Endoskopi

19 Feb 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Endoskopi adalah prosedur untuk melihat kondisi organ dalam tubuh tanpa membuka jaringan seperti operasiEndoskopi adalah prosedur untuk melihat kondisi organ dalam tubuh tanpa operasi besar

Apa itu endoskopi?

Endoskopi adalah prosedur medis untuk melihat organ dalam menggunakan alat yang disebut endoskop. Alat endoskopi ini berbentuk seperti selang khusus, dengan lampu dan kamera di ujungnya. Umumnya, tindakan ini tidak memerlukan sayatan pada tubuh pasien. 

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk membantu dokter menentukan penyebab dari gejala yang dialami pasien, melakukan biopsi jaringan dari organ dalam, dan mempermudah menangani gangguan organ dalam tanpa perlu melakukan operasi besar.

Kamera yang ada pada endoskop terhubung dengan layar monitor, sehingga kondisi organ bagian dalam dapat diamati secara langsung.

Apa saja jenis-jenis endoskopi?

Ada banyak jenis endoskopi berdasarkan organ atau struktur tubuh yang diamati, antara lain adalah:

  • Bronkoskopi untuk memeriksa trakea, bronkus, dan bronkiolus tertentu.
  • Torakoskopi untuk melihat rongga dada.
  • Mediastinoskopi untuk melihat bagian organ di mediastinum, yakni ruang di antara paru-paru dan kelenjar getah bening. 
  • Laringoskopi untuk memeriksa kotak suara (laring) dan pita suara.
  • Panendoscopy untuk memeriksa faring (tenggorokan), laring (kotak suara), kerongkongan, trakea, dan bronkus (tabung yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru).
  • Esofagoskopi untuk memeriksa kerongkongan (esofagus)
  • Enteroskopi untuk memeriksa masalah saluran pencernaan yang lebih dalam seperti kerongkongan, lambung, usus dua belas jari, hingga usus halus. 
  • Neuroendoskopi untuk memeriksa bagian otak.
  • Artroskopi untuk memeriksa kondisi di dalam sendi.
  • Gastroskopi atau endoskopi atas untuk memeriksa kondisi kerongkongan, lambung, dan bagian atas usus halus.
  • Laparoskopi untuk memeriksa perut atau panggul.
  • Kolonoskopi untuk memeriksa seluruh bagian usus besar (kolon).
  • Sigmoidoskopi untuk memeriksa kolon sigmoid, yakni bagian terakhir dari usus besar.
  • Anoskopi untuk memeriksa masalah di rongga anus. 
  • Proctoscopy untuk memeriksa struktur rektum, anus, dan kolon sigmoid.
  • Kolposkopi untuk memeriksa serviks dan vagina.
  • Histeroskopi untuk memeriksa kondisi dalam rahim.
  • Sistoskopi untuk melihat bagian dalam saluran dan kandung kemih.
  • Ureteroskopi untuk mengevaluasi saluran kemih (ureter) dari ginjal ke kandung kemih.
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) untuk memeriksa kondisi pankreas, kantung empedu, dan struktur lain di sekitarnya. Prosedur ini juga digunakan untuk memasang stent dan biopsi.
  • Endoscopic ultrasound (EUS) untuk memeriksa kondisi saluran cerna. Jenis endoskopi pengerjaannya digabungkan dengan pemeriksaan USG. 

Kenapa endoskopi diperlukan?

Secara umum, endoskopi diperlukan untuk:

  • Membantu dokter dalam menentukan penyebab dari gejala yang dialami oleh pasien
  • Sebagai alat penunjang biopsi, yaitu prosedur pengambilan sampel jaringan untuk dibawa ke laboratorium dan diperiksa lebih lanjut
  • Endoskopi dapat membantu dokter untuk melihat bagian dalam tubuh pasien selama tindakan operasi, misalnya operasi untuk menangani tukak lambung dan mengangkat batu empedu maupun tumor.

Siapa yang membutuhkan endoskopi?

Dokter akan merekomendasikan prosedur ini bagi pasien yang memiliki gejala dari kondisi-kondisi medis berikut:

  • Inflammatory bowel diseases (IBD), seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
  • Luka pada lambung (tukak lambung)
  • Konstipasi kronis
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Batu empedu
  • Pendarahan saluran cerna
  • Tumor
  • Infeksi
  • Sumbatan pada kerongkongan
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Hernia hiatus
  • Pendarahan vagina yang tidak biasa
  • Darah pada urine
  • Masalah saluran cerna lainnya

Dokter akan mengevaluasi gejala pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin menganjurkan tes darah sebelum akhirnya merekomendasikan endoskopi. Serangkaian pemeriksaan ini dilakukan agar dokter bisa mengetahui kemungkinan penyebab dari gejala pasien.

Selain itu, pemeriksaan juga dapat menentukan perlu tidaknya prosedur endoskopi atau operasi.

Apa saja persiapan untuk menjalani endoskopi?

Sebelum endoskopi dilakukan, beberapa upaya persiapan yang perlu dilakukan antara lain:

1. Berpuasa

Pasien akan diminta untuk melakukan puasa selama 6-8 jam sebelum pemeriksaan.

Untuk pemeriksaan endoskopi pada usus besar, seluruh feses harus dibersihkan dan dikeluarkan dari usus besar. Anda akan diberikan obat pencahar sehari sebelum menjalani endoskopi.

Jika sedang konsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, dokter mungkin meminta Anda untuk berhenti minum obat dulu.

2. Pembiusan

Kebanyakan prosedur endoskopi dilakukan dengan pembiusan. Dengan ini, pasien tetap merasa nyaman selama pemeriksaan.

Obat bius bisa diberikan lewat suntikan ke pembuluh darah vena pasien. Efek pembiusan akan membuat pasien tenang dan tertidur. Pasien umumnya akan terbangun pada satu jam kemudian.

3. Pendamping

Mintalah keluarga atau teman terdekat untuk menemani Anda ketika menjalani endoskopi. Pasalnya, efek samping obat bius bisa saja terasa meski prosedur telah selesai. Maka itu, Anda butuh seseorang untuk menemani dan mengantar Anda pulang.

Bagaimana proses endoskopi dilakukan?

Proses endoskopi biasanya hanya berlangsung selama 15-45 menit, tergantung dari tujuan prosedur tersebut. Secara umum, proses endoskopi adalah:

  • Anda akan diminta berbaring di atas meja pemeriksaan
  • Dokter anestesi akan melakukan pembiusan dan jika diperlukan, dokter juga mungkin akan memberikan obat penenang agar pasien merasa lebih rileks selama prosedur dijalankan
  • Endoskop akan dimasukkan ke dalam tubuh Anda. Jalan masuknya dapat melalui mulut, anus, atau saluran kemih, tergantung dari bagian tubuh mana yang akan diperiksa.
  • Dokter kemudian mengendalikan endoskop hingga mencapai bagian tubuh yang menjadi tujuan.

Setelah endoskopi selesai, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan. Di ruangan ini, tanda-tanda vital dan tingkat kesadaran Anda akan dipantau secara saksama oleh petugas medis.

Setelah siuman, Anda akan diizinkan untuk pulang. Pastikan ada orang yang menemani dan mengantar Anda pulang karena efek samping pembiusan bisa saja masih tersisa.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah endoskopi?

Setelah endoskopi dilakukan, pasien tidak perlu menjalani rawat inap dan dapat pulang ke rumah di hari yang sama dengan hari pemeriksaan. 

Apabila endoskopi dilakukan melalui luka sayatan, dokter akan menutup jahitan dan perban segera setelah prosedur. Dokter kemudian akan memberi pasien informasi terkait cara perawatan luka tersebut.

Pasien kemudian diminta untuk tetap menunggu di rumah sakit selama sekitar 1-2 jam hingga efek pembiusan benar-benar hilang. Sesudah itu, pasien diperbolehkan pulang. Pasien disarankan untuk tetap beristirahat di rumah setelah prosedur dilakukan.

Beberapa jenis prosedur endoskopi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. Misalnya, endoskopi atas yang bisa memicu nyeri tenggorokan. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak selama beberapa hari pascaprosedur. 

Apabila dokter mencurigai adanya tumor atau kanker, pengambilan sampel jaringan (biopsi) akan sekaligus dilakukan lewat endoskopi. Selain lampu dan kamera, endoskop juga biasanya dapat dilengkapi dengan pisau kecil di ujungnya untuk mengambil jaringan.

Hasil pemeriksaan biopsi akan keluar dalam waktu beberapa hari.

Dokter akan mendiskusikan hasil pemeriksaan tersebut dengan Anda beserta pilihan penanganan yang tersedia untuk mengatasinya.

Apa saja efek samping endoskopi?

Secara umum, endoskopi termasuk tindakan medis yang aman. Efek samping atau risiko terjadinya komplikasi serius akibat prosedur ini sangat jarang terjadi.

Namun, pada beberapa kasus, komplikasi endoskopi bisa saja terjadi, misalnya:

  • Rasa nyeri dan tidak nyaman, misalnya nyeri tenggorokan pada endoskopi atas.
  • Infeksi pada area tubuh yang dilewati endoskop. Untuk mengatasinya, pasien akan diberi obat antibiotik.
  • Perdarahan atau robekan pada organ, yang umumnya ditangani dengan operasi.
  • Demam

Berapa biaya endoskopi?

Biaya endoskopi dapat bervariasi, tergantung dari jenis endoskopi dan fasilitas kesehatan yang menyediakannya. Berdasarkan PERMENKES RI NO 59, standar tarif pelayanan endoskopi dimulai di kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Jika Anda peserta BPJS, Anda dapat menggunakan fasilitas BPJS, karena endoskopi adalah salah satu prosedur medis yang ditanggung oleh asuransi kesehatan negara ini selama sesuai dengan anjuran dokter. 

gangguan pencernaanoperasigerd

American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/diagnosing-cancer/tests-and-procedures/types-endoscopy
Diakses pada 11 November 2021

Stanford Healthcare. https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/e/endoscopy.html
Diakses pada 11 November 2021

American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/understanding-your-diagnosis/tests/endoscopy/upper-endoscopy.html
Diakses pada 11 November 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/endoscopy/
Diakses pada 19 Februari 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/endoscopy/article.htm#how_do_i_prepare_for_endoscopy
Diakses pada pada 19 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-endoscopy#1
Diakses pada pada 19 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/endoscopy
Diakses pada 11 November 2021

Adler MicroMed. https://www.adlermicromed.com/proctoscopy-vs-anoscopy/
Diakses pada 11 November 2021

Canadian Cancer Society. https://cancer.ca/en/treatments/tests-and-procedures/endoscopy
Diakses pada 11 November 2021

BPJS. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/773068a1f62f754f7bb77d06f18338f3.pdf
Diakses pada 11 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email