Kolonoskopi Virtual

19 Apr 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kolonoskopi virtual bisa mendeteksi kanker usus besar.Kolonoskopi virtual dilakukan tanpa pembedahan.

Apa itu prosedur kolonoskopi virtual?

Kolonoskopi virtual adalah pemeriksaan non-invasif (tanpa pembedahan) yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker pada usus besar. Prosedur ini juga dikenal sebagai skrining CT kolonografi.
Berbeda dari kolonoskopi biasa, yang dilakukan dengan cara memasukkan teleskop fleksibel ke anus, kolonoskopi virtual memanfaatkan teknologi CT scan. Proses tersebut akan menghasilkan ratusan gambar organ perut.Gambar-gambar tersebut kemudian akan digabungkan dan dimanipulasi secara digital untuk memberikan tampilan detail dari bagian dalam usus besar dan dubur, Dokter akan mendiskusikan dengan Anda mengenai pilihan pemeriksaan usus besar yang tepat.

Mengapa prosedur kolonoskopi virtual perlu dilakukan?

Dokter akan merekomendasikan kolonoskopi virtual jika Anda memiliki kondisi berikut ini:
  • Tidak ingin menjalani kolonoskopi biasa
  • Berisiko mengalami komplikasi dari kolonoskopi biasa, seperti perdarahan berlebih karena darah tidak bisa menggumpal secara normal
  • Mengalami obstruksi atau penyumbatan pada usus
Sebaliknya, dokter tidak akan menyarankan kolonoskopi virtual jika Anda:
  • Memiliki riwayat kanker usus besar atau memiliki gumpalan jaringan abnormal (polip) di usus besar
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar atau polip usus besar
  • Memiliki penyakit radang usus kronis (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa)
  • Memiliki divertikulitis akut
Penelitian telah menunjukkan bahwa kolonoskopi virtual mampu mendeteksi kanker dan sebagian besar jenis polip yang mirip dengan kolonoskopi biasa. Beberapa polip, termasuk yang kecil, kemungkinan akan tetap terdeteksi dengan kolonoskopi virtual.Karena kolonoskopi virtual melibatkan pemindaian di seluruh area perut dan panggul, masalah lain selain yang terdapat di usus besar, seperti kelainan pada ginjal, hati atau pankreas bisa saja ikut terdeteksi. Karenanya, cakupan deteksi prosedur ini bisa dianggap lebih luas dari kolonoskopi biasa.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur kolonoskopi virtual?

Sebelum menjalani kolonoskopi virtual, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, seperti berikut ini:
  • Tanyakan kepada penyedia asuransi Anda mengenai jaminan terhadap tindakan ini, karena tidak semua asuransi mau menerima klaim untuk Tindakan medis tersebut.
  • Berpuasalah sebelum melakukan kolonoskopi virtual. Anda harus mengosongkan usus besar karena setiap sisa pencernaan di usus besar dapat mengaburkan gambar yang diambil selama tindakan berlangsung.
  • Untuk mengosongkan usus besar, ikuti instruksi dokter dengan hati-hati.
    Anda mungkin diminta untuk:
  • Mengikuti diet khusus sehari sebelum tindakan. Biasanya, Anda akan diminta berpuasa pada hari tindakan dilakukan. Mengonsumsi minuman masih diperbolehkan. Jadi, minumlah apa pun, di malam sebelum tindakan.
  • Mengonsumsi obat pencahar di malam hari sebelum tindakan dilakukan. Anda juga mungkin perlu menggunakan supositoria untuk membersihkan residu yang tersisa di usus besar.
  • Mengonsumsi obat untuk mengidentifikasi feses di usus besar Anda. Obat akan membantu dokter membedakan antara kelainan usus besar dan residu tinja.
  • Menyesuaikan obat yang biasa Anda minum. Ingatkan dokter tentang obat-obatan yang Anda biasa minum setidaknya satu minggu sebelum tindakan. Beberapa hari atau jam sebelum tindakan, Anda mungkin diminta untuk berhenti minum obat tersebut.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur kolonoskopi virtual?

Rangkaian prosedur kolonoskopi virtual terdiri dari tahapan berikut ini.

1. Selama prosedur berlangsung

  • Anda akan diminta mengenakan gaun operasi. Obat bius biasanya tidak diperlukan, tetapi Anda mungkin diberikan obat untuk menenangkan usus.
  • Selanjutnya dokter akan meminta Anda berbaring miring dengan lutut ditarik ke arah dada.
  • Lalu dokter akan menempatkan tabung kecil (kateter) di dalam rektum Anda untuk mengisi usus besar dengan udara atau karbon dioksida. Udara atau gas membantu menangkap gambar susu besar dengan jelas.
  • Setelah itu, Anda akan diminta berbaring terlentang. Meja periksa akan dipindahkan ke mesin CT, dan tubuh Anda akan dipindai. Kemudian Anda akan berbalik untuk berbaring di perut atau sisi badan dan setelahnya, tubuh Anda akan dipindai lagi.
  • Anda mungkin diminta memutar tubuh dalam berbagai posisi lain, serta menahan napas sesekali.
Kolonoskopi virtual biasanya memakan waktu sekitar 10-15 menit.

2. Setelah prosedur berakhir

Anda dapat melanjutkan aktivitas setelah kolonoskopi virtual selesai. Anda mungkin akan merasa kembung atau mengeluarkan gas selama beberapa jam setelah tindakan. Hal ini terjadi karena usus besar sedang berusaha mengeluarkan gas yang berada di dalamnya.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur kolonoskopi virtual?

Prosedur kolonoskopi virtual bisa memperlihatkan hasil negatif, positif, atau hasil lainnya. Berikut ini penjelasannya.

1. Negatif

Dokter tidak menemukan kelainan pada usus besar. Dokter dapat merekomendasikan untuk mengulang tindakan dalam 5 tahun.

2. Positif

Gambar dari kolonoskopi virtual menunjukkan polip atau jaringan abnormal lain di usus besar. Dokter dapat merekomendasikan kolonoskopi konvensional untuk mendapatkan sampel jaringan abnormal atau menghilangkan polip. Dalam beberapa kasus, kolonoskopi biasa atau penghapusan polip dapat dilakukan pada hari yang sama dengan kolonoskopi virtual.

3. Hasil lain

Alat kolonoskopi virtual mendeteksi masalah di luar usus besar, seperti di ginjal, hati atau pankreas Dokter mungkin merekomendasikan tes tambahan untuk menentukan penyebabnya.

Apa risiko dari prosedur kolonoskopi virtual?

Kolonoskopi virtual umumnya aman. Namun tetap ada risiko berupa:
  • Perforasi atau lubang pada dinding usus besar atau rektum:

    Sebab, usus besar dan rektum dipompa dengan udara atau karbon dioksida selama tes berlangusng, yang menyebabkan perforasi.
  • Paparan radiasi tingkat rendah:

    Kolonoskopi virtual dilakukan dengan radiasi dosis kecil untuk menangkap gambar usus besar dan anus. Dokter menggunakan dosis radiasi serendah mungkin untuk membuat gambar yang jelas. Umumnya jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah paparan radiasi alami selama 2 tahun yang terjadi tanpa disengaja.
ususinfeksi ususkanker usus besarpolip ususradang ususobstruksi usus
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27304597
Diakses pada 16 April 2020
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1727417/
Diakses pada 16 April 2020
Gastrojournal
https://www.gastrojournal.org/article/S0016-5085(96)00037-6/abstract
Diakses pada 16 April 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/virtual-colonoscopy/about/pac-20385156
Diakses pada 16 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email