Esophageal Manometry

18 Jul 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Esophageal manometry bertujuan menilai fungsi kerongkongan pasienEsophageal manometry akan mengevaluasi fungsi kerongkongan pasien

Apa itu esophageal manometry?

Esophageal manometry merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai apakah esofagus (kerongkongan) pasien berfungsi dengan baik. Esofagus adalah saluran panjang dilapisi otot yang menghubungkan lambung dan tenggorokan.
Ketika seseorang menelan, otot pada esofagus akan berkontraksi dan mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Pemeriksaan ini akan mengukur kontraksi tersebut. Esophageal manometry juga akan mengukur kekuatan dan koordinasi otot esofagus selama makanan memasuki lambung.Selama pemeriksaan ini, alat khusus berbentuk seperti tabung panjang yang elastis bernama kateter akan dimasukkan melalui hidung, masuk melalui esofagus dan mencapai lambung. Kateter tersebut dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi tekanan, sehingga dapat membantu dokter mendiagnosis beberapa kondisi medis pada esofagus.

Kenapa esophageal manometry diperlukan?

Esophageal manometry disarankan bagi pasien yang memiliki gejala terkait kelainan pada esofagus. Dengan prosedur ini, pergerakan makanan lewat tenggorokan hingga ke lambung dapat diukur. Tekanan, kecepatan, dan gerakan otot pada katup dan dinding esofagus dapat dinilai.Bila gejala utama pasien adalah kesulitan menelan atau nyeri saat menelan, dokter akan melakukan pemeriksaan lainnya seperti X-ray atau endoskopi. Endoskopi merupakan prosedur yang dapat membantu dokter melihat kondisi sistem pencernaan atas pasien dengan menggunakan selang berkamera di ujungnya.Dengan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengidentifikasi atau menyingkirkan kemungkinan adanya sumbatan atau peradangan pada esofagus.

Siapa yang membutuhkan esophageal manometry?

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien dengan kondisi medis seperti:
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri saat menelan
  • Sensasi terbakar pada dada (heartburn) dan/atau regurgitasi (perasaan kembalinya makanan ke kerongkongan dari lambung).
  • Nyeri dada
Selain itu, esophageal manometry mungkin dapat membantu dokter dalam mendiagnosis:
  • Diffuse esophageal spasm

Masalah menelan yang jarang terjadi ini ditandai dengan kontraksi banyak otot esofagus yang kuat dan tidak terkoordinasi.
  • Akalasia

Akalasia terjadi ketika otot pada katup esofagus bagian bawah tidak mengalami relaksasi dengan baik untuk memasukkan makanan ke dalam lambung. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan menelan dan makanan yang naik kembali ke tenggorokan.
  • Skleroderma

Skleroderma adalah penyakit langka ini ditandai dengan adanya otot pada bagian esofagus bawah yang berhenti bergerak dan menyebabkan gastroesophageal reflux (GERD).Bila dokter telah menyarankan operasi untuk mengatasi GERD, prosedur ini mungkin disarankan untuk memastikan pasien tidak mengalami akalasia atau skleroderma. Selain itu, prosedur ini juga direkomendasikan bagi pasien yang tidak merespon terhadap pengobatan GERD.

Apa saja persiapan untuk menjalani esophageal manometry?

Pasien perlu berpuasa beberapa saat sebelum pemeriksaan. Dokter akan memberi petunjuk terkait persiapan esophageal manometry. Selain itu, beritahu dokter terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien karena beberapa jenis obat mungkin tidak boleh dikonsumsi sebelum prosedur.

Bagaimana esophageal manometry dilakukan?

Pada umumnya, prosedur esophageal manometry meliputi:
  • Pasien berada dalam posisi duduk, kemudian tenaga medis akan menyemprotkan obat bius pada tenggorokan pasien, memberikan gel bius pada hidung, atau keduanya untuk membuat hidung dan tenggorokan pasien menjadi baal.
  • Selang bernama kateter akan dimasukkan ke dalam hidung menuju esofagus. Kateter yang dimasukkan ini tidak akan mengganggu pernasapan pasien, namun mata berair dan perasaan ingin muntah dapat dirasakan. Selain itu, pasien juga dapat mengalami sedikit mimisan karena iritasi.
  • Setelah kateter diposisikan pada tempatnya, pasien akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan atau tetap duduk.
  • Pasien akan diminta untuk menelan sedikit air. Sambil menelan, komputer yang terhubung pada kateter akan mengukur tekanan, kecepatan, dan pola kontraksi otot esofagus.
  • Selama pemeriksaan, pasien akan diminta untuk bernapas perlahan dan menelan hanya jika diinstruksikan.
  • Tenaga medis akan memindahkan kateter ke atas atau ke dalam lambung sembari pengukuran dilakukan.
  • Kateter kemudian akan dikeluarkan perlahan.
Pemeriksaan ini biasanya berlangsung selama 30 menit.

Seperti apa hasil esophageal manometry?

Hasil pemeriksaan esophageal manometry biasanya akan keluar dalam 1-2 hari. Hasilnya dapat berupa evaluasi preoperatif atau membantu dokter mengidentifikasi penyebab gejala pada esofagus. Pasien dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan dokter pada pertemuan selanjutnya.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah esophageal manometry?

Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah prosedur ini. Pasien dapat kembali beraktivitas normal.

Apa saja komplikasi esophageal manometry?

Secara umum, prosedur ini cenderung aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Akan tetapi beberapa kondisi tertentu dapat muncul selama operasi, seperti:
  • Rasa ingin muntah ketika selang memasuki tenggorokan
  • Mata berair
  • Rasa tidak nyaman di hidung dan tenggorokan
Setelah esophageal manometry, pasien dapat mengalami beberapa efek samping ringan yang dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa jam. Efek samping tersebut meliputi:
kesulitan menelan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/esophageal-manometry/about/pac-20394000
Diakses pada 18 Juli 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/4952-esophageal-manometry-test
Diakses pada 18 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email