Sedot Lemak (Liposuction)

28 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perut termasuk bagian tubuh yang umum menjadi pilihan untuk menjalani sedot lemak atau liposuctionSedot lemak atau liposuction sering dilakukan pada bagian perut

Apa itu sedot lemak (liposuction)?

Liposuction atau yang lebih dikenal dengan sedot lemak adalah prosedur bedah yang bertujuan menghilangkan lemak dari area-area tertentu pada tubuh. Misalnya, perut, pinggang, paha, bokong, lengan, atau leher. Operasi ini juga dapat memperindah bentuk tubuh.
Prosedur yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik ini paling baik dijalani oleh orang dengan berat badan normal serta memiliki kulit yang kencang dan elastis. Pasien  juga harus dalam keadaan sehat dan tidak merokok.Secara umum, prosedur sedot lemak menggunakan alat berbentuk tabung tipis bernama kanula. Alat ini dihubungkan ke alat penyedot atau pengisap untuk menyingkirkan lemak dari dalam tubuh.Terdapat beberapa jenis liposusction berdasarkan teknik menghancurkan lemaknya. Berikut penjelasannya:
  • Tumescent liposuction

Melalui teknik sedot lemak yang paling umum digunakan ini, dokter akan menyuntikkan larutan tumescent steril ke area lemak akan diambil. Larutan tumescent mengandung saline (larutan air garam) yang dicampur dengan lidocaine dan epinefrin.Dengan menggunakan larutan tersebut, proses penyedotan lemak akan lebih mudah dilakukan. Nyeri serta pendarahannya juga bisa lebih sedikit.
  • Ultrasound-assisted liposuction (UAL)

UAL menggunakan gelombang suara di bawah kulit untuk menghancurkan dinding sel lemak. Lemak kemudian akan mencair sehingga dapat disedot.
  • Laser-assisted liposuction

Teknik ini dilakukan dengan laser untuk menghasilkan energi yang dapat mencairkan lemak.

Kenapa sedot lemak diperlukan?

Sedot lemak dibutuhkan untuk menyingkirkan lemak dari area tubuh tertentu yang tidak merespons terhadap diet dan olahraga. Misalnya pada:
  • Perut
  • Lengan atas
  • Bokong
  • Betis
  • Pergelangan kaki
  • Dada
  • Punggung
  • Pinggang
  • Paha
  • Dagu
  • Leher
Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mengecilkan payudara atau sebagai pengobatan kondisi ginekomastia, yakni pembengkakan jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria.

Siapa yang membutuhkan sedot lemak?

Liposuction umumnya disarankan untuk orang dengan kondisi sehat yang:
  • Sudah menerapkan perubahan gaya hidup untuk mengatasi masalah penumpukan lemak, namun tidak berhasil. Prosedur ini dapat membantu dalam mengurangi lemak pada orang yang resistan terhadap olahraga maupun
  • Memiliki kulit elastis, sehingga kulit dapat mengikuti bentuk yang dibuat saat operasi.
  • Berusia 18 tahun ke atas.

Siapa yang tidak boleh menjalani sedot lemak?

Prosedur sedot lemak sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang:
  • Mengidap gangguan sirkulasi dan aliran darah, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa saja persiapan untuk menjalani sedot lemak?

Sebelum operasi dilakukan, dokter akan mendiskusikan riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan mengevaluasi keadaan psikologis Anda. Anda juga disarankan untuk meminta keluarga atau teman agar bisa mendampingi Anda selama konsultasi dan prosedur.Beberapa kondisi medis yang perlu diperiksa dan dikendalikan sebelum liposuction meliputi:
  • Riwayat penyakit jantung, seperti serangan jantung
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan
  • Masalah pernapasan
  • Alergi, seperti asma
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
Satu hari sebelum liposuction, tes darah dan urine akan dilakukan. Langkah ini bertujuan menyingkirkan komplikasi yang mungkin terjadi. Dokter juga akan merekomendasikan beberapa hal di bawah ini:
  • Menghentikan konsumsi aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) setidaknya dua minggu sebelum operasi.
  • Meminta pasien wanita untuk menghentikan penggunaan pil kontrasepsi.
  • Meminta pasien dengan anemia dapat mengonsumsi suplemen zat
Pasien kemudian akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan operasi. Formulir ini menandakan pasien telah memahami risiko, keuntungan, dan adanya alternatif prosedur lain.

Bagaimana prosedur sedot lemak dilakukan?

Secara umum, prosedur liposuction meliputi:
  • Dokter bedah akan mempersiapkan area tubuh yang akan dioperasi.
  • Pasien akan dibius dengan obat bius lokal maupun total.
  • Dokter akan membuat sayatan kecil untuk memasukkan larutan tumescent ke dalam kulit.
  • Setelah larutan bekerja, lemak akan disedot melalui selang pengisap dengan mesin vakum atau syringe berukuran
  • Beberapa sayatan di berbagai lokasi diperlukan agar dokter dapat melakukan prosedur ini di banyak tempat guna menghasilkan bentuk terbaik.
  • Setelah lemak diangkat, selang drainase akan dimasukkan ke dalam area tubuh tersebut guna menyingkirkan darah dan cairan yang biasanya akan menumpuk pada beberapa hari pasca
  • Pasien yang kehilangan banyak darah atau cairan selama operasi memerlukan terapi pengganti cairan (infus). Meski sangat jarang, transfusi darah juga mungkin diperlukan.
  • Pakaian kompresi khusus bisa digunakan pada pasien. Pakailah alat ini sesuai dengan instruksi dari dokter.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah sedot lemak?

Setelah prosedur, pasien bisa langsung pulang ke rumah atau diminta untuk menginap di rumah sakit. Pilihan perawatan ini tergantung pada jenis liposuction yang dilakukan.Dokter bisa melakukan beberapa langkah berikut:
  • Meminta pasien untuk mengenakan pakaian kompresi khusus sekitar 1-2 bulan setelah operasi. Langkah ini bertujuan mengendalikan bengkak.
  • Meresepkan obat antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.
Memar, bengkak, dan nyeri mungkin akan dialami oleh pasien selama beberapa minggu pascaprosedur sedot lemak.Secara umum, pasien dapat kembali beraktivitas normal pada dua minggu setelah menjalani sedot lemak.

Apa saja komplikasi sedot lemak?

Komplikasi yang dapat timbul terkait prosedur ini meliputi:
  • Syok. Kondisi ini biasanya karena cairan yang diberikan tidak cukup untuk menyeimbangkan cairan yang telah hilang selama operasi.
  • Kelebihan cairan.
  • Infeksi, khususnya pada lokasi operasi.
  • Pendarahan atau terbentuknya gumpalan darah.
  • Emboli lemak, yaitu gumpalan lemak yang menyumbat pembuluh darah.
  • Kerusakan saraf, kulit, atau jaringan karena terbakar oleh panas atau alat selama prosedur liposuction.
  • Lemak yang diangkat tidak simetris.
  • Adanya cekungan di kulit atau masalah bentuk tubuh.
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan atau overdosis lidocaine yang digunakan dalam prosedur.
  • Munculnya bekas luka atau kulit berkerut, terutama pada pasien lanjut usia.
menurunkan berat badankegemukankelebihan berat badan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liposuction/about/pac-20384586
Diakses pada 26 Februari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002985.htm
Diakses pada 26 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedure-liposuction#1
Diakses pada 26 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180450.php#operation
Diakses pada 26 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email