidak menggunakan radiasi seperti rontgen. Risiko MRA akibat penggunaan zat kontras dan sedasi antara lain:

  • Mual
  • Flushing
  • Nyeri kepala
  • Reaksi alergi

Kondisi mula dan sakit kepala bisa reda dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus dokter mungkin akan memberikan obat untuk meredakannya. Sedangkan apabila ada reaksi alergi seperti sesak napas, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan.

pembuluh darahpenyumbatan pembuluh darahstroke

Healthline. https://www.healthline.com/health/magnetic-resonance-angiography
Diakses pada 25 Maret 2020

Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=angiomr
Diakses pada 25 Maret 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/magnetic-resonance-angiography-mra
Diakses pada 6 Juli 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email