Fasciotomy

Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fasciotomy bisa dilakukan untuk mengatasi compartment syndrome akut pada patah tulang keringPatah tulang kering sering mengalami compartment syndrome akut dan butuh fasciotomy

Apa itu fasciotomy?

Fasciotomy adalah prosedur medis bagi orang yang mengalami compartment syndrome jenis akut. Compartment syndrome merupakan kondisi yang terjadi ketika ada peningkatan tekanan jaringan interstitial pada selaput pembungkus dan struktur tulang yang membentuk kompartemen pada lapisan pembungkus otot (fascia). 
Semua otot di tubuh manusia dikelilingi oleh sekat jaringan fibrosa yang membuat otot-otot terkelompok dalam kompartemen, terutama lengan dan kaki. Sekat fibrosa tidak fleksibel, sehingga tidak dapat meregang untuk mengkompensasi pembengkakan pada jaringan otot bila terjadi peningkatan tekanan.Pembengkakan pada jaringan otot akan menyebabkan penurunan aliran darah ke sel otot dan sel saraf. Bila segera tidak ditangani, sel otot dan sel saraf akan mengalami kerusakan permanen. Fasciotomy merupakan satu-satunya terapi untuk mengatasi compartment syndrome akut. Pada prosedur ini, otot yang mengalami perdarahan akan disayat agar jaringan otot bisa relaks. Dengan ini, tekanan dalam otot akan menurun dan aliran darah akan kembali normal.

Kenapa fasciotomy diperlukan?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fasciotomy dilakukan untuk mengatasi compartment syndrome akut. Gejala kondisi ini mudah bisa diingat dengan singkatan 5P berikut ini:
  • Pain: Nyeri 
  • Pallor: Pucat
  • Paraesthesia: Perubahan sensasi pada otot
  • Paralysis: Kesulitan menggerakkan otot 
  • Poikilothermia: Rasa dingin pada area yang mengalami compartment syndrome

Siapa yang membutuhkan fasciotomy?

Fasciotomy hanya diperuntukkan bagi orang yang mengalami compartment syndrome akut. Ini berarti, operasi ini tidak dianjurkan untuk orang yang telah mengalami compartment syndrome selama 3-4 hari atau lebih. Apa alasannya?Bila dilakukan pada penderita compartment syndrome selama 3-4 hari atau lebih, fasiotomi justru dapat mencetuskan infeksi dan gagal ginjal akibat kematian jaringan (nekrosis).Terdapat beragam kondisi yang bisa memicu compartment syndrome akut. Beberapa di antaranya adalah:
  • Cedera. Jenis cedera yang paling sering membutuhkan fasiotomi adalah patah tulang radius atau ulna di lengan bawah serta patah tulang kering (tibia) atau fibula di kaki.
  • Orang yang tidak bergerak dalam waktu lama karena pembengkakan otot dapat terjadi akibat pembuluh darah tertekan. Misalnya akibat keracunan alkohol atau obat.
  • Komplikasi akibat bidai (splint) yang dipasang terlalu kencang.
  • Luka bakar, gigitan ular, dan penggunaan steroid anabolik.

Apa saja persiapan untuk menjalani fasciotomy?

Fasciotomy biasanya dilakukan sebagai prosedur kegawatdaruratan. Ini berarti, Anda mungkin tidak sempat menyiapkan diri sebelumnya.Bila dokter mempertimbangkan prosedur fasiotomi tidak harus dilakukan secepatnya, Anda bisa mempersiapkan hal-hal di bawah ini:
  • Puasa pada malam sebelum operasi.
  • Menghentikan atau meneruskan konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Berkonsultasi dengan dokter anestesi mengenai riwayat anestesi Anda.
  • Mengonsumsi antibiotik sebelum operasi untuk mencegah infeksi bakteri.

Bagaimana prosedur fasciotomy dilakukan?

Secara garis besar, langkah fasciotomy adalah sebagai berikut:
  • Anda akan diberi bius umum (total) atau bius regional. Bius total akan membuat Anda tidak sadar selama operasi. Sedangkan pada bius regional, Anda masih sadar, namun tidak merasakan nyeri.
  • Dokter bedah akan melakukan satu sayatan atau lebih pada kulit serta fascia
  • Dokter akan membiarkan area sayatan tetap terbuka beberapa hari sampai tekanan dalam otot berkurang.
Dokter kemudian akan menutup sayatan ini dengan penjahitan dalam waktu lima hari setelah prosedur. Bila penjahitan tidak bisa dilakukan, dokter biasanya akan melakukan transplantasi kulit (split-thickness skin grafting).

Apa saja yang perlu diperhatikan selama penyembuhan setelah fasciotomy?

Selama penyembuhan di rumah sakit, perawat akan membantu Anda untuk mengganti perban pada luka operasi secara rutin. Bila terbentuk jaringan nekrotik yang berwarna kehitaman selama perawatan, dokter akan memutuskan untuk melakukan eksisi otot yang menghitam tersebut.Untuk mempercepat penyembuhan, Anda juga akan diminta mengangkat bagian yang telah dioperasi agar lebih tinggi selama 24-48 jam pascapembedahan.Setelah Anda diperbolehkan pulang, petugas medis akan mengajarkan cara mengganti perban serta frekuensinya. Yang terpenting, perban tidak boleh terlalu longgar maupun terlalu ketat.Ciri-ciri balutan perban yang tidak terlalu ketat adalah Anda masih bisa menyelipkan dua jari di antara perban dengan kulit Anda. 

Apa saja risiko fasciotomy?

Fasciotomy memiliki risikonya sendiri, yang meliputi: 
  • Kerusakan saraf di sekitar area pembedahan
  • Nekrosis atau kematian jaringan otot pada otot yang dioperasi.
Namun ingatlah bahwa dokter telah mempertimbangkan manfaat fasciotomy yang lebih tinggi dibandingkan risikonya ketika menganjurkan operasi ini. Dokter juga akan berusaha meminimalisir risiko tersebut.
masalah ototnyeri ototperdarahan
eMedicine. https://emedicine.medscape.com/article/1894895-overview#a4
Diakses pada 11 Februari 2020
Medicie Net. https://www.medicinenet.com/compartment_syndrome/article.htm#what_are_the_symptoms_and_signs_of_compartment_syndrome
Diakses pada 11 Februari 2020
Drugs. https://www.drugs.com/cg/fasciotomy.html
Diakses pada 11 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email