Laser resurfacing bisa memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
Laser resurfacing mampu mengatasi kerutan pada wajah.

Apa itu prosedur laser resurfacing?

Laser resurfacing adalah prosedur rejuvenasi kulit wajah yang menggunakan laser dengan tujuan untuk memperbaiki penampilan wajah atau mengatasi gangguan minor pada kulit wajah.

Mengapa prosedur laser resurfacing perlu dilakukan?

Prosedur laser resurfacing dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi pada wajah, seperti:

  • Kerutan atau keriput halus
  • Bintik atau bercak akibat penuaan (age spots)
  • Warna kulit atau tekstur kulit yang tidak rata
  • Kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari
  • Jaringan parut yang disebabkan oleh jerawat

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur laser resurfacing?

Prosedur laser resurfacing tidak diperuntukkan semua orang, terutama yang memiliki kondisi seperti di bawah ini:

  • Menggunakan obat isotretinoin dalam satu tahun terakhir
  • Memiliki penyakit autoimun atau gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Memiliki kecenderungan untuk terbentuknya jaringan parut
  • Memiliki riwayat radioterapi pada wajah
  • Rentan terhadap infeksi herpes
  • Memiliki warna kulit yang gelap
  • Sedang hamil atau menyusui

Pastikan Anda tidak memiliki kondisi-kondisi di atas sebelum menjalani prosedur laser resurfacing.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur laser resurfacing?

Sebelum melakukan prosedur laser resurfacing tim medis akan melakukan dan memberikan instrukti terkait hal-hal di bawah ini:

  • Menanyakan riwayat kesehatan Anda
  • Melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada area kulit sasaran laser resurfacing
  • Mendiskusikan harapan Anda dan risiko yang dapat terjadi pada saat laser resurfacing dilakukan
  • Merekomendasikan konsumsi obat antivirus untuk mencegah komplikasi, terutama bila Anda memiliki riwayat infeksi herpes
  • Meminta Anda menghindari paparan sinar matahari tanpa menggunakan perlindungan kulit
  • Meminta Anda berhenti merokok setidaknya 2 minggu sebelum dan sesudah prosedur dilakukan (jika Anda merokok)
  • Meminta Anda tidak mengonsumsi obat atau suplemen yang mengganggu pembekuan darah seperti aspirin, ibuprofen, dan vitamin E 10 hari sebelum prosedur dilakukan.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur laser resurfacing?

Tim medis akan memberikan obat anestesi untuk memberikan rasa baal pada kulit atau memberikan sedasi untuk menenangkan Anda selama prosedur dilakukan. Prosedur laser resurfacing dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu ablative laser dan non-ablative laser.

  • Ablative laser dilakukan dengan mengelupas lapisan kulit terluar yang tipis (epidermis) dan memberikan panas pada kulit bagian dermis, yang menstimulasi pertumbuhan jaringan kolagen baru. Prosedur ini dapat dilakukan dengan menggunakan laser kabron dioksida (CO2) atau laser erbium. Tindakan tersebut umumnya memakan waktu kurang lebih 30 menit-2 jam.
  • Non-ablative laser, yang bertujuan menstimulasi pertumbuhan kolagen, dilakukan menggunakan beberapa jenis laser atau intense pulsed light (IPL). Prosedur ini tidak invasif, dibandingkan prosedur ablative laser. Namun, metode ini kurang efektif dan membutuhkan pengulangan rutin yang terjadwal selama beberapa minggu atau bulan.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur laser resurfacing?

Setelah prosedur laser resurfacing selesai, kulit menjadi bengkak dan terasa gatal. Tim medis akan mengoleskan salep atau gel dengan tebal untuk mengobati kulit tersebut, dan menutup kulit dengan perban berbahan dasar air. Bila perlu, Anda akan mendapatkan obat-obatan antinyeri dan kompres dingin.

Kulit akan kembali seperti semula dalam waktu 1-2 minggu. Selama proses penyembuhan, hindari produk kecantikan yang dapat mengiritasi wajah maupun aktivitas yang dapat memicu timbulnya infeksi pada wajah seperti berenang.

Hasil apa yang didapatkan dari laser resurfacing?

Setelah prosedur laser resurfacing dilakukan, kulit akan berubah menjadi merah atau merah muda selama beberapa bulan. Ketika kulit yang mengalami laser resurfacing sudah mulai menyembuh, Anda akan merasakan perubahan dan penampilan kulit. Efek ini dapat bertahan hingga beberapa tahun.

Apa saja risiko dari prosedur laser resurfacing?

Beberapa efek samping dapat terjadi pada saat menjalani prosedur laser resurfacing, antara lain:

  • Kulit menjadi merah, bengkak, dan gatal
  • Timbul jerawat
  • Infeksi, terutama infeksi virus herpes
  • Perubahan warna kulit yang mendapatkan perawatan
  • Timbulnya jaringan parut
  • Ektropion atau kelopak mata yang terlipat keluar

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/laser-resurfacing/about/pac-20385114
Diakses pada 17 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/laser-resurfacing#1
Diakses pada 17 Maret 2020

Artikel Terkait

Jerawat di telinga dapat diatasi dengan benzoil peroksida

Penyebab Jerawat di Telinga dan Berbagai Cara Mengatasinya

Jerawat di telinga umumnya muncul di daun telinga atau saluran telinga luar. Kondisi ini terkadang bisa terasa sangat tak nyaman dan menyakitkan. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?