Foley bulb induction dilakukan dengan measang kateter Foley
Foley bulb induction menggunakan pemasangan kateter Foley

Apa itu Foley bulb induction?

Foley bulb induction adalah prosedur yang dilakukan untuk memicu proses persalinan (induksi persalinan). Dalam tindakan medis ini, dokter akan memasukkan selang kateter Foley ke dalam leher rahim (serviks).

Tujuan pemasangan kateter Foley adalah merangsang pembukaan, sehingga bayi dapat keluar dari rahim.

Kateter Foley merupakan selang panjang yang terbuat dari karet dengan balon yang dapat dikembangkan di ujungnya. Ketika mengembang dalam serviks, balon ini akan menekan serviks dan menyebabkan pembukaan.

Pembukaan kemudian merangsang respons hormon oksitosin dan prostaglandin. Kedua hormon ini akan memicu persalinan.

Pada umumnya, Foley bulb induction tergolong sebagai prosedur yang aman. Beberapa keuntungan prosedur ini meliputi biaya yang murah, risiko komplikasi yang rendah, mudah dilakukan, dan tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.

Kenapa Foley bulb induction diperlukan?

Foley bulb induction merupakan salah satu metode induksi untuk mempercepat terjadinya persalinan. Dokter akan menganjurkan prosedur ini pada ibu hamil yang mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Perlu menjalani induksi persalinan, namun pembukaan belum terjadi

Normalnya, pembukaan serviks akan muncul secara alami ketika persalinan terjadi. Bila tanda-tanda pembukaan belum terjadi, Foley bulb induction dapat dilakukan untuk memicu persalinan.

  • Tidak mau menggunakan obat-obatan pemicu persalinan

Pada beberapa kasus, prosedur ini dapat dilaksanakan sebagai pengganti obat-obatan pemicu persalinan.

  • Pernah menjalani operasi caesar

Foley bulb induction merupakan prosedur yang cenderung lebih aman bagi wanita yang pernah menjalani operasi caesar. Pasalnya, obat-obatan kerap memicu komplikasi.

  • Ingin memicu persalinan dengan lebih cepat

Para pakar mengemukakan bahwa prosedur induksi kateter Foley yang dikombinasikan dengan pemberian obat seperti misoprostol, dapat memicu persalinan lebih cepat daripada obat atau Foley bulb induction saja.

Siapa yang membutuhkan Foley bulb induction?

Foley bulb induction direkomendasikan untuk wanita hamil yang:

  • Memiliki cairan ketuban berlebih
  • Mengalami hipertensi
  • Menjalani usia kehamilan lebih dari 37 minggu
  • Mengidap diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan)
  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Mengandung janin tidak kembar
  • Memiliki dinding ketuban masih utuh (belum pecah)

Ibu hamil juga dapat memilih untuk menjalani induksi persalinan. Prosedur yang dikenal dengan induksi elektif ini biasanya dilakukan bila persalinan normal tidak terjadi, namun janin sudah cukup bulan dan ibu hamil yang tinggal jauh dari rumah sakit.

Bagaimana Foley bulb induction dilakukan?

Secara umum, Foley bulb induction dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  • Dokter akan memantau denyut jantung janin selama setidaknya 20 menit.
  • Dokter akan memastikan posisi kepala bayi sudah di bawah, yakni di jalur lahir.
  • Dokter dan tenaga medis akan membantu untuk memposisikan sang ibu dalam posisi litotomi, yaitu berbaring dengan kedua kaki terbuka, tungkai diangkat, dan lutut ditekuk.
  • Dokter akan membersihkan area kemaluan dengan cairan antiseptik.
  • Dokter akan memasukkan ujung kateter Foley ke dalam leher rahim dengan forsep. Balon kateter akan diposisikan di dalam serviks dan di luar dinding ketuban.
  • Dokter akan mengisi balon kateter dengan air sebanyak 30 ml.
  • Dokter mungkin akan menempelkan kateter Foley pada paha pasien agar tidak lepas.
  • Air dapat diisi lebih banyak untuk memicu pembukaan leher rahim.

Setelah pembukaan mencapai 3 cm, balon kateter biasanya akan keluar dari leher rahim. Persalinan terjadi ketika pembukaan mencapai 10 cm dan sang ibu mengalami kontraksi rahim berkala.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah Foley bulb induction?

Pasien mungkin akan merasa sedikit kram ketika kateter dimasukkan. Pasien juga dapat mengalami keputihan dengan sedikit darah dan lendir.

Setelah prosedur ini, efek pemasangan kateter dan denyut jantung bayi akan dipantau oleh petugas medis selama 30 menit.

Apa saja efek samping Foley bulb induction?

Menurut sebuah penelitian, komplikasi foley bulb induction untuk memicu persalinan tergolong rendah. Efek samping yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri atau tidak nyaman saat dan setelah pemasangan. Prosedur ini juga akan menyebabkan kontraksi rahim.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322956
Diakses pada 30 Juli 2020

Hamilton Health Sciences. https://www.hamiltonhealthsciences.ca/wp-content/uploads/2019/08/FoleyCatheterCervix-lw.pdf
Diakses pada 30 Juli 2020

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/foley-balloon-induction/
Diakses pada 30 Juli 2020

Artikel Terkait

Infeksi rahim atau endometritis dapat berpengaruh pada kemampuan seorang perempuan untuk dapat hamil atau mempertahankan kehamilannya

Jika Dibiarkan, Infeksi Rahim Bisa Berpengaruh pada Kesuburan

Infeksi rahim atau endometritis dapat memengaruhi kesuburan. Infeksi rahim tidak mengancam nyawa, namun harus segera diobati umumnya dengan antibiotik.