Kateterisasi Jantung

17 Feb 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kateterisasi jantung melibatkan proses memasukkan selang tipis (kateter) dalam pembuluh darahKateterirasi jantung dilakukan dengan memasukkan selang tipis dalam pembuluh darah

Apa itu kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung adalah prosedur yang bertujuan mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi jantung.
Dokter akan memasukkan kateter, yakni tabung tipis dan panjang dengan kamera kecil pada ujungnya, ke dalam pembuluh darah di selangkangan, leher, atau lengan. Tabung ini kemudian diarahkan ke pembuluh darah jantung.Melalui kateterisasi jantung, kondisi pembuluh darah yang menyuplai jantung dapat diketahui lebih lanjut. Dokter juga bisa memasukkan zat pewarna kontras ke dalam pembuluh darah lewat kateter, lalu kondisi katup, pembuluh darah koroner, dan ruang-ruang jantung dapat diamati dengan X-ray.

Kenapa kateterisasi jantung diperlukan? 

Kateterisasi jantung diperlukan untuk mendeteksi masalah jantung yang dialami oleh pasien sekaligus mengatasinya.

Diagnosis gangguan jantung

Prosedur medis yang sering disebut angiogram ini dapat membantu dokter dalam mendeteksi adanya penyakit jantung pada pasien dengan cara:
  • Menentukan lokasi penyempitan atau sumbatan di pembuluh darah yang dapat menyebabkan nyeri dada (angiogram)
  • Mengukur tekanan dan kadar oksigen pada masing-masing bagian jantung
  • Memeriksa fungsi pompa jantung (venticulogram)
  • Mengambil sampel jaringan dari jantung yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop (biopsi jantung)
  • Mendiagnosis penyakit jantung bawaan

Penanganan penyakit jantung tertentu

Bagi pasien dengan penyakit jantung tertentu, kateterisasi jantung juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah jantung. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Angioplasty, yaitu melebarkan pembuluh darah arteri yang menyempit. Hal ini bisa dilakukan dengan pemasangan stent atau ring jantung.
  • Menutup lubang pada jantung dan memperbaiki kelainan jantung bawaan lain.
  • Memperbaiki atau mengganti katup jantung.
  • Melakukan balloon valvuloplasty, yakni membuka katup jantung yang sempit.
  • Memperbaiki irama jantung yang tidak teratur dengan proses ablasi.
  • Menutup bagian jantung tertentu untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah.

Siapa yang membutuhkan kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung bisa dianjurkan bagi orang yang mengidap nyeri dada atau gejala lainnya, seperti sesak napas, pusing, atau lelah. Keluhan-keluhan ini bisa saja menandakan kondisi yang meliputi:
  • Kardiomiopati
  • Penyakit jantung bawaan, seperti atrial septal defects (ASD) atau ventricular septal defects (VSD)
  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal jantung
  • Gangguan katup jantung
Kondisi kontraindikasi kateterisasi jantung, atau boleh dilakukan dengan pengawasan dokter,yaitu:
  • Penderita gangguan pembekuan darah
  • Alergi terhadap zat pada proses kateterisasi jantung
  • Adanya perdarahan saluran cerna
  • Pasien stroke
  • Kondisi infeksi
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan elektrolit
  • Anemia
  • Gagal ginjal akut

Apa saja persiapan untuk menjalani kateterisasi jantung?

Prosedur kateterisasi jantung biasanya dilakukan di rumah sakit. Berikut sederet persiapan yang dianjurkan sebelum menjalaninya:
  • Informasikan alergi yang Anda miliki, terutama alergi terhadap iodin, kerang, cairan pewarna X-ray, lateks, benda berbahan dasar karet, atau obat-obatan tertentu.
  • Bagi pengidap diabetes, diskusikan dengan dokter terkait obat-obatan diabetes dan insulin yang digunakan sebelum menjalani kateterisasi jantung. Pengidap biasanya boleh mengonsumsi makanan atau minuman setelah prosedur selesai.
  • Beritahukan semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat herbal maupun suplemen. Dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, aspirin, apixaban, dabigatran, dan rivaroxaban.
  • Pasien akan diminta untuk menjalani tes darah dan elektrokardiogram.
  • Pasien akan diminta untuk berpuasa (tidak makan atau minum) setidaknya enam jam sebelum prosedur. Adanya makanan dan minuman dalam lambung dapat meningkatkan efek samping pembiusan. 
Pasien dengan alat bantu dengar tetap dapat menggunakannya selama prosedur. Namun pasien yang memakai kacamata umumnya perlu melepaskannya ketika menjalani kateterisasi jantung. Namun Anda tetap boleh membawa kacamata ke fasilitas kesehatan.

Bagaimana prosedur kateterisasi jantung dilakukan?

Prosedur kateterisasi jantung akan dilakukan oleh tim dokter dengan kompetensi khusus, perawat, dan teknisi medis. Tindakan medis ini perlu dijalani di rumah sakit, biasanya di laboratorium khusus kateterisasi jantung.Secara garis besar, kateterisasi jantung biasanya berlangsung satu jam dan langkah-langkahnya meliputi:
  • Perawat akan menyiapkan jalur infus di pembuluh darah vena tangan Anda agar obat bius bisa diberikan. Obat bius bertujuan membuat pasien tenang, namun tetap tersadar dan bisa mengikuti arahan selama prosedur.
  • Perawat akan membersihkan dan mencukur rambut di sekitar area prosedur, umumnya di selangkangan.
  • Obat bius lokal diberikan agar pasien tidak merasa nyeri saat jarum dimasukkan.
  • Dokter akan melakukan penusukan dengan jarum ke pembuluh darah pasien.
  • Tabung kecil (sheath) lalu dimasukkan ke pembuluh darah, dan kateter akan dimasukkan melewati tabung kecil ini ke dalam pembuluh darah.
  • Layar video akan menunjukkan posisi kateter selama diarahkan menuju pembuluh darah jantung. Pasien mungkin akan merasakan sedikit tekanan pada area selangkangan.
  • Alat-alat khusus dapat diletakkan pada ujung kateter, tergantung jenis prosedurnya. Misalnya, alat untuk mengukur tekanan pada ruang jantung dan pembuluh darah, melihat bagian dalam pembuluh darah, mengambil sampel darah jantung, atau mengambil sampel jaringan jantung.
  • Pada prosedur angiografi, kateter digunakan untuk memasukkan zat pewarna khusus supaya kondisi pembuluh darah dapat dilihat melalui X-ray.
  • Pada prosedur angioplasty, kateter digunakan untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat.
  • Pada prosedur valvuloplasty, kateter dipakai untuk melebarkan katup jantung.
  • Setelah prosedur selesai, dokter akan mengeluarkan sheath dan kateter dari dalam tubuh Anda.
  • Perawat kemudian menekan area prosedur untuk mencegah pendarahan.
  • Bagian tubuh tersebut akan ditutup dengan perban.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah kateterisasi jantung?

Setelah menjalani kateterisasi jantung, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan dan diminta untuk berbaring selama beberapa jam.

Perawatan di ruang pemulihan

Beberapa hal yang dilakukan oleh tim medis selama Anda berada di ruang pemulihan adalah sebagai berikut:
  • Menekan area penusukan untuk menghentikan pendarahan.
  • Meminta Anda agar tidak turun dari tempat tidur.
  • Meminta Anda untuk menjaga posisi kaki agar tetap lurus
  • Memantau denyut jantung dan tekanan darah secara berkala.
Anda perlu menginformasikan pada peuigas medis apabila terjadi pembengkakan, nyeri, atau pendarahan di sekitar area penusukan. Demikian pula jika Anda mengalami nyeri dada selama pemulihan.

Perawatan di rumah

Sebelum pulang dari rumah sakit, dokter juga akan memberikan beberapa petunjuk berikut terkait pemulihan di rumah:
  • Menjaga agar lokasi bekas penusukan tetap kering.
  • Jika lokasi penusukan ditutup dengan perban, dokter akan mengajarkan Anda cara menggantinya.
  • Menghindari aktivitas berat selama beberapa hari pascaprosedur.

Apa saja risiko dan kompikasi kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung termasuk prosedur medis yang relatif aman. Tetapi, tindakan medis apapun tentu memiliki risiko dan efek samping. Dokter akan mendiskusikan risiko yang mungkin terjadi serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Beberapa efek samping dan komplikasi kateterisasi jantung yang mungkin dialami oleh pasien meliputi:
  • Lubang pada pembuluh darah (perforasi)
  • Udara masuk ke dalam pembuluh darah (emboli udara)
  • Reaksi alergi terhadap zat pewarna kontras
  • Pendarahan
  • Terbentuknya gumpalan darah
  • Memar
  • Serangan jantung
  • Infeksi
  • Kerusakan ginjal karena zat pewarna kontras
  • Stroke
  • Irama jantung yang tidak teratur (aritmia)
Anda juga perlu segera menghubungi dokter apabila mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Lokasi penusukan yang terasa nyeri, tampak merah, berdarah, dan bengkak.
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual
  • Nyeri dada
  • Terus berkeringat
  • Pingsan.
  • Sensasi kebas atau mati rasa pada tangan maupun kaki yang menjadi lokasi penusukan.
penyakit jantungsakit jantungserangan jantungkatup jantung
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695
Diakses pada 17 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/cardiac-catheterization1#1
Diakses pada 17 Februari 2020
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization
Diakses pada 17 Februari 2020
Stanford Health Care. https://stanfordhealthcare.org/medical-tests/c/cardiac-catheterization/conditions-treated.html
Diakses pada 17 Februari 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cardiac-catheterization
Diakses pada 17 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email