Face Lift

05 Jun 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bagian wajah pasien yang butuh face lift akan ditandai oleh dokterSebelum face lift, dokter akan menandai wajah pasien

Apa itu face lift?

Face lift adalah prosedur bedah kosmetik yang bertujuan membuat penampilan wajah menjadi lebih awet muda. Operasi juga dikenal dengan istilah tarik wajah dan umumnya dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik.
Prosedur face lift dapat mengencangkan lipatan kulit dan kulit kendur di pipi maupun rahang, serta memperbaiki kerutan dan perubahan wajah karena proses penuaan.Pada dasarnya, face lift akan membentuk ulang wajah bagian bawah dengan cara mengangkat kulit yang berlebih. Prosedur ini juga akan mengencangkan jaringan di bawah kulit, dan dapat dilakukan bersama prosedur bedah kosmetik lainnya, seperti operasi dahi, pipi, alis, dan kelopak mata.

Kenapa face lift diperlukan?

Seiring bertambahnya usia, bentuk dan penampilan wajah akan mengalami perubahan. Kulit menjadi lebih kendur dan kurang elastis. Jaringan lemak juga akan menumpuk di beberapa area wajah dan berkurang di area wajah lainnya. Face lift bertujuan untuk membuat penampilan lebih mulus dan awet muda. Prosedur ini dapat:
  • Mengangkat dan mengencangkan kulit yang kerut atau bergelambir
  • Membentuk pipi di sekitar garis rahang
  • Mengangkat sudut mulut
  • Mengurangi kerutan antara pipi dan bibir

Siapa yang membutuhkan face lift?

Prosedur ini merupakan operasi elektif (pilihan) yang dapat dilakukan oleh pasien yang menginginkannya. Beberapa kondisi yang menjadikan pasien sebagai kandidat kuat dilakukannya face lift meliputi:
  • Pasien dalam kondisi sehat dan tidak memiliki kondisi medis yang dapat menganggu proses penyembuhan luka dan pemulihan operasi.
  • Pasien tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Pasien memiliki ekspektasi atau harapan yang realistis terhadap hasil operasi.
Face lift bukan menjadi terapi bagi kondisi medis seperti kerutan dangkal pada wajah, kelainan kulit karena sinar matahari, kerutan pada hidung dan bibir bagian atas, atau warna kulit wajah yang tidak merata.

Apa saja persiapan untuk menjalani face lift?

Sebelum menjalani face lift, pasien perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik. Beberapa persiapan yang akan dilakukan meliputi:
  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait riwayat medis, riwayat operasi, riwayat operasi bedah plastik, komplikasi pada operasi sebelumnya, riwayat merokok, dan riwayat konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan pasien dalam kondisi sehat untuk melakukan operasi.
  • Meninjau obat-obatan yang dikonsumsi pasien

Dokter akan mendata obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien, termasuk suplemen dan vitamin.
  • Pemeriksaan wajah

Dokter bedah plastik akan mengambil gambar wajah pasien dari berbagai sudut dan dari jarak dekat. Dokter juga akan memeriksa struktur tulang, bentuk wajah, distribusi lemak, dan kualitas kulit pasien.
  • Informasi mengenai ekspektasi operasi

Dokter bedah plastik akan menanyakan pertanyaan terkait ekspektasi pasien terhadap hasil bedah plastik. Dokter akan menjelaskan perubahan yang dapat dicapai maupun yang tidak dapat dicapai, seperti kerutan kecil atau bentuk wajah yang tidak simetris.Sebelum face lift, pasien juga perlu melakukan persiapan khusus seperti:
  • Mengikuti petunjuk dokter terkait konsumsi obat-obatan

Dokter akan memberi petunjuk tentang obat-obatan yang perlu berhenti dikonsumsi sebelum operasi. Misalnya, pasien akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat atau suplemen pengencer darah dalam 2 minggu sebelum operasi.
  • Membersihkan wajah dan rambut

Pasien akan diminta untuk membersihkan wajah dan rambut dengan sabun pada pagi hari sebelum operasi dilakukan.
  • Berpuasa

Pasien juga akan diminta untuk berpuasa (tidak makan) selama 6 hingga 8 jam sebelum operasi. Pasien masih boleh minum air putih dan mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.
  • Meminta bantuan selama proses pemulihan

Pasien perlu meminta bantuan keluarga atau teman untuk menemani dan mengantar pasien pulang setelah operasi.

Bagaimana prosedur face lift dilakukan?

Prosedur ini dilakukan di bawah pengaruh obat penenang dan bius lokal yang hanya akan membuat pasien mati rasa pada area tubuh tertentu saja. Pada beberapa kasus, bius umum juga dapat dilakukan.Pada umumnya, prosedur face lift adalah mengangkat kulit dan mengencangkan jaringan dan otot di bawah kulit. Lemak di wajah dan leher akan diangkat, dipindahkan, atau dibentuk. Kulit wajah kemudian dipasang kembali pada wajah yang telah dibentuk, kulit berlebih dibuang, dan luka operasi akan dijahit.Sayatan yang dibuat selama prosedur tergantung pada teknik yang akan digunakan dan keinginan individu pasien. Pilihannya antara lain:
  • Sayatan biasa (traditional face-lift incision), dimulai pada dahi lalu turun ke depan telinga dan berakhir di belakang telinga. Sayatan juga dapat dibuat di bawah dagu untuk memperbaiki penampilan leher.
  • Sayatan terbatas (limited incision), merupakan sayatan lebih pendek yang dimulai dari atas telinga dan berakhir di depan telinga.
  • Sayatan tarik leher (neck lift incision), dimulai di depan telinga dan mengelilingi telinga hinga kulit wajah bagian bawah. Sayatan kecil juga akan dibuat di bawah dagu.
Face lift biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 jam, namun akan lebih lama bila operasi bedah kosmetik lainnya dilakukan bersamaan dengan face lift.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah face lift?

Setelah prosedur ini, pasien mungkin akan merasa:
  • Nyeri ringan hingga sedang
  • Keluarnya cairan dari luka bekas operasi
  • Bengkak
  • Memar
  • Rasa baal
Luka bekas operasi akan ditutup dengan perban yang dapat menekan dan mengurangi bengkak dan memar. Selang kecil mungkin akan dipasang di bawah kulit, tepatnya di bagian belakang telinga untuk mengeluarkan darah atau cairan berlebih.Dalam beberapa hari pertama paskaoperasi, pasien akan diminta untuk:
  • Beristirahat dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Mengonsumsi obat pereda rasa nyeri yang disarankan dokter
  • Menggunakan cool pack pada wajah untuk meredakan nyeri dan mengurangi bengkak
Selain itu, pasien perlu segera menghubungi dokter apabila mengalami gejala seperti:
  • Nyeri berat di salah satu sisi wajah atau leher dalam 24 jam setelah operasi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar

Apa saja risiko face lift?

Semua prosedur medis termasuk face lift memiliki risiko. Risiko face lift meliputi:
  • Risiko dari obat bius
  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Kelainan jantung
  • Terbentuknya gumpalan darah
  • Nyeri atau bekas luka
  • Rambut rontok pada bekas operasi
  • Bengkak yang menetap
  • Gangguan penyembuhan luka
penuaan
Lab Tests Online. https://labtestsonline.org/tests/tacrolimus
Diakses pada 5 Juni 2020
Mayo Clinic Laboratories. https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/35145
Diakses pada 5 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email