Kifoplasti

Apa itu kifoplasti?

Kifoplasti adalah operasi untuk mengatasi patah tulang kompresi pada tulang belakang. Jenis patah tulang ini dapat terjadi karena kondisi seperti osteoporosis atau cedera.

Patah tulang kompresi bisa memicu nyeri dan kesulitan bergerak. Pasalnya, patah tulang ini menyebabkan fragmen tulang saling bergesekan.

Pada kifoplasti, dokter akan memasukkan dan mengembangkan balon untuk membuat celah pada tulang belakang. Melalui celah ini, bahan semen akrilik khusus untuk tulang akan disuntikkan oleh dokter.

Dengan memasukkan balon terlebih dulu, lengkungan tulang belakang juga dapat diperbaiki guna mengembalikan tinggi badan yang hilang akibat patah tulang punggung.

Prosedur yang menyerupai kifoplasti adalah vertebroplasti. Pada vertebroplasti, dokter langsung menyuntikkan semen pada area patah tulang lewat sayatan pada kulit tanpa mengembangkan balon terlebih dahulu. Baik kifoplasti atau vertebroplasti lebih efektif bila dilakukan dalam dua bulan setelah diagnosis patah tulang.

Kenapa kifoplasti diperlukan?

Kifoplasti dilakukan pada pasien dengan patah tulang belakang jenis kompresi. Patah tulang ini terjadi ketika tulang belakang kolaps dan menimbulkan nyeri punggung hebat, kelainan bentuk (deformitas), dan tinggi badan berkurang.

Kejadian patah tulang belakang jenis kompresi akan meningkat karena faktor-faktor berikut:

  • Usia. seiring bertambahnya usia, risiko patah tulang kompresi di tulang punggung akan turut meningkat
  • Cedera akibat osteoporosis.
  • Cedera karena kecelakaan mobil.
  • Cedera olahraga.
  • Kanker yang tumbuh pada tulang belakang atau menyebar dari bagain tubuh lain.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), pasien dengan patah tulang kompresi akan mengalami pemulihan selama tiga minggu tanpa pengobatan khusus. Pada beberapa kasus, dokter akan merekomendasikan penggunaan brace atau alat penyangga tulang untuk membatasi gerakan pasien sekaligus mempercepat pemulihan.

Pasien dengan nyeri hebat yang tidak merespons terhadap metode pengobatan nonoperatif tersebut, kifoplasti dapat menjadi pilihan penanganan.

Siapa yang membutuhkan kifoplasti?

Kifoplasti efektif bagi pasien dengan kelemahan tulang belakang yang disebabkan oleh kanker atau osteoporosis (pengeroposan tulang) yang menyebabkan kolapsnya tulang belakang. Prosedur ini juga digunakan untuk memperbaiki patah tulang belakang yang baru terjadi.

Siapa yang tidak boleh menjalani kifoplasti?

Prosedur kifoplasti tidak direkomendasikan bagi pasien dengan herniasi cakram tulang belakang, radang sendi tulang belakang (artritis) atau skoliosis (gangguan lengkungan tulang belakang). Prosedur ini juga lebih banyak digunakan pada pasien lanjut usia karena belum diketahuinya efek jangka panjang penggunaan semen bagi pasien muda.

Apa saja persiapan untuk menjalani kifoplasti?

Selama beberapa hari sebelum operasi, dokter akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin. Pasien juga akan diminta untuk tidak makan dan minum selama beberapa jam sebelum operasi. Obat rutin yang diperbolehkan masih dapat dikonsumsi dengan air putih.

Bagaimana prosedur kifoplasti dilakukan?

Dokter bedah dapat melakukan kifoplasti di rumah sakit atau klinik di bawah pengaruh obat bius umum atau lokal. Pada umumnya, prosedur kifoplasti meliputi:

  • Dokter bedah akan memasukkan jarum ke dalam tulang belakang lewat kulit. Dokter akan menggunakan pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X untuk mengarahkan jarum ke lokasi yang tepat.
  • Dokter akan memasukkan alat kecil seperti balon lewat jarum dan ke dalam tulang belakang yang patah.
  • Dokter bedah akan mengembangkan balon tersebut. Hal ini akan membantu mengembalikan tinggi tulang belakang.
  • Ketika dokter bedah mengangkat balon tersebut, akan menghasilkan sebuah celah yang ketika disuntikkan dengan semen akrilik akan mencegah kolapsnya tulang belakang.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah kifoplasti?

Setelah prosedur, beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:

  • Pasien akan dibawa ke ruang pemulihan paskaoperasi. Pasien dapat pulang pada hari yang sama, namun jika dibutuhkan pasien akan dirawat semalam di rumah sakit.
  • Bila memungkinkan, pasien dapat mulai berjalan satu jam setelah prosedur dilakukan. Pasien dapat merasa pegal ketika jarum memasuki punggung, namun gejala ini hanya akan berlangsung beberapa hari dan akan berkurang seiring berjalannya waktu.
  • Tanyakan kepada dokter terkait aktivitas yang harus dihindari paskaoperasi.
  • Dokter mungkin menyarankan pasien mengonsumsi vitamin dan obat-obatan untuk membantu menguatkan otot dan mencegah terjadinya patah tulang kembali.

Apa saja komplikasi kifoplasti?

Risiko kifoplasti antara lain:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Nyeri tulang belakang yang semakin memberat
  • Kesemutan, baal, atau kelemahan otot karena kerusakan saraf
  • Reaksi alergi terhadap bahan kimia yang digunakan untuk membantu proses pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X
  • Semen yang bocor ke tempat lain

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/kyphoplasty
Diakses pada 9 Juli 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/bone-health/kyphoplasty
Diakses pada 9 Juli 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/kyphoplasty
Diakses pada 9 Juli 2020

Artikel Terkait

Tulang retak dan patah kaki sering disebabkan karena terjatuh, atau aktivitas yang berulang

Waspada Tulang Retak, Olahraga Tertentu Bisa Menjadi Penyebabnya!

Penyebab utama tulang retak dan patah kaki adalah karena terjatuh atau aktivitas berat yang dilakukan secara berulang. Kondisi ini paling rentan terjadi pada orang yang aktif berolahraga.