Imunoterapi Alergi

09 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Imunoterapi alergi biasanya diberikan selama tiga hingga lima tahun, untuk meredakan reaksi alergi.Imunoterapi alergi dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan reaksi alergi.

Apa itu prosedur imunoterapi alergi?

Imunoterapi alergi adalah metode untuk mengatasi alergi dengan cara memberikan alergen (bahan pemicu alergi) dalam dosis kecil secara berkala, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa terlatih menghadapi sumber alergi dan lama-kelamaan reaksi alergi pun akan berkurang bahkan hilang. Pada terapi ini, alergen dapat diberikan melalui suntikan maupun obat minum. Umumnya, imunoterapi alergi berlangsung secara rutin selama kurang lebih tiga hingga lima tahun.
Seiring berjalannya waktu terapi, saat tubuh sudah mulai terbiasa dengan alergen yang diberikan, dokter akan meningkatkan dosisnya secara berkala sehingga sistem kekebalan tubuh semakin terlatih untuk mencegah terjadinya reaksi alergi. Proses ini disebut sebagai proses desensitisasi yang membuat tubuh dapat mentoleransi alergen, Jadi bila terpapar alergen tersebut, tidak timbul reaksi alergi.Imunoterapi alergi tidak bisa menghilangkan alergi yang disebabkan oleh makanan maupun karena urtikaria. Jenis alergi yang bisa diatasi dengan terapi ini antara lain:
  • Alergi musiman seperti alergi bunga, rumput, dan pohon
  • Alergi yang disebabkan oleh alergen dalam ruangan seperti debu, kecoa, jamur, dan kutu binatang peliharaan
  • Alergi karena gigitan serangga seperti lebah

Mengapa prosedur imunoterapi alergi perlu dilakukan?

Prosedur imunoterapi alergi dibutuhkan apabila:
  • Obat-obatan alergi tidak dapat mengontrol gejala alergi dan Anda sulit untuk menghindari paparan alergen.
  • Obat-obatan alergi berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda konsumsi atau menyebabkan efek samping yang mengganggu.
  • Anda ingin mengurangi penggunaan obat-obatan alergi dalam jangka panjang.
  • Anda memiliki alergi terhadap gigitan atau sengatan serangga.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur imunoterapi alergi?

Sebelum Anda menjalani prosedur imunoterapi alergi, dokter akan melakukan skin test untuk menentukan bahwa kondisi yang Anda alami adalah reaksi alergi, dan menentukan alergen penyebab reaksi alergi tersebut. Selama prosedur skin test, alergen akan disuntikkan ke dalam kulit dan area sekitar kulit tersebut, dan diamati selama kurang lebih 15 menit. Apabila terjadi kemerahan dan pembengkakan, hal tersebut menandakan reaksi alergi terhadap alergen yang disuntikan. Selain dengan cara skin test, dokter juga dapat melakukan tes alergi darah.

Dokter pun akan memberikan obat golongan antihistamin untuk dikonsumsi sebelum prosedur dilakukan, untuk mengurangi terjadinya reaksi alergi setelah prosedur dijalani. Hindari berolahraga atau aktivitas berat dua jam sebelum prosedur dilakukan, karena dapat meningkatkan aliran darah dan menyebabkan alergen yang disuntikkan menyebar dengan cepat.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur imunoterapi alergi?

Sebelum menjalani prosedur ini, sampaikan kepada dokter bila Anda sedang sakit atau merasa tidak sehat, terutama jika mengalami serangan alergi seperti asma. Bila akan mendapatkan suntikan imunoterapi alergi lanjutan (bukan yang pertama), beritahukan dokter apabila Anda mengalami gejala alergi atau gejala lainnya setelah mendapat suntikan imunoterapi alergi.Informasikan juga kepada dokter tentang obat-obatan lain atau ramuan herbal yang baru saja Anda konsumsi. Sebab, obat maupun ramuan herbal tersebut berpotensi mengurangi efektivitas imunoterapi alergi. Apabila baru saja mengetahui bila Anda hamil atau sedang merencanakan kehamilan, sampaikan juga kondisi ini pada dokter.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur imunoterapi alergi?

Suntikan imunoterapi alergi umumnya dilakukan dengan cara menginjeksi alergen di lengan bagian atas. Untuk mendapat efektifitas dari suntikan imunoterapi alergi, prosedur ini diberikan dalam dua tahap, yaitu:
  1. Fase buildup:

    Fase ini berlangsung tiga hingga enam bulan. Suntikan diberikan satu hingga tiga kali per minggu dengan dosis yang dinaikkan pada tiap suntikan.
  2. Fase maintenance:

    Fase ini berlangsung tiga hingga lima tahun atau lebih. Suntikan diberikan satu kali sebulan.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur imunoterapi alergi?

Tiap selesai mendapat suntikan alergi, Anda akan diminta untuk tetap berada dalam pengawasan dokter atau tenaga medis selama 30 menit. Hal ini diperlukan untuk mengobservasi potensi reaksi alergi berupa mata gatal, sesak napas, dan gejala lainnya. Usahakan untuk menghindari aktivitas berat seperti berolahraga, beberapa jam setelah suntikan alergi, untuk mengurangi risiko terjadinya reaksi alergi.

Hasil apa yang didapatkan dari imunoterapi alergi?

Reaksi atau gejala alergi tidak akan hilang dalam waktu sehari saja. Umumnya, perubahan akan Anda rasakan dalam tahun pertama dan kedua, bila pengobatan rutin dijalankan. Pada tahun ketiga, biasanya pasien sudah sudah mengalami desensitisasi atau kebal terhadap alergen yang menyebabkan reaksi alergi.

Apa saja risiko dari prosedur imunoterapi alergi?

Risiko dari prosedur imunoterapi alergi umumnya berkaitan dengan alergen yang disuntikkan. Berikut adalah beberapa kemungkinan risiko yang dapat terjadi:
  • Reaksi lokal di daerah suntikan seperti kulit menjadi kemerahan, bengkak, dan mengalami iritasi. Hal ini merupakan reaksi yang paling sering timbul beberapa jam setelah suntikan terjadi dan akan menghilang dengan sendirinya dalam 4-8 jam.
  • Reaksi sistemik yang jarang terjadi tetapi bersifat serius. Gejala reaksi sistemik meliputi bersin, hidung buntu, urtikaria (biduran atau kaligata), pembengkakan tenggorokan, mengi, dan sesak napas.
  • Reaksi anafilaksis yang sangat jarang terjadi, dan ditandai dengan menurunnya tekanan darah serta kesulitan bernapas. Reaksi ini umumnya berlangsung 30 menit setelah proses injeksi, tetapi juga dapat terjadi lebih dari 30 menit setelah injeksi.
alergiurtikariabiduran
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/allergy-shots/about/pac-20392876
Diakses pada 7 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergy-shots#1
Diakses pada 7 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email