Laringoskopi menggunakan alat langiroskop untuk memeriksa kotak suara
Alat laringoskop akan digunakan dalam prosedur laringoskopi

Apa itu laringoskopi?

Laringoskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kotak suara (laring), pita suara, dan struktur lain di belakang tenggorokan.

Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menentukan penyebab dari gejala yang dialami pasien. Misalnya, perubahan suara, gangguan pernapasan, nyeri tenggorokan, sakit telinga, sulit menelan, dan sumbatan jalan napas.

Terdapat tiga jenis laringoskopi berdasarkan prosedurnya, yaitu laringoskopi indirek, laringoskopi fleksibel (direct fiber-optic laryngoscopy), dan laringoskopi direk. Prosedur ini biasanya akan dilakukan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Kenapa laringoskopi diperlukan?

Dokter akan menyarankan laringoskopi untuk:

  • Mendiagnosis batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri tenggorokan, batuk berdarah, suara serak, atau napas berbau tidak sedap
  • Memeriksa adanya tanda-tanda peradangan, seperti bengkak dan iritasi
  • Memeriksa kemungkinan sumbatan atau penyempitan tenggorokan
  • Mengeluarkan benda asing dari tenggorokan
  • Mengidentifikasi atau mengambil sampel jaringan maupun benjolan tumor di tenggorokan maupun pita suara
  • Mendiagnosis gangguan menelan
  • Mendiagnosis kemungkinan kanker
  • Mengevaluasi penyebab nyeri telinga yang tak kunjung sembuh
  • Mendiagnosis kelainan suara, seperti suara serak yang terjadi selama 3 minggu

Apa saja persiapan untuk menjalani laringoskopi?

Sebelum pemeriksaan laringoskopi dilakukan, dokter mungkin akan meminta pasien melakukan rontgen atau tes pencitraan lain. Misalnya, CT scan.

Pada pasien yang direncanakan melakukan laringoskopi di bawah pengaruh obat bius umum, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa sebelum prosedur.

Pasien juga akan diminta untuk menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu setidaknya seminggu sebelum laringoskopi. Jangan pula juga untuk menginformasikan pada dokter terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Bagaimana prosedur laringoskopi dilakukan?

Prosedur laringoskopi bervariasi tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasannya:

1. Laringoskopi indirek

Pada laringoskopi indirek, dokter akan memakai cermin kecil bertangkai panjang, yang menyerupai cermin pada pemeriksaan gigi. Alat ini digunakan untuk melihat laring pasien.

Pemeriksaan sederhana ini biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit dengan prosedur yang meliputi:

  • Pasien diminta untuk duduk di kursi pemeriksaan
  • Dokter mungkin akan menyemprotkan obat bius lokal ke dalam tenggorokan supaya pasien merasa nyaman selama pemeriksaan
  • Dokter akan meletakkan cermin di langit-langit mulut
  • Dokter akan menyinari mulut pasien dan melihat pantulan laring dari cermin

2. Laringoskopi fleksibel (direct fiber-optic laryngoscopy)

Pada laringoskopi fleksibel, dokter akan menggunakan alat bernama laringoskop fleksibel dengan teropong di ujungnya.

Laringoskop fleksibel berbentuk seperti kabel tipis panjang yang akan dimasukkan ke dalam hidung hingga mencapai laring. Kemudian, dokter akan melihat kondisi laring pasien.

Dokter akan memberikan obat bius lokal pada hidung pasien sebelum laringoskop dimasukkan. Pada beberapa pasien, obat dekongestan juga akan diberikan untuk memperlebar lubang hidung. Pemeriksaan ini biasanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.

3. Laringoskopi direk

Pada prosedur laringoskopi direk, dokter akan menggunakan laringoskop untuk mendorong lidah ke bawah dan mengangkat epiglotis. Epiglotis adalah selaput dekat pita suara yang akan membuka ketika seseorang bernapas dan menutup ketika seseorang menelan.

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sekitar 45 menit. Pasien akan diberi obat bius total sehingga akan tertidur selama prosedur.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah laringoskopi?

Pasien yang diberi obat bius umum sebelum pemeriksaan perlu beristirahat dan tidak berkendara selama dua jam hingga efek obat hilang.

edangkan pasien yang diberi obat bius lokal tidak diperbolehkan makan atau minum hingga efek obat hilang dan tenggorokan tidak lagi mati rasa. Efek obat bius lokal biasanya akan menghilang dalam 30 menit.

Apa saja komplikasi laringoskopi?

Secara umum, laringoskopi merupakan prosedur yang aman. Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh laringoskopi meliputi:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Pendarahan pada tenggorokan
  • Infeksi
  • Suara serak
  • Mimisan
  • Perlukaan di bibir, lidah, dan dinding dalam tenggorokan

Healthline. https://www.healthline.com/health/laryngoscopy
Diakses pada 23 Maret 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/laryngoscopy.html
Diakses pada 23 4 Maret 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/laryngoscopy.html
Diakses pada 23 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/what-is-laryngoscopy#1
Diakses pada 23 Maret 2020

Artikel Terkait

Penggunaan pita suara berlebihan menjadi penyebab suara hilang dan suara serak

Belajar dari Raffi Ahmad, Waspadai Penyebab Radang Tenggorokan pada Pita Suara

Infeksi tenggorokan yang menyebabkan masalah pada pita suara tidak boleh dianggap remeh. Salah satu contohnya adalah pada kasus Raffi Ahmad. Penggunaan pita suara berlebihan menjadi penyebab suara hilang dan suara serak, yang dapat berdampak buruk pada pita suara itu sendiri.