Fisioterapi

24 May 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pijatan untuk mengurangi nyeri juga termasuk dalam fisioterapiFisioterapi bisa dilakukan dengan pijatan untuk mengurangi nyeri

Apa itu fisioterapi?

Fisioterapi adalah prosedur medis yang bertujuan mengembalikan kemampuan gerak dan fungsi tubuh. Terapi ini umumnya dibutuhkan setelah terjadi cedera, penyakit, atau penanganan disabilitas tertentu.

Fisioterapi terdiri dari beragam latihan fisik yang dapat dilakukan dengan bantuan alat ataupun secara manual. Latihan ini ditujukan untuk memperbaiki gerakan tubuh, mengurangi nyeri dan kaku, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Fisioterapi harus dilakukan atas arahan dokter spesialis rehabilitasi medik dan dengan bimbingan fisioterapis, yakni tenaga ahli yang telah terlatih untuk melakukan fisioterapi. Seorang fisioterapis akan mengevaluasi kondisi medis pasien dan merencanakan strategi terapi yang tepat. 

Kenapa fisioterapi diperlukan?

Dengan menjalani fisioterapi, kualitas hidup pasien diharap bisa menjadi lebih baik. Beberapa manfaat fisioterapi, antara lain: 

  • Mengurangi rasa nyeri
  • Memperbaiki fungsi dan kemampuan gerak tubuh
  • Mengurangi risiko cedera
  • Mencegah terjadinya cedera olahraga
  • Sebagai terapi pemulihan setelah mengalami cedera olahraga
  • Mencegah disabilitas atau operasi
  • Sebagai pemulihan atau rehabilitasi setelah stroke, kecelakaan, cedera, atau operasi
  • Memperbaiki keseimbangan tubuh untuk mencegah terjatuh atau terpeleset
  • Mengelola penyakit kronis, misalnya diabetes melitus, penyakit jantung, atau radang sendi (artritis)
  • Terapi pemulihan setelah melahirkan
  • Mengontrol buang air besar atau buang air kecil
  • Membantu pasien beradaptasi terhadap kaki palsu
  • Berlatih menggunakan alat bantu jalan fisioterapi, seperti walker atau tongkat
  • Berlatih memakai splint atau brace

Siapa yang membutuhkan fisioterapi?

Rehabilitasi fisik bisa dilakukan untuk membantu pasien yang mengalami masalah atau kondisi di bawah ini:

  • Gangguan pada tulang, persendian, dan jaringan lunak, seperti nyeri punggung, nyeri leher, nyeri bahu, sakit lutut, cedera dan terkilir yang diakibatkan olahraga.
  • Gangguan di otak atau sistem saraf, akibat stroke, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis (MS)
  • Penyakit Jantung dan aliran darah yang membutuhkan rehabilitasi setelah serangan jantung
  • Penyakit paru-paru dan sistem pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau fibrosis kistik.
  • Terapi pemulihan dari pascaoperasi atau setelah patah tulang
  • Keterlambatan perkembangan pada anak
  • Inkontinensia urine atau feses, yang menyebabkan penderita tidak bisa menahan buang air kecil atau besar
  • Kesehatan dan keselamatan di tempat kerja

 

 

 

 

 

Seberapa sering Anda harus menjalani fisioterapi?

Frekuensi dan durasi fisioterapi yang dilakukan untuk mencapai target terapi akan bervariasi untuk tiap pasien. Semua tergantung pada kondisi medis dan kebutuhan pasien.

Apa saja persiapan untuk menjalani fisioterapi?

Pada sesi terapi pertama, fisioterapis akan melakukan penilaian terkait kondisi dan kebutuhan pasien dengan cara:

1. Mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kondisi pasien

Terapis akan menanyakan tentang:

  • Rasa nyeri dan gejala lain yang dirasakan oleh pasien
  • Apakah pasien mampu bergerak atau tidak
  • Sejauh mana pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari
  • Pola tidur pasien
  • Riwayat medis lain

2. Memeriksa kondisi fisik pasien

Fisioterapis akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi:

  • Seberapa baik fungsi gerak pasien
  • Seberapa baik pasien dapat berjalan atau naik tangga
  • Denyut atau irama jantung ketika pasien aktif bergerak
  • Postur dan keseimbangan pasien

Setelah menilai hal-hal tersebut, fisioterapis akan berdiskusi dengan pasien terkait rencana fisioterapi. Terapi akan dilakukan dengan mempertimbangkan target pribadi pasien dan jenis terapi untuk mencapai target ini.

Bagaimana prosedur fisioterapi dilakukan?

Beberapa metode fisioterapi yang akan dilakukan meliputi:

  1. Edukasi dan saran

Fisioterapis akan memberikan saran mengenai hal-hal yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari pasien. Misalnya, postur yang benar untuk mengangkat atau membawa barang guna mencegah terjadinya cedera.

  1. Olahraga dan aktivitas fisik

Olahraga dan aktivitas fisik diperlukan untuk kesehatan pasien secara umum dan memperbaiki fungsi gerak pasien. Olahraga juga dapat menguatkan bagian-bagian tubuh tertentu. Terapis Anda mungkin akan memberitahukan jenis olahraga yang bisa dilakukan.

  1. Fisioterapi manual

Terapi manual adalah teknik yang digunakan oleh fisioterapis untuk memanipulasi dan memobilisasi sendi yang terkena dengan memijatnya menggunakan tangan. 

Contohnya. pijat untuk mengurangi nyeri dan kaku otot, sekaligus meningkatkan fungsi gerak anggota tubuh yang terganggu.

  1. Terapi listrik (elektroterapi)

Terapi listrik dilakukan dengan menggunakan sinyal listrik untuk mengganggu transmisi sinyal nyeri. Terapi ini secara efektif dapat memperlambat atau mengalihkan sensasi nyeri yang dikirimkan saraf ke otak. 

Terdapat beberapa jenis elektroterapi, salah satunya adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS).

TENS memanfaatkan arus listrik tegangan rendah untuk mengatasi nyeri. Selain itu, ada juga teknik Percutaneous Electrical Nerve Stimulation (PENS) yang memiliki konsep hampir sama dengan TENS, tetapi dengan jenis jarum yang berbeda.

  1. Terapi magnet

Pada terapi magnet, fisioterapis akan mengalirkan medan magnet yang dapat meredakan nyeri akibat cedera, atau penurunan fungsi tubuh karena penuaan.

  1. Tusuk jarum kering dan akupuntur

Tusuk jarum kering dan akupunktur dilakukan dengan memasukkan jarum ke titik tubuh tertentu. Metode ini dapat mengurangi rasa sakit untuk waktu yang singkat.

  1. Taping

Teknik ini memiliki konsep menyembuhkan tubuh secara alami dengan menggunakan bantuan tape atau plester. Tape tersebut berfungsi untuk mengangkat kulit dari jaringan ikat, sehingga memungkinkan cairan limfatik untuk bergerak lebih efektif.

  1. Hidroterapi

Hidroterapi adalah salah satu jenis fisioterapi dengan media air yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit akibat radang sendi. Seorang fisioterapis akan memberikan latihan khusus di dalam air bersuhu sekitar 33-36°C. Terapi ini melibatkan berbagai peregangan, aerobik, dan latihan penguatan.

  1. Terapi ultrasound

Ultrasound fisioterapi dilakukan dengan menggunakan gelombang suara yang dapat menginduksi panas ke area yang terdampak. Terapi ini bermanfaat untuk menyembuhkan kejang otot, meningkatkan penyembuhan pada tingkat sel, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan aliran darah ke jaringan yang rusak.

  1. Infrared fisioterapi

Infrared fisioterapi dilakukan dengan memanfaatkan radiasi inframerah yang digunakan untuk mengelola nyeri akut atau kronis. Dalam terapi ini berbagai panjang gelombang cahaya akan difokuskan ke bagian tubuh yang mengalami nyeri.

Selain metode fisioterapi di atas, masih banyak kategori fisioterapi yang ditujukan spesifik untuk kondisi kesehatan pasien, baik dari segi umur, bagian tubuh yang terganggu, atau jenis penyakit tertentu. Konsultasikan pada dokter mengenai program fisioterapi yang paling tepat bagi kebutuhan Anda. 

Apa saja yang perlu setelah fisioterapi?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah fisioterapi. Pasien cukup mematuhi instruksi atau melakukan latihan yang disarankan oleh fisioterapis di rumah.

Adakah bahaya fisioterapi?

Meski tujuannya untuk menangani kondisi fisik tertentu, fisioterapi juga bisa memicu sejumlah efek samping berikut ini:

  • Nyeri dan kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Sakit punggung
  • Bagian tubuh yang menjalani terapi bisa terasa nyeri saat disentuh

Berapa biaya fisioterapi?

Biaya fisioterapi cukup beragam, tergantung pada program atau teknik fisioterapi yang dipilih, banyaknya sesi yang dilakukan, serta fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. 

Umumnya, biaya fisioterapi di rumah sakit swasta di Indonesia dihargai mulai dari Rp60.000 per sesinya. 

strokepenyembuhan tulang

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/physiotherapy
Diakses pada 27 Oktober 2021

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-physical-therapy#1
Diakses pada 22 Mei 2020

News-Medical. https://www.news-medical.net/health/Physiotherapy-Types.aspx
Diakses pada 27 Oktober 2021

The Physio Company. https://www.thephysiocompany.com/blog/common-physiotherapy-treatments-ultrasound-therapy
Diakses pada 27 Oktober 2021

The Physio Company. https://www.thephysiocompany.com/blog/electrotherapy-in-physiotherapy-treatments
Diakses pada 27 Oktober 2021

Portea. https://www.portea.com/physiotherapy/infrared-physiotherapy/
Diakses pada 27 Oktober 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/physiotherapy/
Diakses pada 27 Oktober 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email