Fluoroskopi

09 Feb 2020|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fluoroskopi adalah prosedur medis untuk memperlihatkan gambaran sinar-x dari organ tubuh tertentu yang diperiksa.Fluoroskopi adalah tindakan medis yang antara lain diperlukan untuk memeriksa gerakan pada saluran pencernaan.

Apa itu prosedur fluoroskopi?

Fluoroskopi adalah prosedur yang menghasilkan gambaran sinar-X secara berkelanjutan dan dapat diamati di monitor. Selama prosedur fluoroskopi berlangsung, sinar-X akan ditembakkan secara terus-menerus ke bagian tubuh atau organ yang diamati. Gambaran dari sinar-X tersebut akan ditransmisikan ke dalam monitor untuk mengevaluasi gerakan dari organ yang diperiksa.
Fluoroskopi antara lain bisa mengamati gerakan saluran pencernaan, saluran pernapasan, saluran kemih, sistem reproduksi, dan kerangka tubuh. Selain untuk mengevaluasi beberapa bagian tubuh, ada juga prosedur fluoroskopi intervensi, yang digunakan untuk membantu mengarahkan prosedur medis lain seperti, memasukkan kateter ke pembuluh darah.

Mengapa prosedur fluoroskopi perlu dilakukan?

Prosedur fluoroskopi antara lain dibutuhkan dalam:
  • Artrografi, visualisasi sendi, dan operasi tulang
  • Pemeriksaan saluran pencernaan menggunakan barium
  • Pemasangan kateter intravena dan visualisasi pembuluh darah (angiogram)
  • Tindakan intervensi kateterisasi jantung
  • Lumbal pungsi
  • Histerosalpingogram (HSG)
  • Pemeriksaan saluran kemih seperti, pyelogram intravena dan uretrogram retrograde
  • Pencarian benda asing
  • Proses vertebroplasti perkutan
  • Pemeriksaan fistula (fistulography)

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur fluoroskopi?

Meskipun prosedur fluoroskopi aman dilakukan, beberapa hal termasuk jumlah radiasi yang akan diterima oleh pasien selama prosedur, dapat ditanyakan kepada dokter yang akan melakukan fluoroskopi.
Pada prosedur fluoroskopi dengan menggunakan zat kontras, beritahukan kepada dokter mengenai riwayat alergi terhadap zat kontras, atau riwayat alergi lainnya yang Anda miliki. Bila sedang mengandung, beritahukan juga kepada dokter. Sebab, prosedur fluoroskopi dapat memiliki efek samping terhadap pertumbuhan janin, sehingga dokter akan mencari prosedur lain yang aman untuk menggantikan fluoroskopi.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur fluoroskopi?

Fluoroskopi dapat dilakukan tanpa menggunakan sedasi atau anestesi umum, seperti pada fluoroskopi pada pasien rawat jalan, untuk memeriksa saluran pencernaan. Namun, terdapat beberapa fluoroskopi yang membutuhkan sedasi. Misalnya, pada prosedur fluoroskopi pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung.Sebelum prosedur fluoroskopi dilakukan, Anda akan diminta untuk melepaskan perhiasan atau pakaian yang mungkin dapat mengganggu hasil gambaran fluoroskopi. Untuk prosedur fluoroskopi yang membutuhkan zat kontras, Anda akan diminta untuk menelan zat kontras, menerima suntikan zat kontras, atau mendapat zat kontras melalui rektum (enema).Anda juga akan diminta untuk tidak makan dan minum sebelum prosedur dilakukan. Untuk pemeriksaan fluoroskopi pada saluran cerna, Anda juga akan diminta untuk mempersiapkan saluran cerna sesuai instruksi dokter, untuk mendapat hasil visualisasi saluran cerna dengan lebih jelas.

Apa yang akan dilakukan tim medis pada prosedur fluoroskopi?

Selama prosedur dijalankan, pasien diminta untuk berbaring di ranjang periksa menggunakan baju periksa. Alat khusus pemindai sinar-X akan digunakan untuk menghasilkan gambaran fluoroskopi dari bagian tubuh yang diperiksa. Meskipun pada umumnya, prosedur fluoroskopi tidak menimbulkan nyeri, rasa tidak nyaman dapat dirasakan oleh beberapa pasien.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani prosedur fluoroskopi?

Setelah menjalani prosedur fluoroskopi, Anda dapat segera beraktivitas normal. Kecuali pada sejumlah prosedur seperti kateterisasi jantung, yang membutuhkan beberapa waktu untuk proses pemulihan dari sedasi.

Hasil apa yang didapatkan dari fluoroskopi?

Seperti pada tes diagnostik lainnya, fluoroskopi merupakan prosedur untuk deteksi dini penyakit atau abnormalitas di dalam organ tubuh. Hasil dari fluoroskopi dapat membantu dokter untuk menentukan regimen terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apa saja risiko dari prosedur fluoroskopi?

Risiko yang dapat terjadi pada fluoroskopi serupa dengan risiko pada pasien yang menjalani tes diagnostik menggunakan sinar-X. Berikut ini beberapa risiko yang dapat terjadi selama prosedur fluoroskopi:
  • Luka bakar di kulit dan jaringan sekitarnya, sebagai efek paparan radiasi segera
  • Kanker, sebagai efek paparan radiasi yang muncul di kemudian hari
  • Reaksi alergi, apabila menggunakan zat kontras.
  • Perdarahan pada prosedur histeriosalpingogram
  • Rasa tidak nyaman akibat prosedur kateterisasi
saluran kemihmasalah reproduksisaluran pernapasansaluran pencernaan
News-Medica.net. https://www.news-medical.net/health/Fluoroscopy-Procedure.aspx
Diakses pada 7 Februari 2020
FDA. https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/medical-x-ray-imaging/fluoroscopy
Diakses pada 7 Februari 2020
WHO. https://www.who.int/diagnostic_imaging/imaging_modalities/dim_fluoroscopy/en/
Diakses pada 7 Februari 2020
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/fluoroscopy-procedure
Diakses pada 10 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email