Kauterisasi serviks berawal dengan dokter emmasang cocor bebek
Kauterisasi serviks diawali dengan pemasangan cocor bebek

Apa itu kauterisasi serviks?

Kauterisasi serviks adalah prosedur yang dilakukan untuk menangani ektropion serviks. Ektropion serviks merupakan kondisi di mana sel glandular yang mengelillingi dinding bagian dalam serviks menyebar ke bagian luar serviks. Bagian luar serviks normalnya dilapisi sel epitel.

Ektropion serviks didiagnosis dengan pemeriksaan panggul dan pap smear. Pada pemeriksaan panggul akan terlihat serviks yang berwarna  merah terang dan lebih tebal dibandingkan biasanya. Selama pemeriksaan mungkin serviks terlihat berdarah. Pemeriksaan pap smear dapat membantu membedakan ektropion serviks dengan kanker serviks.

Sebenarnya kondisi ini merupakan kondisi yang normal dan lumrah terjadi, namun bila jaringan serviks teriritasi dan mengalami peradangan, gejalanya dapat cukup mengganggu yaitu perdarahan setelah berhubungan seksual atau perdarahan di luar siklus haid. Pada kondisi seperti ini, kauterisasi serviks dapat dipertimbangkan.

Kenapa kauterisasi serviks dilakukan?

Ektropion serviks bukanlah suatu kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus kecuali bila Anda mengalami perdarahan persisten karenanya.

Kauterisasi serviks dilakukan untuk mengatasi ektropion serviks yang menyebabkan gejala seperti nyeri dan perdarahan.

Apa saja persiapan sebelum menjalani kauterisasi serviks?

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani induksi ovulasi adalah:

  • Menjalani pemeriksaan medis dengan dokter, termasuk diantaranya pemeriksaan panggul dan pap smear.
  • Beritahukan kepada dokter bila Anda mengalami penyakit tertentu dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin.
  • Diskusikanlah manfaat dan risiko prosedur dengan dokter Anda

Bagaimana kauterisasi serviks dilakukan?

Secara garis besar, prosedur kauterisasi serviks  adalah sebagai berikut:

  • Dokter bius akan melakukan pembiusan
  • Anda akan diminta berbaring di kursi ginekologi khusus
  • Dokter akan menggunakan alat kecil untuk mengaplikasikan panas pada bagian serviks yang mengalami ektropion.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah kauterisasi serviks?

Yang perlu Anda perhatikan setelah prosedur antara lain:

  • Anda mungkin merasakan nyeri skala ringan sampai sedang yang bisa diredakan dengan obat anti-nyeri.
  • Anda mungkin akan mengalami perdarahan vagina dan keputihan selama 4-6 minggu setelah prosedur. Hal ini disebabkan area serviks yang terbakar luruh dan digantikan dengan jaringan serviks yang baru
  • Sebaiknya tidak berhubungan seksual dulu sampai 1 minggu setelah perdarahan berhenti
  • Hindari mengangkat barang berat atau melakukan olahraga berat selama setidaknya 1 minggu agar tidak memperparah perdarahan
  • Anda akan diberikan resep krim antibiotik yang diaplikasikan pada vagina
  • Sebaiknya tidak berenang dulu sampai 1 minggu setelah perdarahan berhenti

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami:

  • Perdarahan banyak melebihi perdarahan haid Anda biasanya
  • Perdarahan disertai gumpalan-gumppalan darah
  • Keputihan berbau
  • Nyeri hebat

Apa saja komplikasi kauterisasi serviks?

Risiko kauterisasi serviks yang mungkin terjadi antara lain:

  • Kauterisasi serviks tidak 100% efektif yang memungkinkan kambuhnya ektropion serviks walaupun telah dilakukan prosedur
  • Rasa nyeri
  • Perdarahan lewat vagina
  • Keputihan

NHS Wrighton, Wigan, and Leigh. https://www.wwl.nhs.uk/Library/All_New_PI_Docs/Gynae/Gyn%20065%20Having%20Cervical%20Cautery%2009.21%20v2.pdf
Diakses pada 28 Juni 2020

NHS West Suffolk. https://www.wsh.nhs.uk/CMS-Documents/Patient-leaflets/DaySurgeryUnit/5293-2CervicalCautery.pdf
Diakses pada 28 Juni 2020

Medial News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320298
Diakses pada 28 Juni 2020

Heatlhline. https://www.healthline.com/health/womens-health/cervical-ectropion
Diakses pada 28 Juni 2020

Artikel Terkait

Menstruasi lama bisa disebabkan oleh pemasangan alat KB spiral

Menstruasi Lama? Ini 10 Alasan Penyebabnya, Kanker Salah Satunya!

Menstruasi yang berlangsung lama mungkin hanya merupakan gangguan hormon. Namun, ada 10 kondisi lain yang menyebabkan wanita mengalami menstruasi lama, salah satunya pemasangan alat KB spiral.