Sedot Lemak (Liposuction)

28 Nov 2021|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perut termasuk bagian tubuh yang umum menjadi pilihan untuk menjalani sedot lemak atau liposuctionSedot lemak atau liposuction sering dilakukan pada bagian perut

Apa itu sedot lemak (liposuction)?

Sedot lemak (liposuction) adalah prosedur bedah untuk menghilangkan timbunan lemak berlebih di tubuh. 

Umumnya, liposuction dilakukan untuk tujuan estetika, yakni memperindah bagian tubuh tertentu. Sering kali, sedot lemak tidak digunakan untuk mengatasi obesitas atau kelebihan berat badan.   

Liposuction dapat dilakukan pada berbagai area tubuh yang memiliki kelebihan lemak, namun paling sering dilakukan di bagian tubuh berikut:

  • Perut 
  • Lengan atas
  • Bokong
  • Betis
  • Pergelangan kaki
  • Dada
  • Punggung
  • Pinggang
  • Paha
  • Dagu
  • Leher

Anda bisa berkunjung ke dokter bedah plastik atau dermatologis untuk melakukan prosedur ini. 

 

Indikasi sedot lemak (liposuction)

Sedot lemak dapat dilakukan untuk berbagai tujuan seperti:

  • Menyingkirkan lemak yang tidak hilang setelah berolahraga dan menjalani diet.
  • Menghilangkan double chin, bagian pinggul yang terlihat bergelambir, pipi tembem, atau berbagai tonjolan lemak di area tubuh lainnya.
  • Menciptakan jarak antar paha agar kaki terlihat lebih jenjang dengan melakukan sedot lemak paha. 

Selain tujuan estetika, sedot lemak juga mungkin saja digunakan untuk mengecilkan payudara atau pengobatan pada beberapa kondisi medis, seperti:

Perlu diingat, sedot lemak tidak digunakan sebagai pengganti olahraga dan diet, mengobati obesitas, selulit atau kulit kendur.



Jenis-jenis sedot lemak

Prosedur sedot lemak umumnya dilakukan dengan alat berbentuk tabung tipis bernama kanula yang dihubungkan ke alat penyedot atau pengisap untuk menyingkirkan lemak. Untuk melakukannya, ada beberapa jenis liposuction yang mungkin dilakukan.

1. Tumescent liposuction

Tumescent liposuction adalah teknik sedot lemak yang paling umum digunakan. Pada prosedur ini, dokter akan menyuntikkan larutan tumescent steril yang mengandung saline (larutan air garam), lidocaine, dan epinefrin ke area lemak akan diambil. 

Dengan menggunakan larutan tersebut, proses penyedotan lemak akan lebih mudah dilakukan. Tak hanya itu, cairan saline tersebut juga dapat mengurangi rasa nyeri saat proses menyedot lemak karena mengandung anestesi dan meminimalisir perdarahan.

2. Ultrasound-assisted liposuction (UAL)

UAL menggunakan batang logam yang dapat memancarkan energi ultrasonik. Lempengan logam ini akan dimasukkan ke bawah kulit. 

Nantinya, gelombang suara yang dipancarkan akan menghancurkan dinding sel lemak. Lemak kemudian akan mencair sehingga dapat disedot dengan lebih mudah dan cepat. 

Jenis sedot lemak ini terkadang digunakan bersamaan dengan sedot lemak tumescent. Generasi baru UAL yang disebut sedot lemak berbantuan VASER memiliki kelebihan lain, yakni  dapat memperbaiki kontur kulit dan mengurangi kemungkinan cedera pada kulit.

3. Laser-assisted liposuction (LAL)

Teknik sedot lemak ini dilakukan dengan serat laser berintensitas tinggi yang dimasukkan melalui sayatan kecil di kulit. 

Nantinya, laser tersebut akan menghasilkan energi yang dapat mencairkan lemak. Timbunan lemak yang telah mencair kemudian akan dikeluarkan melalui kanula.

4. Suction assisted liposuction 

Metode liposuction ini menggunakan alat vakum yang dimasukkan melalui sayatan kecil di area yang ditargetkan. Alat ini dapat memberikan tekanan yang mengarahkan kanula dan menyedot lemak dengan lebih cepat.  

5. Power assisted liposuction (PAL)

Sedot lemak PAL menggunakan alat yang membantu kanula bergerak dengan lebih cepat. Getaran yang dihasilkan dari alat ini dapat mengeluarkan lemak yang keras dengan lebih mudah, presisi, dan cepat. 

Selain itu, teknik ini juga dipilih karena rasa sakit dan pembengkakan yang dihasilkan juga lebih minim. Biasanya, sedot lemak dengan PAL direkomendasikan jika lemak yang harus dihilangkan berjumlah banyak atau pada pasien yang pernah menjalani prosedur sedot lemak sebelumnya.

Siapa saja yang boleh melakukan liposuction?

Tidak semua orang boleh melakukan liposuction. Ada beberapa syarat untuk menjalani sedot lemak, yaitu:

  • Berusia 18 tahun ke atas.
  • Memiliki berat badan tidak tidak lebih dari 30% berat badan ideal.
  • Sudah menjalani perubahan gaya hidup untuk mengatasi masalah penumpukan lemak, tapi tidak berhasil
  • Memiliki kulit kencang, elastis, dan otot yang baik sehingga kulit dapat mengikuti bentuk yang dibuat saat operasi.
  • Tidak merokok.
  • Memiliki kondisi fisik yang baik dan sehat  secara keseluruhan.

Prosedur sedot lemak tidak dianjurkan pada pasien yang mengidap gangguan sirkulasi dan aliran darah, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa saja persiapan untuk menjalani sedot lemak?

Sebelum operasi dilakukan, dokter akan mendiskusikan riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengevaluasi keadaan psikologis Anda. Anda juga disarankan untuk meminta keluarga atau teman agar bisa mendampingi Anda selama konsultasi dan prosedur.

Beberapa kondisi medis yang perlu diperiksa dan dikendalikan sebelum liposuction meliputi:

  • Riwayat penyakit jantung, seperti serangan jantung
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan
  • Masalah pernapasan
  • Alergi, seperti asma
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang

Satu hari sebelum liposuction, Anda akan diminta melakukan tes darah dan urine. Tujuannya untuk menyingkirkan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. 

Dokter juga akan merekomendasikan beberapa hal di bawah ini:

  • Menghentikan konsumsi aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) setidaknya dua minggu sebelum operasi.
  • Meminta pasien wanita untuk menghentikan penggunaan pil kontrasepsi.
  • Meminta pasien dengan anemia dapat mengonsumsi suplemen zat besi

Pasien kemudian akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan operasi. Formulir ini menandakan pasien telah memahami risiko, keuntungan, dan adanya alternatif prosedur lain.

Bagaimana prosedur sedot lemak dilakukan?

Secara umum, prosedur liposuction meliputi:

  • Dokter bedah akan mempersiapkan area tubuh yang akan dioperasi.
  • Pasien akan dibius dengan obat bius lokal maupun total.
  • Dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan larutan tumescent,  logam yang memancarkan gelombang suara, atau laser ke dalam kulit.
  • Lemak akan disedot melalui selang pengisap dengan mesin vakum atau syringe. 
  • Beberapa sayatan di berbagai lokasi diperlukan agar dokter dapat melakukan prosedur ini di banyak tempat guna menghasilkan bentuk terbaik.
  • Setelah lemak diangkat, selang drainase akan dimasukkan ke dalam area tubuh tersebut guna menyingkirkan darah dan cairan yang biasanya akan menumpuk pada beberapa hari pascaoperasi.
  • Pasien yang kehilangan banyak darah atau cairan selama operasi memerlukan terapi pengganti cairan (infus). Meski sangat jarang, transfusi darah juga mungkin diperlukan.
  • Pakaian kompresi khusus bisa digunakan pada pasien. Pakailah alat ini sesuai dengan instruksi dari dokter.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah sedot lemak?

Setelah prosedur, pasien bisa langsung pulang ke rumah atau diminta untuk menginap di rumah sakit. Pilihan perawatan ini tergantung pada jenis liposuction yang dilakukan.

Dokter bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Meminta pasien untuk mengenakan pakaian kompresi khusus sekitar 1-2 bulan setelah operasi. Langkah ini bertujuan mengendalikan bengkak.
  • Meresepkan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Memar, bengkak, dan nyeri mungkin akan dialami oleh pasien selama beberapa minggu pascaprosedur sedot lemak.

Secara umum, pasien dapat kembali beraktivitas normal pada dua minggu setelah menjalani sedot lemak.

Apa saja komplikasi dan efek samping sedot lemak?

Komplikasi dan efek samping yang dapat timbul terkait prosedur ini meliputi:

  • Syok. Kondisi ini biasanya karena cairan yang diberikan tidak cukup untuk menyeimbangkan cairan yang telah hilang selama operasi.
  • Kelebihan cairan.
  • Infeksi, khususnya pada lokasi operasi.
  • Pendarahan atau terbentuknya gumpalan darah.
  • Emboli lemak, yaitu gumpalan lemak yang menyumbat pembuluh darah.
  • Kerusakan saraf, kulit, atau jaringan karena terbakar oleh panas atau alat selama prosedur liposuction.
  • Lemak yang diangkat tidak simetris.
  • Adanya cekungan di kulit atau masalah bentuk tubuh.
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan atau overdosis lidocaine yang digunakan dalam prosedur.
  • Munculnya bekas luka atau kulit berkerut, terutama pada pasien lanjut usia.

Berapa biaya sedot lemak?

Biaya sedot lemak dapat bervariasi tergantung dari seberapa luas area yang ditargetkan dan fasilitas kesehatan yang menyediakan tindakan ini. Harga sedot lemak perut tentu akan lebih besar dari liposuction di leher, karena areanya lebih luas.

Sebagai gambaran, harga sedot lemak di RS swasta dimulai dari Rp7.000.000 hingga Rp80.000.000. Anda juga harus mempersiapkan dana tambahan untuk keperluan lain yang mungkin dibutuhkan seperti rawat inap, anestesi, obat-obatan, atau tindakan untuk menanggulangi risiko komplikasi yang mungkin saja terjadi. 

Mengingat sedot lemak termasuk ke salah satu tindakan medis untuk estetika, asuransi biasanya tidak menanggungnya.

menurunkan berat badankegemukankelebihan berat badan

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liposuction/about/pac-20384586
Diakses pada 22 November 2021


Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002985.htm
Diakses pada 22 November 2021


WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedure-liposuction#1
Diakses pada 26 Februari 2020


Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180450.php#operation
Diakses pada 22 November 2021


Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1272747-overview
Diakses pada 22 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email